Kemenhaj: Pergerakan Jamaah Nafar Tsani dari Mina ke Makkah Berjalan Lancar
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengonfirmasi bahwa pergerakan Jamaah Nafar Tsani haji Indonesia dari Mina menuju Makkah berjalan lancar dan tertib, menandai berakhirnya fase mabit di Mina.
Mina, Arab Saudi – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengumumkan bahwa jamaah haji Indonesia yang memilih nafar tsani telah memulai pergerakan dari Mina menuju Makkah. Proses kepulangan ini berlangsung setelah selesainya fase mabit di Mina pada hari Tasyrik ketiga, Sabtu, yang bertepatan dengan 13 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Seluruh rangkaian puncak ibadah haji, meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), dilaporkan berjalan dengan lancar, tertib, dan terkendali.
Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha menyampaikan apresiasinya atas kedisiplinan tinggi yang ditunjukkan oleh seluruh jamaah haji Indonesia. Kedisiplinan ini menjadi faktor krusial dalam menjaga kelancaran, keselamatan, serta kenyamanan selama fase Mina berlangsung. Ichsan menegaskan bahwa ketaatan jamaah terhadap arahan petugas sangat membantu dalam mengoptimalkan proses ibadah haji.
Setelah melaksanakan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, serta mabit di Mina, jamaah juga telah menuntaskan lontar jumrah. Pada hari Tasyrik ketiga, jamaah nafar tsani melaksanakan lontar tiga jumrah, yaitu Ula, Wustha, dan Aqabah, sebagai bagian dari penyempurnaan rangkaian ibadah haji mereka.
Kelancaran Fase Armuzna dan Apresiasi Kemenhaj
Rangkaian puncak ibadah haji yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah berhasil dilaksanakan dengan baik dan terkendali. Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menyatakan bahwa seluruh tahapan krusial ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Hal ini berkat koordinasi yang solid antara petugas dan kepatuhan jamaah terhadap jadwal yang telah ditetapkan.
Ichsan secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jamaah haji Indonesia atas kedisiplinan mereka. Kepatuhan jamaah dalam mengikuti arahan petugas, menjaga ketertiban, dan melaksanakan pergerakan menuju Jamarat sesuai jadwal sangat penting. Kedisiplinan ini menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan selama fase mabit di Mina berlangsung.
Pada hari Tasyrik ketiga, jamaah haji Indonesia yang mengambil nafar tsani telah menuntaskan lontar tiga jumrah, yaitu Ula, Wustha, dan Aqabah. Proses lontar jumrah ini merupakan bagian integral dari rangkaian ibadah haji. Pelaksanaan yang tertib memastikan semua jamaah dapat menyelesaikan kewajiban ini dengan baik.
Pengaturan Pergerakan dan Peran Satgas Mina
Kemenhaj mengimbau seluruh jamaah haji Indonesia yang mengambil nafar tsani untuk menuntaskan lontar jumrah sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Penting bagi jamaah untuk tidak melaksanakan lontar di luar waktu yang diatur guna menghindari penumpukan dan menjaga ketertiban. Setelah itu, jamaah diminta segera kembali ke tenda masing-masing di Mina untuk bersiap mengikuti proses pergerakan menuju Makkah.
Imbauan ini sangat penting untuk memastikan proses kepulangan jamaah dari Mina menuju Makkah berlangsung tertib, aman, dan terkoordinasi. Hal ini juga bertujuan untuk menghindari kepadatan pada jalur mobilisasi yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan. Jamaah juga diminta untuk tetap mengikuti arahan petugas, menjaga ketertiban, dan memastikan barang bawaan tidak tertinggal.
Untuk mendukung kelancaran layanan dan kenyamanan jamaah, Kemenhaj telah menempatkan 1.356 Petugas Satgas Mina di sejumlah titik pantau dan jalur pergerakan. Petugas ini bertugas untuk layanan, pengawasan, pengaturan arus jamaah, serta respons cepat terhadap kebutuhan di lapangan. Pos pantau Satgas Mina ditempatkan di lokasi strategis seperti Jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, gerbang terowongan Muaisim Turki, dan depan Syarikah.
Pos-pos tersebut memiliki peran vital dalam mengarahkan jamaah haji Indonesia menuju Jamarat dan membantu pengaturan arus saat pelaksanaan lontar jumrah. Selain itu, petugas juga mengantisipasi kepadatan dan memastikan jamaah yang kembali dari Jamarat tetap berada pada jalur yang aman. Ini juga mencegah jamaah mengambil jalan pintas yang berisiko tinggi.
Antisipasi Kondisi Lalu Lintas dan Imbauan Kesehatan
Mulai Sabtu pagi waktu Arab Saudi, jamaah yang melaksanakan nafar tsani mulai diberangkatkan dari Mina menuju Makkah untuk kembali ke hotel masing-masing. Kemenhaj mengingatkan bahwa lalu lintas menuju hotel diperkirakan masih padat dan kemungkinan terdapat pengalihan jalur transportasi. Oleh karena itu, kesabaran jamaah sangat dibutuhkan selama perjalanan.
Kemenhaj mengupayakan agar jamaah dapat diturunkan di depan hotel mereka di Makkah. Namun, apabila tidak memungkinkan karena adanya penutupan jalan, bus akan menurunkan jamaah di lokasi terdekat dengan hotel. Pihak Kemenhaj memohon pengertian dan dukungan dari jamaah terkait situasi ini.
Selain itu, Kemenhaj juga terus mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan, mengingat kondisi cuaca di Mina pada siang hari masih cukup panas. Jamaah diminta untuk memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan secara teratur, dan menggunakan payung atau pelindung kepala saat berada di luar tenda. Pembatasan aktivitas fisik yang tidak perlu juga disarankan untuk menjaga stamina.
Perhatian khusus juga diminta bagi jamaah lansia, disabilitas, perempuan, serta jamaah dengan risiko kesehatan tinggi. Kemenhaj meminta keluarga, ketua rombongan, ketua regu, dan sesama jamaah untuk memberikan perhatian lebih kepada mereka. Semangat gotong royong dan ukhuwah diharapkan tetap terjaga untuk mewujudkan ibadah haji yang aman, tertib, nyaman, dan penuh keberkahan.
Sumber: AntaraNews