PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Sorong telah menyiapkan strategi komprehensif guna memastikan kelancaran Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Papua Barat Daya. Sebanyak delapan kapal disiagakan untuk melayani rute-rute padat penumpang. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan signifikan jumlah pemudik yang diperkirakan akan terjadi.
Kepala PT Pelni Cabang Sorong, Jhoni Rachman, menjelaskan bahwa persiapan ini mencakup tujuh kapal reguler dan satu kapal tambahan yang akan beroperasi. Kapal tambahan, KM Labobar, disiagakan secara khusus di Sorong untuk menghadapi peningkatan volume penumpang selama musim mudik.
Periode Angkutan Lebaran secara nasional ditetapkan mulai 16 Maret hingga 6 April 2026, dengan puncak arus mudik di Sorong diperkirakan jatuh pada 16 Maret 2026. Pelni juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan operasional berjalan optimal.
Advertisement
Advertisement
Kesiapan Armada dan Posko Terpadu Pelni Sorong
PT Pelni Cabang Sorong telah mengerahkan total delapan kapal untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026, terdiri dari tujuh kapal reguler dan satu kapal tambahan, KM Labobar, yang disiagakan di Sorong. Kesiapan armada ini merupakan langkah proaktif Pelni dalam menghadapi potensi peningkatan jumlah penumpang di wilayah Papua Barat Daya. Seluruh kapal yang akan beroperasi telah menjalani uji petik atau ramp check secara menyeluruh guna memastikan kondisi layak jalan dan memenuhi standar keselamatan pelayaran yang ketat.
Selain kesiapan armada, Pelni juga membentuk posko terpadu yang terintegrasi dengan kantor pusat, kantor cabang, serta instansi terkait seperti Kementerian Perhubungan. Posko ini berfungsi untuk memantau secara real-time kelancaran operasional kapal selama periode mudik berlangsung. Pada bulan Maret 2026 saja, tercatat ada 22 kedatangan kapal Pelni di Sorong, ditambah empat kapal perintis yang disiagakan untuk melayani rute-rute tertentu.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Pelni Sorong dalam menyediakan layanan transportasi laut yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi masyarakat yang akan merayakan Lebaran di kampung halaman. Koordinasi lintas sektoral juga menjadi kunci utama dalam menjamin kelancaran arus mudik dan balik.
Advertisement
Advertisement
Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Kebijakan Diskon Tiket
Pelni memperkirakan jumlah penumpang di Sorong pada musim mudik tahun ini akan mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar penumpang diperkirakan berasal dari rute Makassar, Baubau, dan Surabaya, yang merupakan jalur utama perjalanan laut menuju Sorong. Untuk mengantisipasi lonjakan ini, Pelni menerapkan kebijakan dispensasi kapasitas penumpang hingga sekitar 39 persen di atas kapasitas tempat duduk yang tersedia, sesuai ketentuan pemerintah.
Penjualan tiket kapal Pelni untuk periode Angkutan Lebaran 2026 telah dibuka sejak sekitar satu bulan sebelum keberangkatan, memberikan kesempatan bagi calon penumpang untuk merencanakan perjalanan lebih awal. Meskipun permintaan tiket cukup tinggi, ketersediaan tiket masih mencukupi berkat adanya kebijakan dispensasi kapasitas penumpang tersebut.
Pemerintah juga turut memberikan stimulus berupa diskon tarif tiket sebesar 30 persen dari tarif dasar, tidak termasuk biaya pas pelabuhan dan asuransi. Program diskon ini berlaku untuk pembelian tiket dengan periode perjalanan mulai 11 Maret hingga 5 April 2026. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan program ini dan membeli tiket lebih awal guna memastikan ketersediaan tempat dan kelancaran perjalanan mudik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews