Kansar Palu Kerahkan 114 Personel untuk Siaga SAR Lebaran 2026 di Sulawesi Tengah
Kantor SAR Palu melibatkan 114 personel dalam Siaga SAR Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 di Sulawesi Tengah, memastikan keselamatan pemudik dari potensi bahaya selama periode krusial ini.
Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu, yang juga dikenal sebagai Basarnas Palu, telah mengerahkan total 114 personel untuk kegiatan siaga khusus Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 di wilayah Sulawesi Tengah. Apel siaga SAR Lebaran ini dipimpin langsung oleh Kepala Kansar Palu, Muh Rizal, yang menegaskan komitmen untuk menjaga keselamatan jiwa manusia selama periode arus mudik dan balik. Siaga ini akan berlangsung mulai tanggal 13 hingga 30 Maret 2026, mencakup berbagai titik vital untuk mengantisipasi potensi risiko keselamatan akibat mobilitas masyarakat yang tinggi.
Pengerahan Personel dan Alut SAR Unggulan
Kepala Kansar Palu, Muh Rizal, menjelaskan bahwa mobilitas masyarakat yang sangat tinggi selama arus mudik dan balik Lebaran meningkatkan potensi kondisi membahayakan keselamatan jiwa. Oleh karena itu, siaga SAR khusus Lebaran ini menjadi agenda rutin tahunan yang terus ditingkatkan kualitasnya.
Dalam upaya mengoptimalkan pelayanan keselamatan, Kansar Palu tidak hanya mengerahkan ratusan personel tetapi juga menyiagakan alat utama (alut) SAR yang memadai. Kesiapan ini bertujuan agar penanganan kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur.
Basarnas Palu juga menyiagakan dua kapal khusus, yaitu KN SAR Bhisma yang ditempatkan di Kabupaten Banggai dan KN SAR Baladewa di Palu. Kedua kapal ini berfungsi untuk patroli serta penanganan kecelakaan pelayaran di perairan Sulawesi Tengah.
Fokus Pengawasan di Berbagai Titik Strategis Siaga SAR Lebaran Palu
Sebanyak 114 personel yang terlibat dalam Siaga SAR Lebaran ini akan disebar di berbagai unit kerja Kansar Palu. Penempatan ini mencakup Kantor SAR Palu itu sendiri, Pos SAR, dan Unit Siaga SAR di seluruh wilayah kerja Sulawesi Tengah.
Fokus utama pengerahan sumber daya manusia ini adalah pada tempat-tempat keramaian seperti bandara, terminal, pelabuhan, serta jalur Trans Sulawesi. Objek-objek wisata juga menjadi prioritas pengawasan untuk memastikan keselamatan pengunjung selama libur Lebaran.
Imbauan Keselamatan untuk Masyarakat
Muh Rizal juga menyampaikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama periode Lebaran. Ia menekankan agar selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan rambu-rambu lalu lintas.
Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sangat krusial untuk menekan risiko terjadinya kecelakaan di darat. Bagi pelaku perjalanan laut, khususnya kapal angkut penumpang, logistik, dan nelayan, penting untuk mempertimbangkan kondisi cuaca dan hal-hal teknis pelayaran.
"Keselamatan perjalanan adalah harga yang mahal," ujar Rizal, menegaskan bahwa pengguna moda transportasi udara, laut, dan darat sudah sepatutnya mendengarkan arahan otoritas transportasi yang digunakan. Edukasi tentang keselamatan juga terus digencarkan untuk mencapai target nol insiden.
Sumber: AntaraNews