Pemkot Malang Targetkan 3.000 Lulusan SMA/SMK Terserap di Job Fair Malang 2026
Pemerintah Kota Malang berambisi menyerap 3.000 tenaga kerja lulusan SMA/SMK melalui Job Fair Malang 2026, fokus menekan angka pengangguran di sektor pendidikan menengah atas.
Pemerintah Kota Malang berencana menggelar bursa kerja atau job fair pada tahun 2026 dengan target ambisius. Acara ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 3.000 tenaga kerja, khususnya dari kalangan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah setempat. Inisiatif ini merupakan upaya konkret Pemkot Malang dalam menekan angka pengangguran terbuka.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menyatakan optimisme terhadap target tersebut. Ia mengungkapkan, "Pada 2025 tenaga kerja yang terserap melalui job fair ini 2.500 orang lulusan SMA/SMK dan untuk tahun ini kami tidak muluk-muluk, paling tidak serapannya bisa 3.000 orang lulusan SMA/SMK." Fokus utama adalah memberikan kesempatan kerja bagi lulusan pendidikan menengah atas.
Job fair ini menjadi salah satu strategi Pemkot Malang untuk mengatasi tantangan ketenagakerjaan lokal. Dengan menggandeng lebih banyak perusahaan, diharapkan semakin banyak peluang yang terbuka. Pelaksanaan job fair ini direncanakan berlangsung pada bulan Agustus 2026.
Fokus Penyerapan Lulusan SMA/SMK untuk Tekan Pengangguran
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) di kota tersebut pada tahun 2025 mencapai 5,69 persen. Angka ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Terdapat total 694.904 penduduk usia kerja di Kota Malang.
Dari jumlah tersebut, 486.794 orang masuk kategori angkatan kerja, sementara 210.110 orang lainnya bukan angkatan kerja. Lebih lanjut, dari angkatan kerja, 459.084 orang telah bekerja dan 27.710 orang masih menganggur. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk menciptakan lapangan kerja baru.
Secara spesifik, lulusan SMK menyumbang 7,24 persen terhadap TPT Kota Malang, sedangkan lulusan SMA berkontribusi 5,14 persen. Statistik ini menegaskan bahwa kelompok lulusan pendidikan menengah atas merupakan segmen yang paling membutuhkan perhatian dalam hal penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, Pemkot Malang memfokuskan program Job Fair Malang 2026 pada segmen ini.
Arif Tri Sastyawan menegaskan bahwa sebagian besar penerimaan pekerjaan yang ditawarkan akan mensyaratkan ijazah SMA/SMK. Ia menambahkan, "Makanya untuk penerimaan rata-rata itu ijazah SMA/SMK, mudah-mudahan target dari kami tercapai." Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah kota untuk secara langsung mengatasi masalah pengangguran di kalangan lulusan sekolah menengah.
Target Perusahaan dan Mekanisme Pelaksanaan Job Fair Malang 2026
Untuk mencapai target penyerapan 3.000 tenaga kerja, Disnaker PMTSP Kota Malang berencana menggandeng lebih banyak penyedia lapangan pekerjaan. Proyeksi menunjukkan bahwa penyelenggaraan job fair tahun 2026 akan diikuti oleh 70 perusahaan atau lebih. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2025 yang hanya melibatkan 65 perusahaan.
Peningkatan jumlah perusahaan peserta diharapkan dapat memperluas variasi lowongan kerja yang tersedia. Sektor yang akan terlibat juga beragam, mulai dari perhotelan hingga industri. Arif Tri Sastyawan menjelaskan, "Kalau sektornya ada perhotelan sampai industri sehingga kami tidak hanya menggandeng perusahaan dari Kota Malang tetapi sampai Pasuruan."
Keterlibatan perusahaan dari wilayah sekitar menunjukkan komitmen Pemkot Malang dalam memfasilitasi pertemuan antara pencari kerja dan penyedia lapangan kerja. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan pilihan pekerjaan yang lebih luas dan relevan bagi para pencari kerja.
Meskipun target penyerapan dan jumlah perusahaan telah diproyeksikan, detail mengenai tanggal pasti dan mekanisme pelaksanaan Job Fair Malang 2026 masih dalam tahap pembahasan. Rencananya, acara ini akan diselenggarakan pada bulan Agustus 2026. Pembahasan ini penting untuk memastikan kelancaran dan efektivitas agenda bursa kerja tersebut.
Sumber: AntaraNews