Kemenhaj Perkuat Ekosistem Logistik Haji dengan Ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sukses mengekspor 2.280 ton beras super premium ke Arab Saudi, menandai langkah strategis penguatan ekosistem logistik Ekspor Beras Haji dan promosi pangan nasional.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah berhasil mengirimkan 2.280 ton beras Nusantara ke Arab Saudi. Pengiriman ini menjadi bagian penting dari upaya penguatan ekosistem logistik haji yang berbasis pada produk pangan nasional.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj, Jaenal Effendi, menyatakan bahwa pencapaian ini adalah momen bersejarah setelah penantian bertahun-tahun. Beras Indonesia kini dapat digunakan untuk konsumsi jamaah haji di Arab Saudi, sebuah terobosan signifikan.
Ekspor beras ini dilaksanakan oleh Perum Bulog, dengan volume yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 205.420 jamaah haji Indonesia tahun ini. Langkah ini tidak hanya memastikan ketersediaan konsumsi bagi jamaah, tetapi juga menjadi sarana promosi beras Indonesia di pasar internasional.
Penguatan Ekosistem Logistik Haji Berbasis Pangan Nasional
Pengiriman beras Nusantara sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi ini merupakan strategi Kemenhaj untuk memperkuat ekosistem logistik haji. Jaenal Effendi menyebutnya sebagai 'pecah telur' karena telah lama dinantikan agar beras lokal dapat dinikmati jamaah haji.
Volume ekspor beras ini telah dihitung secara cermat, disesuaikan dengan jumlah total jamaah haji Indonesia. Ini mencakup calon haji reguler dan petugas yang akan berangkat pada musim haji tahun ini.
Langkah strategis ini bertujuan untuk menjamin pasokan konsumsi jamaah haji menggunakan produk dalam negeri. Selain itu, ekspor ini juga berfungsi sebagai platform promosi yang efektif untuk memperkenalkan kualitas beras Indonesia di kancah global.
Kualitas Beras Super Premium dan Proses Pengolahan Bulog
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa beras yang diekspor adalah hasil panen terbaru. Beras ini berasal dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta diproses langsung tanpa disimpan di gudang lama.
Proses pengolahan beras dilakukan di empat fasilitas modern, termasuk pabrik Wilmar di Serang dan Mojokerto, serta pabrik Bulog di Karawang dan Subang. Hal ini memastikan kualitas terbaik sebelum dikirim.
Ramdhani menegaskan bahwa beras yang dikirim merupakan kualitas super premium, dengan tingkat pecahan di bawah 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen. Kualitas ini merupakan standar tertinggi yang pernah diproduksi oleh Bulog.
Indonesia Capai Swasembada Pangan dan Siap Ekspor
Pemerintah Indonesia, melalui Perum Bulog, secara resmi mengekspor 2.280 ton beras untuk jamaah haji di Arab Saudi. Pencapaian ini membuktikan peningkatan kapasitas swasembada pangan nasional yang kini mampu memasok kebutuhan di luar negeri.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Perum Bulog dan para petani. Ia juga berterima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja keras mewujudkan capaian ini.
Amran menyatakan bahwa berkat kerja keras semua pihak, Indonesia tidak hanya mampu mencapai swasembada beras pada tahun 2025, tetapi juga siap mengekspor beras CBP kualitas premium. Ini untuk melayani kebutuhan jamaah haji Indonesia, menegaskan babak baru dalam peningkatan kapasitas pangan nasional.
Sumber: AntaraNews