Pansel Sudah Dibentuk, Menkeu Purbaya Target Ketua OJK Baru Terpilih 2 Pekan

Purbaya Yudhi Sadewa memastikan panitia seleksi (pansel) telah dibentuk untuk mencari pengganti empat pejabat OJK yang mengundurkan diri.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Pansel Sudah Dibentuk, Menkeu Purbaya Target Ketua OJK Baru Terpilih 2 Pekan
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa yakin IHSG akan menguat pada pembukaan Senin (2/2), menepis kekhawatiran pasar. Simak alasan di balik optimisme Menkeu Purbaya terhadap IHSG! (AntaraNews)

Pemerintah bergerak cepat menyikapi kekosongan jabatan di tubuh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan panitia seleksi (pansel) telah dibentuk untuk mencari pengganti empat pejabat OJK yang mengundurkan diri.

Langkah ini diambil menyusul mundurnya sejumlah petinggi lembaga pengawas sektor keuangan tersebut, termasuk Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman. Purbaya menegaskan, proses seleksi sudah mulai berjalan.

"Ada (pansel), sudah kita mulai. Kita mulai prosesnya hari ini," kata Purbaya kepada wartawan usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).

Meski demikian, ia belum dapat mengungkap siapa saja kandidat yang akan mengisi kursi kosong tersebut. Ia juga menegaskan tidak ada arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait nama-nama pengganti.

"Sebentar, belum-belum (nama-nama). Tidak ada (presiden mengarahkan). Kita tunjuk aja berapa orang, karena kita mau secepat seminggu-dua minggu harus ada ketua OJK baru yang definitif," tegasnya.

Menurutnya, proses pengisian jabatan tidak akan memakan waktu lama. Pemerintah menargetkan dalam waktu satu hingga dua minggu sudah ada kepastian mengenai pimpinan baru OJK.

"Saya pikir bentar lagi juga naik. Pansel mulai dimulai sekarang kan, dimulai prosesnya hari ini, sudah mulai jalan. Saya pikir cepat seminggunya sudah ada clear siapa yang menjadi ketua OJK," ungkapnya.

"Mungkin dalam waktu dua minggu paling lambat kita punya ketua OJK baru. Pansel kan baru dimulai," pungkasnya.

Empat Pejabat OJK Mundur

Sebelumnya, gejolak di sektor pasar modal turut diiringi gelombang pengunduran diri pejabat tinggi OJK. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar resmi melepas jabatannya pada Jumat, 30 Januari 2026.

Pada hari yang sama, dua pejabat lainnya juga menyatakan mundur, yakni Inarno Djajadi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK), serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) I.B. Aditya Jayaantara.

Mahendra menjelaskan, pengunduran diri tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral di tengah tekanan yang dihadapi sektor jasa keuangan. Langkah itu diharapkan dapat mendukung proses pemulihan dan penguatan kepercayaan publik.

Tak lama berselang, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara juga menyatakan mundur dari jabatannya.

Seluruh pengunduran diri itu telah disampaikan sesuai ketentuan perundang-undangan dan akan diproses mengikuti mekanisme dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, yang diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Dirut BEI Iman Rachman Ikut Mundur

Di waktu hampir bersamaan, Direktur Utama BEI Iman Rachman juga mengambil keputusan serupa. Ia menyatakan pengunduran diri sebagai bentuk tanggung jawab atas tekanan yang terjadi di pasar modal dalam dua hari terakhir.

Iman menyampaikan langsung keputusannya kepada media di Gedung BEI tanpa sesi tanya jawab.

“Hari ini saya akan menyampaikan satu statement, teman-teman juga udah ngikutin 2 hari terakhir bagaimana kondisi market kita 2 hari terakhir, walaupun kondisi kita pagi hari ini membaik, saya ingin menyampaikan statement dan ini tidak ada tanya jawab bahwa saya sebagai Direktur dan Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi 2 hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman kepada wartawan.

Ia menilai, meski perdagangan mulai menunjukkan perbaikan, pengunduran diri tetap menjadi langkah terbaik demi menjaga stabilitas dan memulihkan kepercayaan investor.

“Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal, semoga dengan pengunduran saya ini pasar modal kita jadi lebih baik,” katanya.

Rekomendasi