Kemenhaj dan DPR Segera Bahas Biaya Haji 2027
Kemenhaj dan DPR akan membahas biaya haji 2027. Pemerintah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk avtur, kurs rupiah, dan layanan Saudi.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama DPR RI segera membahas besaran biaya penyelenggaraan ibadah haji untuk tahun 2027. Pembahasan tersebut akan mempertimbangkan sejumlah faktor yang memengaruhi biaya operasional haji, baik dari dalam maupun luar negeri.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan peluang penurunan biaya haji masih terbuka, namun keputusan akhir akan ditentukan melalui pembahasan bersama DPR.
"Nanti akan dibahas, kita akan bahas dengan DPR," kata pria yang akrab disapa Gus Irfan di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, penyelenggaraan haji tahun 2026 menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kenaikan harga avtur, kondisi global yang belum stabil, hingga pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Selain itu, pemerintah Arab Saudi juga melakukan penyesuaian tarif berbagai layanan yang digunakan jemaah selama menjalankan ibadah haji.
"Kemudian Pemerintah Saudi juga menaikkan layanan-layanannya yang otomatis juga akan berpengaruh pada nilai harganya. Itu juga nanti akan kita bicarakan dengan teman-teman DPR," ujar Gus Irfan.
Kampung Haji Jadi Salah Satu Solusi
Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan juga menyinggung perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah.
Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah Indonesia, tetapi juga berpotensi membantu menekan biaya penyelenggaraan haji pada masa mendatang.
"Beliau ingin Kampung Haji sebagai bagian upaya untuk peningkatan pelayanan bagi jemaah haji sekaligus untuk biaya, untuk menekan biaya haji," kata Gus Irfan.
DPR Soroti Tren Penurunan Biaya Haji
Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal mengatakan biaya haji dalam dua tahun terakhir telah mengalami penurunan sekitar Rp6 juta per jemaah.
Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang telah lama menunggu kesempatan berangkat ke Tanah Suci.
"Ongkos naik haji bisa berkurang dalam waktu dua tahun, 6 juta untuk 200 sekian ribu orang (jemaah) yang mereka betul-betul sudah bertahun-tahun ingin melaksanakan ibadah haji," ujar Cucun.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penurunan biaya haji 2026 sekitar Rp2 juta per jemaah meskipun harga avtur mengalami kenaikan.
"Kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026, kita turunkan harganya sekitar Rp2 juta. Walaupun harga avtur naik tapi kita berani menurunkan biaya haji untuk tahun ini," kata Prabowo saat rapat kerja pemerintahan di Istana Merdeka, Jakarta, April 2026.
Prabowo menyebut kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan dan kemudahan bagi masyarakat.
"Demikian komitmen pemerintah ini untuk melindungi rakyat paling bawah," tuturnya.