Kabar Baik! Kementerian Haji Isyaratkan Ongkos Haji 2026 Bisa Lebih Hemat
Pemerintah, kata Dahnil, tengah mengkaji berbagai efisiensi agar pelaksanaan ibadah haji tetap berkualitas namun lebih terjangkau bagi jemaah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan adanya peluang biaya haji tahun 2026 menjadi lebih rendah dari usulan awal sebesar Rp54.924.000.
Pemerintah, kata Dahnil, tengah mengkaji berbagai efisiensi agar pelaksanaan ibadah haji tetap berkualitas namun lebih terjangkau bagi jemaah.
Menurutnya, masih ada sejumlah komponen yang masih bisa diutak-atik, salah satunya komponen dari ongkos penerbangan.
"Penerbangan misalnya kan kontrak yang kita dorong itu tidak lagi kontrak year per year, tapi kontrak multi year Jadi kontrak per 3 tahun, kita evaluasi per setahun tapi kontraknya 3 tahun. Nah itu memberikan insentif agar bisa menurunkan harga penerbangan," kata Dahnil di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (28/10).
Menurut Dahnil, skema yang sama juga bisa diterapkan di syarikah, di mana syarikah dapat dikontrak pemerintah secara multiyears.
"Pun hampir semua kontrak, termasuk kontrak syarikah, kontrak akomodasi, semuanya itu menggunakan pendekatan kontrak multi year Per 3 tahun, itu untuk mencegah misalnya potensi kecurangan," kata dia.
Sebelumnya, Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyebut besaran biaya Haji 2026 akan diumumkan paling cepat tanggal 29 Oktober atau selambat-lambatnya pada 30 Oktober 2025.
“Kita upayakan di tanggal 30 (Oktober) paling lambat, sudah ada keputusan, tanggal 29 (Oktober) kita sudah selesai pembahasan panja, namun demikian bila dimungkinkan 29 (Oktober) untuk diumumkan, kita akan upayakan,” kata Marwan dalam rapat bersama Kementerian Haji, Selasa (28/10).
Biaya Haji 2026 Segera Diumumkan
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengusulkan besaran biaya haji 2026 adalah Rp 88 juta per jemaah atau turun Rp 1 juta dari tahun sebelumnya.
Marwan menyatakan DPR berharap agar angka itu masih bisa turun sampai Rp 2 juta per jemaah.
“Turun Rp 1 juta itu di mana turunnya? Itu nanti kita lihat. Bisa di konsumsi, bisa di tiket pesawat, bisa di pemondokan kira-kira begitu. Belum bisa disebutkan,” kata dia.
Komisi VIII Soroti Kru Maskapai Haji Pakai Rok Mini, Minta Sesuai Syariah
Marwan Dasopang menyoroti penampilan kru maskapai yang melayani jemaah haji Indonesia. Ia menyebut, penampilan pramugari maskapai luar ada yang mengenakan setelan rok tinggi (mini).
Hal tersebut disampaikan Marwan Dasopang saat Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Haji dan Umrah, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (28/10).
"Kita menemukan layanan pesawat ini ternyata krunya sekaligus disewa. Jadi menyewa pesawat, bersyarat kru semuanya ada di situ. Maka yang melayani jemaah kita itu roknya tinggi-tinggi," kata Marwan dalam rapat.
Menurut Marwan, maskapai hanya memperbolehkan dua orang Indonesia menjadi kru di sana.
"Hanya dibolehkan 2 orang saja Indonesia. Yang lainnya itu tetap dia punya. Makanya sebetulnya berbasis nusantara," kata dia.
“Karena kita itu menyewa keluar, rupanya menyewa include. Nah itu dia nggak mau disewa pesawatnya, harus dengan orang-orangnya. Lah kita meninjau itu ya kurang pas lah, penampilannya kurang. Tentu jemaah kita dari kampung-kampung takut lah. Ini nanti kita bahas ya," sambungnya.