FBI Ungkap Iran Bisa Serang Langsung WIlayah AS, California Jadi Target
FBI telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi serangan yang direncanakan oleh Iran di California.
Bulan lalu, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) memberikan peringatan kepada aparat penegak hukum tentang kemungkinan serangan drone mendadak yang dilancarkan oleh Iran di California. Peringatan ini merupakan bentuk balasan jika AS melakukan serangan terhadap Iran. Informasi tersebut disampaikan dalam sebuah buletin keamanan yang diperoleh oleh Reuters.
Buletin rahasia ini dirilis melalui Los Angeles Joint Regional Intelligence Center, yang merupakan pusat intelijen multi-lembaga. Peringatan ini muncul ke publik pada Rabu (12/3/2026), ketika konflik yang dimulai pada 28 Februari akibat pemboman besar-besaran oleh AS dan Israel terhadap Iran sudah memasuki hari ke-12.
Dalam situasi ini, Iran, yang kehilangan pemimpin tertingginya serta sejumlah pejabat penting akibat serangan udara gabungan AS dan Israel, merespons dengan meluncurkan serangan rudal dan drone ke arah Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Pada hari kedua perang, beberapa tentara AS dilaporkan tewas akibat serangan terhadap sebuah pangkalan militer di Kuwait. Sebelum ABC News mengungkapkan keberadaan buletin keamanan tersebut, Presiden Donald Trump memberikan komentar kepada para wartawan di Gedung Putih, meremehkan kekhawatiran tentang kemungkinan serangan yang didukung Iran di wilayah AS.
Di sisi lain, Gubernur California, Gavin Newsom, menyatakan bahwa ia tidak mengetahui adanya "ancaman yang segera terjadi" terhadap negara bagian yang dipimpinnya.
Salinan buletin keamanan yang tidak diklasifikasikan dan diperoleh oleh Reuters tidak mencantumkan tanggal penerbitan. Namun, penggunaan kata-kata dalam dokumen tersebut menunjukkan bahwa peringatan itu dikeluarkan sebelum pecahnya konflik bersenjata, mengindikasikan bahwa potensi serangan balasan dari Iran di wilayah AS sudah dipertimbangkan sebelumnya.
Dalam dokumen tersebut, tertera bahwa berdasarkan informasi dari FBI pada awal Februari, Iran diduga memiliki rencana untuk melaksanakan serangan mendadak menggunakan drone yang diluncurkan dari kapal laut, dengan target di California, jika AS menyerang Iran. Buletin itu juga mencatat bahwa hingga saat itu, belum ada informasi tambahan mengenai waktu, metode, target, atau pelaku yang mungkin terlibat dalam serangan semacam itu. FBI menolak untuk memberikan komentar terkait buletin keamanan ini.
Gubernur California Menyatakan saat Ini Tidak Ada Ancaman
Konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dengan cepat meluas menjadi ketegangan regional yang lebih besar, memberikan dampak signifikan pada pasar energi serta pasar saham global. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan berusaha memblokir jalur pengiriman minyak yang vital melalui Selat Hormuz, yang berakibat pada lonjakan harga bahan bakar fosil di seluruh dunia.
Pertikaian ini juga merambah ke Lebanon, di mana militer Israel terlibat baku tembak dengan pasukan Hizbullah yang didukung oleh Iran. Ketika ditanya oleh wartawan pada hari Rabu mengenai kemungkinan Iran meningkatkan aksi balasannya dengan menyerang wilayah AS, Presiden Trump menjawab dengan tegas, "Tidak, saya tidak."
Kantor Gubernur California menginformasikan bahwa buletin yang beredar hanyalah salah satu dari sekian banyak pembaruan keamanan yang diterima oleh negara bagian tersebut setiap hari dari mitra federal. Pihak pemerintah negara bagian juga menegaskan bahwa California telah meningkatkan tingkat kewaspadaan keamanan sejak konflik ini dimulai.
Dalam sebuah pesan yang diunggah di platform X, Gubernur Gavin Newsom menyatakan bahwa ia "terus berkoordinasi dengan pejabat keamanan dan intelijen" untuk memantau "potensi ancaman terhadap California, termasuk yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah".
"Meskipun saat ini kami tidak mengetahui adanya ancaman yang segera terjadi, kami tetap siap menghadapi keadaan darurat apa pun di negara bagian kami," ungkap Newsom.
Wali Kota Los Angeles, Karen Bass, yang memimpin kota terpadat di California, menyatakan bahwa kantornya bersama Departemen Kepolisian Los Angeles terus berkoordinasi dengan pemerintah negara bagian dan federal untuk menjaga keselamatan masyarakat.
"Saat ini tidak ada ancaman yang spesifik maupun kredibel terhadap Los Angeles," katanya.