Basarnas Maumere Kerahkan 90 Personel untuk Siaga SAR Lebaran 2026, Antisipasi Mobilitas Tinggi Masyarakat
Basarnas Maumere siagakan 90 personel untuk Siaga SAR Lebaran 2026 di NTT, mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat dan potensi kedaruratan selama periode mudik dan balik Idul Fitri.
Basarnas Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengerahkan sebanyak 90 personel dalam Siaga SAR khusus Lebaran 2026. Pengerahan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik demi keselamatan masyarakat selama periode libur panjang.
Para personel akan melaksanakan tugas Siaga SAR khusus Lebaran mulai tanggal 13 hingga 29 Maret 2026. Mereka akan ditempatkan di berbagai titik keramaian seperti bandara, pelabuhan, dan objek wisata.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menegaskan pentingnya upaya ini dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Basarnas dalam menjaga keselamatan publik.
Fokus Pengamanan Arus Mudik dan Balik
Puluhan personel Basarnas Maumere tersebut tersebar di beberapa lokasi strategis di NTT. Mereka meliputi Kantor SAR Maumere, Pos SAR Manggarai Barat, Pos SAR Alor, Unit Siaga SAR Ende, dan Unit Siaga SAR Lembata.
Selain itu, Kapal Negara (KN) Puntadewa 250 Maumere juga turut disiagakan untuk mendukung operasi SAR di perairan. Penempatan ini memastikan jangkauan layanan yang luas dan respons cepat terhadap potensi insiden.
Fathur Rahman, saat membacakan sambutan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi, menekankan tugas personel untuk melaksanakan pemantauan dan patroli di lokasi rawan kecelakaan. Mereka juga harus memeriksa kesiapan sarana serta prasarana yang akan digunakan.
Setiap personel diwajibkan menjaga sikap profesionalisme dan mematuhi prosedur operasi yang berlaku demi keselamatan bersama. Mereka juga harus selalu bekerja sama dengan otoritas terkait serta memastikan kondisi fisik personel tetap fit dan kompeten.
Antisipasi Lonjakan Pergerakan Masyarakat
Mobilitas masyarakat secara nasional pada masa libur Lebaran umumnya sangat tinggi. Perayaan Lebaran tahun ini juga berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, menambah potensi kepadatan pergerakan.
Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat pada periode Lebaran 2026 diperkirakan mengalami penurunan sebesar 1,75 persen. Angka ini turun dari 146,48 juta orang menjadi 143,91 juta orang jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun demikian, realisasi pada tahun 2025 ternyata lebih besar dari perkiraan awal, mencapai 154,62 juta orang. Oleh karena itu, jumlah pergerakan masyarakat pada 2026 tetaplah besar dan memerlukan antisipasi serius.
Potensi kedaruratan yang dapat terjadi akibat mobilitas tinggi ini menjadi fokus utama Basarnas Maumere. Kesiapsiagaan penuh diperlukan untuk menghadapi berbagai skenario darurat.
Kesiapan Personel dan Peralatan
Apel pembukaan Siaga SAR di Kantor SAR Maumere menjadi penanda dimulainya operasi ini. Apel tersebut diikuti oleh personel rescuer, anak buah kapal (ABK) Kapal Negara (KN) SAR Puntadewa 250, serta staf operasi, sumber daya, dan urusan umum.
Dalam kesempatan itu, Kepala Basarnas melalui Fathur Rahman, juga mengingatkan untuk selalu “Cek kesiapan peralatan, sarana dan prasarana serta alat komunikasi dalam mode siap Operasi SAR”. Hal ini krusial untuk menjamin kelancaran setiap misi penyelamatan.
Kesiapan teknis dan mental seluruh tim menjadi prioritas utama Basarnas Maumere. Dengan persiapan matang, diharapkan setiap potensi kedaruratan dapat ditangani secara efektif.
Sumber: AntaraNews