Intelijen AS: Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Gunakan Kurir Terpercaya buat Komunikasi
Mojtaba Khamenei dinilai terlibat langsung dalam penyusunan strategi perang Teheran sekaligus proses negosiasi dengan Washington
Badan intelijen Amerika Serikat meyakini Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, terlibat langsung dalam penyusunan strategi perang Teheran sekaligus proses negosiasi dengan Washington di tengah memanasnya konflik kawasan.
Laporan tersebut diungkap CNN pada Jumat, mengutip sejumlah sumber yang mengetahui hasil penilaian intelijen AS. Menurut laporan itu, Mojtaba Khamenei disebut masih memainkan peran penting di lingkaran kekuasaan Iran meski tidak lagi banyak tampil di hadapan publik setelah mengalami cedera selama perang.
Namun, pejabat intelijen AS disebut masih belum dapat memastikan seberapa besar otoritas yang kini benar-benar berada di tangan Khamenei pascaserangan yang menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Komunikasi Dilakukan Melalui Kurir Terpercaya
Pejabat AS meyakini Mojtaba Khamenei tetap menjalankan komunikasi internal pemerintahan menggunakan kurir terpercaya dan jalur kontak langsung selama masa pemulihan. Laporan menyebut cedera yang dialami Khamenei meliputi luka bakar dan luka akibat pecahan peluru.
Di sisi lain, pemerintah Iran membantah spekulasi mengenai kondisi kesehatan pemimpin tertinggi mereka. Kepala protokol kantor pemimpin tertinggi Iran, Mazaher Hosseini, mengatakan kondisi Mojtaba Khamenei terus membaik. Demikian dikutip dari Anadolu, Sabtu (9/5/2026).
Kekuatan Militer Iran Dinilai Melemah, Garda Revolusi dan Ketua Parlemen Pegang Operasi Harian
Penilaian intelijen AS juga menyebut kemampuan militer Iran mengalami pelemahan akibat serangan Amerika Serikat, meski belum sepenuhnya lumpuh. Sejumlah peluncur rudal Iran dilaporkan masih aktif dan tetap dapat digunakan.
Laporan itu turut menyebut sejumlah tokoh senior Korps Garda Revolusi Islam bersama Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, kini dipercaya menangani sebagian besar operasional pemerintahan sehari-hari.
Di saat yang sama, jalur diplomatik antara Iran dan pemerintahan Donald Trump disebut masih terus berlangsung di tengah ketegangan geopolitik yang belum mereda.