Qatar Buka Lagi Wilayah Udara Usai Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS
Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara al-Udeid pada Senin malam.
Qatar telah membuka kembali wilayah udaranya setelah sebelumnya menutupnya pada Senin (23/6) pagi karena mengantisipasi serangan balasan Iran terhadap pangkalan udara Amerika Serikat (AS) dekat Doha.
Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara al-Udeid pada Senin malam. Baik pejabat Qatar maupun AS mengatakan hampir semua rudal berhasil dicegat dan tidak ada korban jiwa atau luka-luka.
Sebelum serangan Iran, Kedutaan Besar AS di Qatar telah mengimbau warga AS untuk berlindung di tempat sebagai tindakan "kehati-hatian ekstra". Perintah tersebut kini telah dicabut dan kedutaan menyatakan operasional akan kembali berjalan normal pada Selasa (24/6).
Serangan Iran pada Senin malam terjadi dua hari setelah AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap tiga fasilitas nuklirnya.
Sesaat setelah tengah malam waktu setempat pada Selasa, pejabat Qatar mengumumkan bahwa lalu lintas udara di negara itu dapat kembali beroperasi seperti biasa. Demikian seperti dilansir BBC.
Kementerian Luar Negeri Qatar pada Senin mengatakan pihaknya menutup wilayah udaranya demi memastikan keselamatan penduduk dan para pengunjung, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Iran mengatakan bahwa serangan ke Pangkalan Udara al-Udeid dimaksudkan untuk mengirimkan pesan yang "jelas dan tegas" kepada AS, dan bahwa mereka tidak akan membiarkan serangan apa pun terhadap integritas wilayah, kedaulatan, dan keamanan nasionalnya tidak terbalas.
Iran Disebut Lemah
Presiden Donald Trump menyebut respons Iran "sangat lemah" dan berterima kasih kepada pejabat Iran karena telah memberikan "pemberitahuan dini" kepada pihak AS terkait serangan itu.
Beberapa jam kemudian, Trump mengumumkan bahwa Iran dan Israel telah mencapai kesepakatan gencatan senjata yang dapat mengakhiri perang.
Trump mengatakan bahwa kesepakatan tersebut merupakan gencatan senjata "total dan menyeluruh" dan menyebut konflik tersebut sebagai "Perang 12 Hari".
"Ini adalah perang yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun dan menghancurkan seluruh Timur Tengah, tetapi itu tidak terjadi, dan tidak akan pernah terjadi!" kata Trump dalam unggahan di media sosial.
Sebelumnya, negara-negara lain di kawasan, termasuk Bahrain dan Kuwait, juga sempat menutup wilayah udara mereka sebagai langkah pencegahan.
Bandara Internasional Hamad di Doha adalah salah satu dari 10 bandara tersibuk di dunia untuk lalu lintas internasional, dengan sekitar 140.000 penumpang melaluinya setiap hari.
Hubungan bilateral antara AS dan Qatar "kuat", menurut Kementerian Luar Negeri AS, yang menyatakan bahwa Qatar telah memainkan peran finansial, politik, dan militer dalam menangani kekacauan di kawasan.