Bulog Tanjungpinang Perkuat Pasokan Pangan dengan 24 Ton Beras Premium Jelang Nataru
Bulog Tanjungpinang menambah 24 ton beras premium dan minyak goreng MinyaKita untuk stabilisasi harga menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, memastikan ketersediaan pangan di Kepri.
Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok. Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Bulog Tanjungpinang telah menambah stok beras premium sebanyak 24 ton.
Penambahan pasokan beras premium Bulog Tanjungpinang ini bertujuan utama untuk memperkuat ketersediaan bahan pangan di daerah setempat. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran yang kerap mengalami kenaikan signifikan menjelang akhir tahun.
Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, menyatakan bahwa beras premium yang didatangkan ini merupakan produk dalam negeri. Beras tersebut diproduksi oleh unit bisnis Bulog di Jakarta, menegaskan komitmen Bulog terhadap produk lokal berkualitas.
Strategi Bulog Hadapi Kenaikan Harga Pangan
Arief Alhadihaq menjelaskan bahwa penambahan beras premium Bulog Tanjungpinang ini merupakan yang perdana masuk ke wilayah tersebut. Ini juga menjadi upaya pengenalan merek baru beras Bulog kepada masyarakat Tanjungpinang dan sekitarnya.
Beras premium ini akan didistribusikan secara luas melalui berbagai saluran penjualan. Masyarakat dapat memperolehnya di pasaran umum maupun melalui Rumah Pangan Kita (RPK) yang merupakan mitra strategis Bulog dalam menjangkau konsumen.
Bulog mengklaim bahwa kualitas beras premium Bulog Tanjungpinang ini setara dengan beras premium lainnya yang sudah beredar di pasaran. Harganya ditetapkan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp77 ribu per kemasan lima kilogram, memastikan keterjangkauan bagi masyarakat.
"Beras premium ini diproduksi unit bisnis Bulog di Jakarta, yang merupakan produk dalam negeri," kata Arief Alhadihaq pada Rabu (10/12). Ia menambahkan bahwa proses pengiriman dari Jakarta sedang berlangsung dan diharapkan segera tiba di Tanjungpinang dalam waktu dekat.
Antisipasi Lonjakan Permintaan Minyak Goreng
Selain beras premium Bulog Tanjungpinang, Bulog juga menambah pasokan komoditas penting lainnya, yaitu minyak goreng. Sebanyak 24 ribu liter minyak goreng merek "MinyaKita" telah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan menjelang akhir tahun.
Permintaan akan minyak goreng "MinyaKita" di Tanjungpinang dilaporkan sangat tinggi. Arief Alhadihaq mengungkapkan bahwa berapapun stok yang tersedia selalu habis dibeli masyarakat dalam waktu relatif singkat, menunjukkan urgensi penambahan pasokan ini.
Sama seperti beras, harga minyak goreng "MinyaKita" juga dibanderol sesuai HET, yaitu Rp15 ribu per liter. Penetapan harga ini bertujuan untuk mencegah spekulasi dan memastikan harga yang wajar bagi konsumen.
Bulog secara tegas mengingatkan para pedagang, baik di pasar maupun RPK, untuk tidak menjual produk beras atau minyak goreng Bulog di atas HET yang telah ditetapkan. Pelanggaran terhadap ketentuan ini akan dikenai sanksi tegas sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Pengawasan Harga dan Peran Serta Masyarakat
Komitmen Bulog untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan tidak hanya berhenti pada penambahan pasokan. Pengawasan terhadap praktik penjualan di lapangan juga menjadi prioritas utama untuk melindungi konsumen dari praktik penimbunan atau penjualan di atas HET.
Arief Alhadihaq mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan ini. "Masyarakat silakan melapor kepada kami atau pemerintah terkait, jika menemukan ada produk Bulog dijual di atas HET," ujarnya, menekankan pentingnya peran serta publik.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat Tanjungpinang terkait ketersediaan bahan pokok. Dengan pasokan yang cukup dan harga yang stabil, perayaan akhir tahun dapat berlangsung dengan lebih tenang dan nyaman.
Sumber: AntaraNews