Bulog Serap 200.000 Ton Beras, Menko Zulhas: Indonesia Berpeluang Ekspor Beras
Dengan Bulog sudah menyerap 200 ribu ton beras petani, akan mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut Badan Urusan Logistik (Bulog) sudah menyerap setidaknya 200 ribu ton beras petani di awal tahun 2026. Zulhas mengungkapkan target Bulog bisa menyerap beras petani hingga 4 juta ton di tahun 2026.
"Tahun lalu kita bisa (serap beras petani) 4 juta (ton). Tahun ini 4 juta, bahkan saya yakin akan bisa lebih dari itu," ujarnya saat Panen Raya dan Launching Serapan Gabah di Kelurahan Taroada, Kabupaten Maros, Jumat (6/2).
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, dengan Bulog sudah menyerap 200 ribu ton beras petani, akan mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia. Ia menegaskan dengan kemandirian pangan tersebut, Indonesia tidak perlu lagi untuk impor beras.
"Indonesia berpeluang tidak hanya berhenti mengimpor, tetapi juga membuka pintu ekspor beras," sebutnya.
Perlancar Distribusi Hingga Tingkat Desa
Zulhas berharap, TNI dan Polri bisa memperlancar distribusi hingga tingkat desa. Zulhas mengungkapkan rencana pemerintah yang akan membangun gudang baru di Kabupaten Gowa dan Maros guna memperkuat cadangan logistik pangan.
"Sebagai bentuk dukungan lebih lanjut, pemerintah akan membangun gudang baru di Maros dan Gowa, serta kabupaten lain untuk memperkuat cadangan logistik pangan di daerah strategis," lanjutnya.
Kesiapan Daerah
Bupati Maros Chaidir Syam menyatakan kesiapan daerahnya mendukung target nasional. Pada 2025, produksi gabah Maros mencapai 309.654 ton.
Tahun ini, dengan dukungan infrastruktur seperti Bendungan Tompobulu, diharapkan lebih banyak lahan yang mencapai Indeks Pertanaman (IP) 300, atau tiga kali panen setahun.
"Target luas tanam padi di Maros untuk 2026 adalah 61 ribu hektare,” ucapnya.