Fase Puncak Haji Tuntas, Seluruh Jamaah Haji Indonesia Tinggalkan Mina
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengonfirmasi seluruh jamaah haji Indonesia telah tinggalkan Mina, menandai tuntasnya fase puncak ibadah haji Armuzna.
Makkah, Arab Saudi – Seluruh jamaah haji Indonesia telah meninggalkan Mina pada Sabtu, 13 Dzulhijjah 1447 H, menandai berakhirnya fase puncak ibadah haji Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Konfirmasi ini disampaikan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak, saat meninjau langsung proses akhir pergerakan jamaah di Mina.
Proses keberangkatan jamaah ini mencakup mereka yang mengambil nafar tsani, yaitu rombongan terakhir yang menyelesaikan lontar jumrah. Sebelumnya, jamaah nafar awal juga telah diberangkatkan, memastikan tidak ada lagi jamaah yang tertinggal di tenda-tenda Mina.
Menurut Wamenhaj Dahnil, per pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS), seluruh tenda jamaah haji Indonesia di Mina sudah kosong. Keberhasilan ini menunjukkan kelancaran dalam penuntasan salah satu tahapan krusial dalam ibadah haji tahun ini.
Evaluasi Penyelenggaraan Armuzna 2026
Secara umum, fase Armuzna tahun ini dinilai telah dilalui dengan baik, dengan sejumlah kemajuan signifikan dalam layanan dan tata kelola. Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengapresiasi perubahan positif yang terjadi dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Meskipun demikian, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga mencatat beberapa hal penting yang memerlukan evaluasi lebih lanjut. Catatan ini terutama berkaitan dengan pelayanan di tenda Arafah dan Mina, serta tata kelola mabit di Muzdalifah, termasuk skema murur.
“Catatan-catatan dari berbagai pihak kami terima dengan baik. Terkait pelayanan di tenda Mina, tenda Arafah, juga tata kelola mabit di Muzdalifah maupun murur, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” ujar Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak. Kemenhaj berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di masa mendatang.
Atas nama Kemenhaj, Dahnil juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jamaah haji Indonesia apabila masih terdapat kekurangan atau kekhilafan selama fase puncak Armuzna. Ia menegaskan bahwa semua kekurangan tersebut menjadi tanggung jawab penuh Kemenhaj.
Apresiasi dan Transisi ke Fase Pemulangan
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan apresiasi tinggi kepada jamaah haji Indonesia yang telah mengikuti arahan dengan tertib selama berada di Mina. Ketertiban jamaah turut berkontribusi pada kelancaran seluruh rangkaian ibadah.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada seluruh petugas haji yang telah mendedikasikan diri dalam melayani jamaah. Dedikasi para petugas menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kenyamanan dan keamanan jamaah selama di Tanah Suci.
“Sekali lagi, terima kasih untuk jamaah yang sudah sangat tertib. Terima kasih juga kepada seluruh petugas yang mendedikasikan dirinya di Mina. Mudah-mudahan semua upaya kita diridai oleh Allah SWT,” kata Wamenhaj.
Setelah fase Armuzna selesai, penyelenggaraan ibadah haji akan memasuki tahapan pemulangan jamaah ke Tanah Air. Kemenhaj meminta seluruh petugas untuk tetap bekerja dengan penuh dedikasi, menjaga pelayanan di hotel-hotel, serta mengedepankan sikap simpatik dan empatik.
Imbauan untuk Jamaah dan KBIHU
Dalam fase pemulangan ini, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta seluruh jamaah haji Indonesia untuk tetap tertib. Penting bagi jamaah untuk menjaga kondisi kesehatan dan tidak berlebihan melakukan aktivitas di luar hotel.
Kesehatan jamaah menjadi prioritas utama hingga mereka kembali ke Tanah Air dengan selamat. Oleh karena itu, istirahat yang cukup dan menghindari aktivitas fisik berlebihan sangat ditekankan.
“Kami mengimbau kepada KBIHU yang membawa jamaah, juga kepada seluruh jamaah, untuk tetap tertib. Tidak berlebihan melakukan kegiatan, agar kondisi kesehatan tetap terjaga hingga kembali ke Tanah Air,” tegas Wamenhaj Dahnil.
Sumber: AntaraNews