Bulog Pastikan Pasokan Beras Aman di Wilayah Bencana Sumatera
Direktur Utama Bulog tegaskan Pasokan Beras Bulog di wilayah bencana Sumatera aman, stok dilipatgandakan tiga kali lipat kebutuhan untuk antisipasi.
JAKARTA – Perum Bulog memastikan ketersediaan Pasokan Beras Bulog di wilayah bencana Sumatera tetap aman dan mencukupi. Kebijakan ini diambil setelah pemerintah menugaskan Bulog untuk melipatgandakan stok hingga tiga kali lipat dari kebutuhan normal setiap kabupaten/kota di daerah terdampak bencana. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pangan secara mendadak.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan penegasan ini dalam jumpa pers bertajuk "Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026" di Jakarta pada Jumat, 3 Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjadi dasar utama kebijakan penambahan cadangan beras ini. Tujuannya adalah agar pemerintah daerah tidak mengalami kekurangan pangan saat situasi darurat.
Penyaluran beras dilakukan secara masif ke berbagai titik di Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat. Bulog juga berupaya mengatasi tantangan distribusi, seperti akses jalan yang terputus, dengan berkolaborasi bersama TNI Angkatan Udara dan Angkatan Laut. Ini dilakukan agar bantuan dapat segera menjangkau warga yang membutuhkan.
Strategi Pengamanan Stok Beras di Wilayah Bencana
Untuk memastikan Pasokan Beras Bulog tetap terjaga, Bulog telah menerima instruksi khusus dari Presiden dan Menteri Pertanian. Instruksi tersebut mengamanatkan penggandaan stok beras hingga tiga kali lipat dari kebutuhan normal di setiap provinsi dan kabupaten/kota yang berpotensi terdampak bencana. Kebijakan ini merupakan langkah proaktif pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Sebagai contoh nyata dari implementasi strategi ini, Kabupaten Bener Meriah di Aceh yang mengajukan permintaan tambahan 1.000 ton beras, langsung dipenuhi Bulog menjadi 3.000 ton. Penambahan signifikan ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan pangan yang memadai bagi masyarakat setempat selama masa tanggap darurat bencana banjir. Langkah ini menunjukkan kesigapan Bulog dalam merespons kebutuhan mendesak.
Rizal Ramdhani menegaskan, "Kami sesuai arahan Bapak Presiden maupun Bapak Menteri Pertanian, kita diperintahkan untuk melipatgandakan tiga kali lipat kebutuhan dari masing-masing provinsi maupun kabupaten/kota." Penyaluran beras secara masif terus digencarkan untuk memastikan setiap daerah memiliki cadangan yang cukup. Ini penting agar tidak ada wilayah yang mengalami kekurangan pangan saat terjadi situasi tak terduga.
Rincian Distribusi Pasokan Beras Bulog di Sumatera
Provinsi Aceh telah menerima total 8.670 ton beras dari Bulog, dengan stok yang tersedia saat ini mencapai sekitar 75.000 ton. Stok ini tersebar di berbagai gudang Bulog di wilayah kabupaten/kota strategis, memastikan aksesibilitas yang baik. Upaya ini dilakukan untuk menjamin Pasokan Beras Bulog selalu ada bagi masyarakat Aceh.
Untuk daerah yang tidak memiliki gudang Bulog seperti Bener Meriah, distribusi disokong dari gudang terdekat di wilayah Takengon. Sementara itu, Aceh Tamiang dilayani dari gudang di Langsa, dan memanfaatkan gudang sementara di Gelanggang Olahraga (GOR) setempat. Pemanfaatan GOR ini mempercepat penyaluran bantuan darurat bencana. "Alhamdulillah sampai dengan hari ini di GOR Aceh Tamiang itu sudah cukup banyak (stok beras), tinggal nanti masing-masing kabupaten/kota memanajemennya untuk mendistribusikannya ke masing-masing kecamatan atau bahkan desa," jelas Rizal.
Di Sumatera Utara, Bulog telah menyalurkan 4.482 ton beras, dengan stok gudang yang sangat besar mencapai 125.781 ton. Jumlah ini memastikan bahwa Pasokan Beras Bulog bagi wilayah terdampak di Sumatera Utara lebih dari mencukupi. Sementara itu, Sumatera Barat telah menerima penyaluran 1.069 ton beras, dengan stok gudang sekitar 8.527 ton yang siap digerakkan sesuai perkembangan situasi lapangan.
Mengatasi Tantangan Distribusi dengan Kolaborasi
Salah satu tantangan utama dalam distribusi Pasokan Beras Bulog adalah keterbatasan akses darat, terutama akibat jembatan putus di beberapa lokasi bencana. Kondisi ini memerlukan moda transportasi alternatif agar bantuan dapat cepat tiba kepada masyarakat terdampak. Bulog terus mencari solusi inovatif untuk mengatasi hambatan geografis ini.
Rizal Ramdhani menegaskan, "Jadi saudara-saudara kita yang di daerah bencana tidak perlu bimbang dan ragu untuk beras-beras kita cukup banyak. Tinggal proses bagaimana mendistribusikannya." Untuk mengatasi hambatan distribusi, Bulog berkolaborasi erat dengan TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Laut. Kolaborasi ini memanfaatkan jalur udara dan laut, termasuk penggunaan helikopter dan pesawat Hercules.
Kerja sama dengan TNI AU dan TNI AL, serta BNPB, sangat krusial dalam mempercepat penyaluran bantuan secara efektif. "Kalau tidak ada akses laut kita gunakan akses udara menggunakan helikopter maupun pesawat-pesawat Hercules yang dibantu oleh TNI AU maupun teman-teman dari BNPB," kata Rizal. Hingga 2 Januari 2026, total bantuan beras yang telah disalurkan untuk bencana hidrometeorologi di Sumatera mencapai 14.227 ton, dan penyaluran akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan lapangan.
Sumber: AntaraNews