Bapanas Pastikan Kelancaran Ekspor Beras Haji ke Arab Saudi, Jamin Kualitas Premium
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan kelancaran proses ekspor beras haji ke Arab Saudi, menjamin ketersediaan beras premium dari petani lokal untuk jamaah Indonesia.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan komitmennya untuk memastikan kelancaran proses ekspor beras guna memenuhi kebutuhan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyatakan bahwa persiapan telah dilakukan secara matang untuk mendukung pelayanan terbaik bagi para jamaah.
Kepastian ini disampaikan setelah rapat koordinasi terbatas lintas kementerian dan lembaga yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Jakarta. Bapanas akan segera menindaklanjuti hasil rapat tersebut dengan menyiapkan surat penugasan resmi kepada Perum Bulog.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyediakan beras hasil petani dalam negeri bagi konsumsi jamaah haji, dengan target pengiriman yang diharapkan dapat dimulai pada minggu ketiga Februari 2026. Hal ini juga menegaskan kedaulatan pangan nasional dalam memenuhi kebutuhan penting bagi warga negaranya di luar negeri.
Penugasan Bulog untuk Ekspor Beras Haji
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, secara tegas memastikan bahwa proses ekspor beras untuk kebutuhan haji ke Arab Saudi dapat berjalan lancar sesuai rencana. Setelah adanya risalah dari rapat koordinasi, Bapanas akan segera menyiapkan surat penugasan kepada Perum Bulog untuk melaksanakan ekspor beras haji tersebut.
Penugasan ini merupakan respons terhadap permohonan dari Perum Bulog kepada Bapanas terkait ekspor Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) haji tahun 2026. Permohonan tersebut juga didasari oleh surat dari Kementerian Haji dan Umrah mengenai kebutuhan beras bagi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Kebutuhan dan Kualitas Beras untuk Jamaah
Untuk memenuhi kebutuhan total 205.420 jamaah haji Indonesia, diperkirakan dibutuhkan sekitar 2.280 ton beras. Perhitungan ini didasarkan pada asumsi konsumsi rata-rata 170 gram nasi per orang per hari. Pemerintah telah menetapkan standar kualitas beras yang akan diekspor, yaitu beras premium dengan pecahan maksimal 5 persen.
Pemerintah memastikan bahwa beras yang akan dipasok berasal dari hasil petani dalam negeri, bukan impor. Penugasan penyediaan Beras Haji Nusantara ini telah disepakati untuk diberikan kepada Perum Bulog, menegaskan komitmen terhadap produk lokal.
Penegasan Kedaulatan Pangan Nasional
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa ekspor beras dari stok CBP Perum Bulog yang melimpah harus mampu memenuhi konsumsi rakyat Indonesia yang sedang berhaji. Menurutnya, jamaah haji lebih menyukai beras dari Indonesia karena teksturnya yang pulen, sehingga semua pihak mendukung penuh keputusan ini.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari peneguhan harga diri bangsa Indonesia. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain untuk kebutuhan beras jamaah haji, yang sebelumnya sering menggunakan beras dari Vietnam dan Thailand. Rizal memastikan Bulog akan menyediakan Beras Haji Nusantara yang diolah dari Gabah Kering Panen (GKP) segar dan baru panen.
Bulog menargetkan pengiriman dapat dimulai pada minggu ketiga bulan Februari, dengan menyiapkan 3.000 ton beras meskipun kebutuhan yang diajukan adalah 2.280 ton. Jumlah cadangan ini disiapkan untuk mengantisipasi keperluan tambahan atau jika ada warga Saudi yang membutuhkan.
Progres Penyerapan Beras Dalam Negeri
Penyerapan setara beras produksi dalam negeri yang dilakukan oleh Perum Bulog di awal tahun 2026 menunjukkan progres yang sangat positif. Per 8 Februari 2026, realisasi serapan Bulog telah mencapai angka 209,3 ribu ton setara beras.
Angka ini mencatat peningkatan pesat hingga 440,7 persen jika dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 8 Februari 2025, yang hanya berada di angka 38,7 ribu ton setara beras. Peningkatan signifikan ini menunjukkan kapasitas produksi dalam negeri yang kuat dan kesiapan Bulog dalam mendukung program pemerintah.
Sumber: AntaraNews