Reaksi Tak Terduga Donald Trump Usai Iran Bombardir Pangkalan AS di Qatar, Perang Selesai?
Berikut reaksi tak terduga Donald Trump usai Iran bombardir pangkalan Amerika Serikat di Qatar.
Iran mengirimkan serangan 'Promise of Victory (Janji Kemenangan)' ke pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar, pada Senin (23/6) waktu setempat. Serangan ini diluncurkan sebagai aksi balasan Iran atas serangan Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir miliknya pada Minggu (22/6).
Pejabat Amerika Serikat telah mengonfirmasi bahwa pangkalan militernya di Qatar memang benar telah diserang oleh rudal balistik jarak pendek dan jarak menengah dari Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump juga telah mengetahui serangan balasan Iran tersebut. Menariknya, Trump justru memberikan reaksi tak terduga atas serangan Iran.
Lantas bagaimana reaksi tak terduga Donald Trump usai Iran bombardir pangkalan Amerika Serikat di Qatar? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (24/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Iran Serang Pangkalan Militer Amerika di Qatar & Irak
Melansir dari Al Jazeera, Iran mengatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan serangan rudal terhadap pasukan Amerika Serikat, pada Senin (23/6). Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengonfirmasi serangan rudal balistik ini diluncurkan di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar.
Pangkalan Al Udeid ini sendiri dikabarkan menampung ribuan pasukan militer Amerika Serikat. Pangkalan ini juga mencakup markas depan Komando Pusat Amerika Serikat beserta Pasukan Operasi Khusus dan udaranya.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan bahwa serangan itu dilakukan di luar wilayah pemukiman di Qatar dan bahwa itu "tidak menimbulkan ancaman apa pun bagi negara yang bersahabat dan bersaudara".
Di mana Trump Saat Iran Serang Pangkalan Militer AS?
Pejabat AS pun telah mengonfirmasi pangkalan tersebut memang benar telah diserang oleh rudal balistik jarak pendek dan jarak menengah dari Iran. Akan tetapi, serangan ini tidak melukai warga Amerika dan hampir tidak menimbulkan kerusakan.
Hal ini lantaran Amerika telah melacak rudal balistik jarak pendek dan menengah dari Iran ke Pangkalan Udara Al Udeid.
Sementara itu, saat Iran menyerang pangkalan militer AS di Qatar, Trump tengah berada di ruang sidang Gedung Putih, seperti dilansir dari Liputan6.com. Ia saat itu sedang mengadakan pertemuan bersama tim keamanan nasionalnya. Termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.
Respon Trump atas Serangan Rudal Iran
Melansir dari The Telegraph, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa rudal Iran 'sangat lemah'.
Dalam sebuah unggahan di akun Truth Social miliknya, Trump juga terlihat mengucapkan terima kasih kepada Iran karena telah 'memberi tahu mereka lebih awal' tentang serangan tersebut.
"Iran telah secara resmi menanggapi Penghancuran Fasilitas Nuklir mereka dengan tanggapan yang sangat lemah, yang kami harapkan, dan telah kami lawan dengan sangat efektif. Saya senang melaporkan bahwa TIDAK ADA warga Amerika yang terluka, dan hampir tidak ada kerusakan yang terjadi," tulisnya.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Iran karena telah memberi kami pemberitahuan lebih awal, yang memungkinkan tidak ada nyawa yang hilang, dan tidak ada yang terluka," lanjutnya.
Serukan Perdamaian dan Harmoni di Timur Tengah
Menariknya, Donald Trump juga memberikan respon tak terduga atas serangan Iran. Pada unggahan itu, Ia menyerukan 'perdamaian dan harmoni' di Timur Tengah usai Iran meluncurkan serangan rudal balistik ke pangkalan udara AS di Qatar.
"Mungkin Iran sekarang dapat melanjutkan ke Perdamaian dan Harmoni di Kawasan, dan saya akan dengan antusias mendorong Israel untuk melakukan hal yang sama. SELAMAT DUNIA, WAKTUNYA UNTUK PERDAMAIAN!," tulis Trump dalam unggahan yang sama.
Bukan hanya itu saja, unggahan tersebut juga tampaknya memberi sinyal bahwa Washington tidak akan membalas, dengan menambahkan bahwa Ia akan mendorong Israel, yang mengebom Iran pada hari Senin, untuk berdamai.