Mensesneg Nilai Timsel Tak Mendesak untuk Pergantian Antar Waktu Pejabat OJK dan Dirut BEI
Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan pengisian PAW pejabat OJK dan Dirut BEI tidak harus melalui tim seleksi karena menjadi kewenangan Presiden.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pengisian kekosongan jabatan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak mutlak melalui pembentukan Tim Seleksi (Timsel). Hal ini untuk mempercepat waktu.
“Sudah. Sudah kemarin siang. Sudah selesai. Rencananya begitu (bentuk Timsel), untuk mengisi kekosongan yang tiga. Tetapi kan juga sebetulnya mungkin tidak perlu timsel ya untuk mempercepat waktu ya,” ujarnya kepada wartawan di Sentul Internasional Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
Pada persoalan ini, Prasetyo menegaskan, mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) berada dalam kewenangan Presiden Republik Indonesia.
“Karena mengisi PAW karena masih menjadi ranah kewenangan dari Bapak Presiden untuk bisa mengusulkan nama-nama,” tegasnya.
Gelombang Pengunduran Diri OJK dan BEI
Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat (30/1/2026). Pengunduran diri tersebut diikuti oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner I.B. Aditya Jayaantara.
Tak lama berselang, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara juga menyatakan mundur dari jabatannya. Mahendra menyebut langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral di tengah dinamika pasar modal.
Pengunduran diri para pejabat OJK itu telah disampaikan sesuai ketentuan perundang-undangan dan akan diproses berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK sebagaimana diperkuat oleh UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang P2SK.
Di sisi lain, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman juga resmi mengundurkan diri pada hari yang sama. Ia menyampaikan keputusan tersebut secara langsung di Gedung BEI, Jakarta.
“Hari ini saya akan menyampaikan satu statement, teman-teman juga udah ngikutin 2 hari terakhir bagaimana kondisi market kita 2 hari terakhir, walaupun kondisi kita pagi hari ini membaik, saya ingin menyampaikan statement dan ini tidak ada tanya jawab bahwa saya sebagai Direktur dan Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi 2 hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman kepada wartawan.
Ia berharap pengunduran dirinya dapat berdampak positif bagi stabilitas dan kepercayaan pasar modal Indonesia.