Bahlil Singgung IUP Raja Ampat: Saya Belum Ada di Muka Bumi Barang Ini Sudah Ada
Menteri ESDM melaporkan hasil kerja serta evaluasi pada tahun 2025 dan target yang akan dilaksanakan di 2026.
Komisi XII DPR RI menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Selasa, 12 November 2025. Menteri ESDM didampingi SKK Migas, Pak Wamen, serta Sekjen baru ESDM.
Menteri ESDM melaporkan hasil kerja serta evaluasi pada tahun 2025 dan target yang akan dilaksanakan di 2026. Pada Raker kali ini Bahlil memaparkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). "Alhamdulillah, dari target APBN kita sudah bisa kita realisasikan sebesar 78,74% dari target PNBP," ujar Bahlil di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/11).
Bahlil menjelaskan bahwa dalam APBN produksi minyak sampai bulan Oktober 2025 ini sudah mencapai 605,8 ribu barel per day. "Kami mohon dukungan dari pimpinan dan seluruh anggota Komisi XII dalam mewujudkan ini, karena sumur-sumur kita ini semakin tua dan dibutuhkan akselerasi," ujar Bahlil.
Fokus KPI, Bukan Main Pingpong Undang-undang
Menjawab pertanyaan dari anggota fraksi PDI Perjuangan, Pak Gunhar, mengenai kelanjutan pembahasan Undang-Undang Migas dan EBTKE, Bahlil merespons dengan menyebut "halus banget cara masuknya" dan menegaskan bahwa inisiatif legislasi ada di tangan DPR.
"Jadi jangan bermain pingpong dilepas ke sini. Saya masih fokus untuk menjalankan apa yang diperintahkan oleh Presiden Prabowo," ujar Bahlil.
Ia dengan tegas menyatakan bahwa prioritasnya saat ini adalah menjalankan mandat eksekutif.
"Urusan undang-undang silakan, tapi saya lagi fokus untuk mencapai KPI yang ada dalam APBN," tegasnya.
Aksi Punya Nyali: Cabut IUP hingga Legalisasi Sumur Rakyat
Menteri Bahlil juga merespons terkait tata kelola pertambangan. Bahlil mengaku bingung dengan protes yang muncul saat pemerintah mencabut IUP, seperti dalam kasus Raja Ampat. "Raja Ampat kan 5 IUP, Pak. Lima IUP itu, satu yang dikelola oleh BUMN yang namanya PT Gag Nikel," ujar Bahlil dengan bingung.
Ia menegaskan PT Gag Nikel ini merupakan anak perusahaan milik Antam dan kontrak karyanya sudah dilakukan sejak tahun 70-an. Bahlil mengatakan IUP di Raja Ampat sudah terbit sejak lampau.
"Ibu saya sama ayah saya belum ketemu, Pak. Barang ini (IUP Raja Ampat) sudah ada. Saya belum ada di muka bumi, tapi dikaitkan seolah-olah itu saya yang urus."
"Ada kelebihan, kekurangan, Itu biasa. Tugas kita adalah yang sudah bagus kita lanjutkan, yang belum bagus kita sempurnakan," ujar Bahlil.
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie