Iran Ngamuk, Pangkalan Militer AS di Qatar Dibombardir
Terbaru, pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar & Irak dibombardir Iran.
Iran kembali mengamuk. Terbaru, Iran meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar dan Irak, pada Senin (23/6) waktu setempat.
Serangan yang dijuluki 'Promise of Victory (Janji Kemenangan)' ini diluncurkan sebagai aksi balasan Iran atas serangan Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir miliknya pada Minggu (22/6).
Serangan terbaru dari Iran ini tentu berhasil menjadi sorotan dunia. Terlebih kali ini Iran menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di dua negara di Timur Tengah.
Lantas bagaimana informasi selengkapnya? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (24/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Iran Serang Pangkalan Militer Amerika di Qatar & Irak
Melansir dari Al Jazeera, Iran mengatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan serangan rudal terhadap pasukan Amerika Serikat, pada Senin (23/6). Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengonfirmasi serangan rudal balistik ini diluncurkan di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar.
Pangkalan Al Udeid ini sendiri dikabarkan menampung ribuan pasukan militer Amerika Serikat. Pangkalan ini juga mencakup markas depan Komando Pusat Amerika Serikat beserta Pasukan Operasi Khusus dan udaranya.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan bahwa serangan itu dilakukan di luar wilayah pemukiman di Qatar dan bahwa itu "tidak menimbulkan ancaman apa pun bagi negara yang bersahabat dan bersaudara".
Setelah meluncurkan serangan, Iran mengatakan akan membela rakyatnya hingga saat terakhir. Juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani menyatakan di media sosial bahwa kebijakan mereka jelas yakni pihaknya tidak memulai perang, akan tetapi mereka akan membela kehidupan dan martabat rakyat hingga saat terakhir.
Qatar Akui Berhasil Gagalkan Serangan Iran
Serangan rudal Iran rupanya berhasil digagalkan oleh Qatar. Kementerian Pertahanan Qatar mengatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat 18 dari 19 rudal yang ditembakkan.
Pejabat Qatar menjelaskan bahwa Qatar telah menerima informasi pangkalan-pangkalan di wilayah tersebut menjadi sasaran Iran. Termasuk pangkalan udara Al Udeid.
Pada pukul 19.30 waktu setempat, pihaknya menerima laporan bahwa tujuh rudal diluncurkan dari Iran menuju pangkalan udara Al Udeid. Satu rudal berhasil mendarat di pangkalan udara Al Udeid.
Akan tetapi, tidak ada korban dari serangan rudal tersebut. Sebab, dijelaskan pangkalan udara Al Udeid telah dievakuasi sebelum serangan terjadi.
"Kami bangga dengan respons terhadap serangan hari ini, dan tidak ada kerusakan yang dilaporkan," ujarnya.
Situasi Qatar Stabil
Lebih lanjut, Kementerian Dalam Negeri Qatar mengungkapkan situasi di negaranya "benar-benar stabil". Pihaknya juga menjelaskan bahwa semua otoritas bekerja sama untuk memastikan keselamatan publik.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Qatar juga menyatakan bahwa kehidupan kembali "normal" dan menegaskan kembali seruannya bagi pihak yang bertikai untuk berunding.
Juru bicara Jabr al-Naimi mengatakan keselamatan warga negara dan penduduk adalah "prioritas utama".
"Kami tidak akan membiarkan krisis atau konflik internasional atau eksternal memengaruhi kehidupan kami di Qatar," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.
Qatar juga telah mengumumkan pembukaan kembali wilayah udaranya setelah penangguhan singkat akibat serangan 19 rudal yang ditembakkan dari Iran.
Kedutaan Besar AS di Qatar juga telah mencabut anjuran bagi warganya untuk berlindung. Dalam sebuah pernyataan di situs webnya, kedutaan besar AS mencabut panduan berlindung di tempat yang berlaku.
"Kedutaan besar akan dibuka kembali besok, dan layanan konsuler akan terus berlanjut tanpa gangguan," kata pernyataan itu.
Respon Trump atas Serangan Rudal Iran
Pejabat AS pun telah mengonfirmasi pangkalan tersebut memang benar telah diserang oleh rudal balistik jarak pendek dan jarak menengah dari Iran. Akan tetapi, serangan ini tidak melukai warga Amerika dan hampir tidak menimbulkan kerusakan.
Hal ini lantaran Amerika telah melacak rudal balistik jarak pendek dan menengah dari Iran ke Pangkalan Udara Al Udeid. Melansir dari The Telegraph, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menambahkan bahwa rudal Iran 'sangat lemah'.
Dalam sebuah unggahan di akun Truth Social miliknya, Trump mengucapkan terima kasih kepada Iran karena telah 'memberi tahu mereka lebih awal' tentang serangan tersebut.
"Iran telah secara resmi menanggapi Penghancuran Fasilitas Nuklir mereka dengan tanggapan yang sangat lemah, yang kami harapkan, dan telah kami lawan dengan sangat efektif. Saya senang melaporkan bahwa TIDAK ADA warga Amerika yang terluka, dan hampir tidak ada kerusakan yang terjadi," tulisnya.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Iran karena telah memberi kami pemberitahuan lebih awal, yang memungkinkan tidak ada nyawa yang hilang, dan tidak ada yang terluka," lanjutnya yang saat serangan terjadi, Trump berada di ruang sidang Gedung Putih.
Trump Serukan Perdamaian dan Harmoni
Menariknya, Donald Trump menyerukan 'perdamaian dan harmoni' di Timur Tengah usai Iran meluncurkan serangan rudal balistik ke pangkalan udara AS di Qatar.
"Mungkin Iran sekarang dapat melanjutkan ke Perdamaian dan Harmoni di Kawasan, dan saya akan dengan antusias mendorong Israel untuk melakukan hal yang sama. SELAMAT DUNIA, WAKTUNYA UNTUK PERDAMAIAN!," tulis Trump dalam unggahan yang sama.
Bukan hanya itu saja, unggahan tersebut juga tampaknya memberi sinyal bahwa Washington tidak akan membalas, dengan menambahkan bahwa Ia akan mendorong Israel, yang mengebom Iran pada hari Senin, untuk berdamai.