Ini Lokasi Pangkalan Militer AS Paling Dekat Indonesia, Ada yang Jaraknya Hanya 1 Jam
Amerika Serikat memiliki banyak pangkalan militer di seluruh dunia, termasuk di wilayah dekat Indonesia.
Perang antara Iran versus Israel saat ini membuat Amerika Serikat ikut bersekutu dengan Israel setelah mereka melancarkan serangan bom ke tiga situs nuklir Iran.
Menanggapi serangan itu Iran mengancam akan menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.
AS selama ini diketahui memiliki banyak pangkalan militer di seluruh dunia, termasuk di wilayah dekat Indonesia.
Meski bukan pangkalan militer permanen, tapi AS memiliki akses ke fasilitas militer di beberapa negara tetangga melalui perjanjian kerja sama pertahanan. Berikut adalah pangkalan atau fasilitas militer utama AS yang paling dekat dengan Indonesia, berdasarkan lokasi geografis dan kerja sama militer:
Singapura
AS menjalin kerja sama dengan Singapura dalam seluruh aspek isu keamanan, termasuk keamanan perbatasan, keamanan maritim, kesiapan militer, nonproliferasi, keamanan siber, dan kontra-terorisme.
Dilansir laman resmi pemerintah AS, Singapura mendukung keamanan AS dengan menyediakan akses, penyediaan pangkalan militer, dan hak melintasi udara. Selain itu, Singapura merupakan negara di Asia Tenggara pertama yang bergabung dengan Koalisi Global.
Angkatan Laut AS memelihara unit komando logistik di Singapura dan secara rutin mengerahkan kapal tempur pesisir dan pesawat P-8 Poseidon. Penempatan ini mendukung patroli di Laut Cina Selatan.
Singapura memperkuat dan memperdalam hubungan pertahanannya dengan AS dengan menandatangani dua perjanjian besar, yakni pembaruan tahun 2019 atas Nota Kesepahaman tahun 1990 mengenai penggunaan fasilitas oleh AS di Singapura, dan yang kedua Nota Kesepahaman mengenai Datasemen Pelatihan Angkatan Udara Republik Singapura di Pangkalan Udara Andersen (Guam MOU).
Dalam perjanjian 1990 itu juga mengizinkan AS menggunakan fasilitas di Singapura, dan terjadi peningkatan penggunaan fasilitas di pelabuhan Sembawang. Selain itu, Singapura juga mengizinkan AS menggunakan Pangkalan Udara Paya Lebar yang hanya berjarak 1 jam dari Indonesia. Pangkalan udara itu dioperasikan oleh satuan penerbangan Amerika.
Jarak dari Indonesia: Sekitar 100-150 km dari Kepulauan Riau (misalnya, Batam).
Australia
Selain di Singapura, pada November 2011, Perdana Menteri Julia Gillard dan mantan Presiden AS Barack Obama mengumumkan penempatan tahunan Pasukan Militer AS secara bergilir di Darwin (Australia) dan mengerahkan pesawat angkatan Udara AS ke pangkalan militer Australia di wilayah utara. Pengerahan tersebut telah berlaku sejak April 2012.
Perjanjian Postur Kekuatan AS-Australia (Force Posture Agreement/FPA) yang ditandatangani pada 12 Agustus 2014 secara resmi menetapkan peningkatan strategis besar-besaran terhadap pengaturan aliansi yang digagas oleh kedua pemimpin tersebut.
Selama satu dekade terakhir, kedua pemerintah mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk membangun infrastruktur di fasilitas pertahanan Australia di bagian utara negara itu.
Dikutip dari jurnal Pearls and Irritations, dampak dari FPA adalah adanya proyek modernisasi besar-besaran Pangkalan RAAF Tindal dekat Katherine. Proyek tersebut mencakup ekspansi senilai lebih dari USD 1,5 miliar (Rp 24,45) triliun dari pemerintah Australia, ditambah investasi sebesar USD 360 juta (Rp 5,87 triliun) dari AS untuk mendukung penempatan rotasi pesawat pengebom strategis B-52H USAF.
Peningkatan ini juga mencakup infrastruktur untuk menampung pesawat logistik, tanker pengisi bahan bakar, pesawat tempur pengawal, serta pesawat peringatan dini dan kendali udara milik AS dan Australia beserta personel permanennya. Hal ini dikabarkan dilakukan untuk mendampingi B-25 dalam misi ofensif ke arah China.
Pangkalan militer Australia yang resmi dapat diakses pasukan dan kontraktor AS berdasarkan FPA, khususnya di Australia Utara meliputi tiga kategori utama:
Pertama peningkatan Wilayah dan area Latihan di wilayah utara mencakup pangkalan Robertson Barracks Close Training Area, Kangaroo Flats, Mount Bundey, dan Bradshaw Field.
Yang kedua perluasan pada Pangkalan Angkatan udara Australia (RAAF), yakni RAAF Base Darwin, dan RAAF Base Tindal. Yang ketiga pada fasilitas Logistik AS yang dikelola Defence Logistics Agency dan Crowley Solutions, yaitu fasilitas penyimpanan cairan massal milik AS di timur Arm, Darwin.
Penempatan pasukan AS dilakukan secara bertahap dengan rotasi per enam bulan. Mulai dari 2011 hingga 2016, pasukan AS ditargetkan mencapai sekitar 2.500 personel yang ditempatkan di wilayah utara Australia tersebut.
Jarak dari Indonesia: Darwin berjarak sekitar 700-800 km dari Timor Timur atau Kepulauan Indonesia bagian timur (misalnya, Kupang). Pangkalan Udara Tindal di Northern Territory berjarak sekitar 1.000 km.
Filipina
Pangkalan seperti Basa Air Base (Luzon) berjarak sekitar 1.500-2.000 km dari Kalimantan Utara atau Sulawesi Utara. Pangkalan lain seperti Fort Magsaysay atau Antonio Bautista Air Base (Palawan) lebih dekat, sekitar 1.000-1.200 km.
Berdasarkan EDCA 2014 (diperluas pada 2023), AS memiliki akses ke sembilan pangkalan Filipina, termasuk Basa Air Base, Fort Magsaysay, dan Antonio Bautista Air Base di Palawan, yang strategis menghadap Laut Cina Selatan. AS melakukan rotasi pasukan, pesawat, dan kapal tanpa pangkalan permanen.
Filipina adalah sekutu AS melalui Mutual Defense Treaty 1951, dan pangkalan ini digunakan untuk menghadapi pengaruh Tiongkok di Laut Cina Selatan, yang juga berdekatan dengan wilayah maritim Indonesia.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey