Airlangga Pastikan Pasar Modal Tetap Berjalan Meski Ada Transisi Pimpinan OJK dan BEI
Menko Perekonomian Airlangga menegaskan bahwa pasar modal tetap beroperasi secara normal meskipun ada perubahan kepemimpinan di OJK dan BEI.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kegiatan pasar modal Indonesia akan terus berjalan normal meskipun ada proses transisi kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pernyataan ini disampaikannya setelah Presiden RI Prabowo Subianto memberikan instruksi kepada Kementerian Keuangan serta jajaran OJK dan BEI untuk memastikan kelangsungan operasional bursa dan stabilitas pasar.
"Bapak Presiden telah menginstruksikan Kementerian Keuangan serta jajaran pengurus OJK dan Bursa Efek Indonesia untuk memastikan bahwa kegiatan operasional bursa tetap berjalan dengan normal dengan kepemimpinan transisi," ujar Airlangga dalam konferensi pers, dikutip Minggu (1/2).
Pernyataan tersebut merupakan respons terhadap dinamika yang terjadi di pasar modal setelah beberapa pimpinan OJK dan BEI mengundurkan diri pada Jumat (30/1).
Pengunduran diri ini terjadi bersamaan dengan penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan meningkatnya perhatian dari lembaga internasional terhadap tata kelola pasar modal di Indonesia.
Meskipun situasi ini cukup menantang, pemerintah menegaskan bahwa menjaga stabilitas pasar adalah prioritas utama, dan semua aktivitas perdagangan saham akan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada.
Fungsi Kelembagaan Harus Dijaga
Airlangga menegaskan bahwa tidak akan ada kekosongan dalam kepemimpinan di OJK maupun BEI.
Untuk memastikan keberlangsungan fungsi kelembagaan, pemerintah berencana untuk menunjuk pejabat pelaksana tugas atau pejabat sementara di posisi strategis yang ditinggalkan.
Saat ini, posisi Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK diisi sementara oleh Friderica Widyasari Dewi.
Di sisi lain, BEI belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan menggantikan Direktur Utama BEI Iman Rachman yang telah mengundurkan diri.
“Pejabat pelaksana tugas atau PJS itu akan memastikan seluruh fungsi regulasi, aktivitas perdagangan, dan tugas pengawasan berjalan tanpa gangguan,” ujar Airlangga.
Langkah ini diambil untuk menjamin bahwa pengawasan dan aktivitas pasar modal tetap berjalan dengan baik, serta untuk menjaga kepercayaan investor di tengah masa transisi kepemimpinan yang sedang berlangsung.
Dukungan Penuh
Airlangga menegaskan keyakinannya bahwa pasar modal Indonesia memiliki dasar yang kokoh untuk menghadapi berbagai tantangan.
Ia berpendapat bahwa sistem yang ada saat ini telah dibangun dengan standar tata kelola yang baik serta praktik terbaik internasional.
"Institusi kita kuat karena sistem dikelola sesuai dengan standar good governance dan best practices," ungkapnya.
Dengan adanya sistem yang solid dan dukungan penuh dari pemerintah, Airlangga percaya bahwa aktivitas pasar modal akan tetap stabil serta mampu mempertahankan kepercayaan investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan di pasar dan memastikan koordinasi antarotoritas berjalan dengan efektif.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasar keuangan nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai tantangan global yang masih ada.
Dengan demikian, pasar modal Indonesia diharapkan dapat berfungsi dengan baik dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.