Mewah! Jennifer Coppen Bakal Ganti 8 Busana di Hari Pernikahan dengan Justin Hubner
Jennifer Coppen mengungkapkan bahwa persiapan pernikahannya dengan Justin Hubner di Bali telah mencapai 90 persen. Minggu ini.
Persiapan pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner kini berada pada tahap akhir menjelang hari bahagia mereka di Bali. Jennifer Coppen tengah disibukkan dengan serangkaian persiapan, mulai dari pemilihan lokasi hingga busana pengantin.
Ia menyatakan bahwa progres persiapan untuk acara besarnya hampir selesai. Minggu ini menjadi waktu yang krusial baginya untuk merampungkan urusan busana sebelum menjalani masa pingit.
"Pernikahannya sudah sangat mantap, sudah 90 persen dan memang minggu ini di Jakarta adalah minggu terakhir untuk kita fitting. Kebetulan Justin juga bakal datang sebentar lagi jadi itulah, terus nanti kita juga ada dipingit. Jadi ini minggu, bulan terakhir aku ketemu Justin, setelah itu kita enggak ketemu lagi," ungkap Jennifer Coppen di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Minggu (17/5/2026).
Salah satu hal menarik dari pernikahan ini adalah jumlah busana yang akan dikenakan oleh Jennifer Coppen. Mengingat acara berlangsung selama dua hari dengan tema yang berbeda, ia telah menyiapkan berbagai pilihan gaun dan baju adat.
"Aduh spill enggak ya? Desainer-nya saja kali ya boleh. Salah satunya karena ada banyak banget desainernya. Kurang lebih baju aku tuh ada mungkin kalau ditotal-total 7 atau 8 baju. Maksudnya total semua acaranya enggak tahu, tapi salah satu desainer-nya Koh Hian Tjen. He-eh L'Avenue," akunya.
Meski mengundang banyak tamu, Jennifer Coppen tetap ingin menjaga suasana yang hangat dan akrab pada momen sakral ini. Ia memperkirakan jumlah undangan yang akan hadir mencapai ratusan dari berbagai kalangan.
"Aduh banyak banget itu banyak, ya aku masih walaupun banyak undangannya tapi aku masih keep it very intimate jadi ada kurang lebih 500," jelas Jennifer Coppen.
Konsep pernikahan yang dirancang dalam dua hari
Konsep pernikahan yang dirancang dalam dua hari ini bertujuan untuk memenuhi keinginan kedua belah pihak yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Pada hari pertama, acara akan lebih terfokus pada momen pribadi yang dihadiri oleh keluarga besar.
"Karena dari akunya pengin ada adat Indonesia dan dari Justin karena dia orang bule pengin ada international wedding-nya. Karena teman kita banyak sih jadi untuk yang nikahan hari pertama tuh memang lebih intimate nantinya," jelasnya.
Dengan pendekatan ini, mereka berharap dapat menciptakan suasana yang hangat dan akrab, sehingga semua orang dapat merasakan kebahagiaan bersama.
Pada hari kedua, perayaan akan melibatkan lebih banyak tamu, menciptakan suasana yang lebih meriah.
"Jadi memang untuk keluarga dan teman-teman dekat dan yang hari keduanya itu yang bakal lebih banyak," lanjutnya.
Melalui pembagian acara ini, mereka ingin memastikan bahwa setiap elemen budaya dan tradisi dapat dihormati dan dirayakan. Dengan demikian, pernikahan ini tidak hanya menjadi momen penting bagi pasangan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kedua keluarga untuk saling mengenal dan merayakan persatuan mereka dalam keragaman.
Elemen budaya Bali
Jennifer Coppen juga membagikan informasi mengenai elemen budaya Bali yang sangat terasa dalam prosesi adat yang dilaksanakan. Unsur ini tidak dapat dipisahkan dari identitas dirinya yang kuat serta lokasi acara yang telah dipilih.
"Ada adatnya tapi ya ditebak sajalah. Teman-teman tahu aku kan orang mana mungkin ya itu clue-nya," imbuhnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa pentingnya budaya lokal dalam setiap acara yang diadakan, yang tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu undangan. Dengan demikian, kehadiran budaya Bali dalam acara tersebut menjadi salah satu aspek yang tidak hanya menarik, tetapi juga memperkuat jati diri Jennifer sebagai seorang individu.
Menjadi istri seorang pesepak bola profesional
Kini, Jennifer Coppen hanya tinggal menghitung hari sebelum resmi menjadi istri seorang pesepak bola profesional. Ia sangat berharap agar semua rangkaian acara yang telah disusun dengan teliti dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
"Insyaallah semoga yang kali ini dilancarkan. Makasih ya teman-teman," ucap Jennifer Coppen.
Dengan persiapan yang matang, Jennifer merasa optimis menyambut hari bahagianya. Ia percaya bahwa dukungan dari teman-teman dan keluarga akan membuat momen spesial ini semakin berkesan. Harapan tersebut semakin menguatkan keinginannya untuk menjalani hidup baru bersama pasangan.