Israel Klaim Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas
Trump menyatakan keyakinannya bahwa Khamenei sudah meninggal dunia.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang berusia 86 tahun, dilaporkan telah meninggal dunia akibat serangan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) pada hari Sabtu, 28 Februari 2026.
Berita mengenai kematiannya disampaikan oleh duta besar Israel untuk AS kepada sejumlah pejabat AS, seperti yang dilaporkan oleh Axios. Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga mengkonfirmasi kabar tersebut dan menyatakan kepada NBC News bahwa mereka yakin Khamenei tewas bersamaan dengan "sebagian besar" jajaran pemimpin senior Iran.
"Orang-orang yang membuat semua keputusan, sebagian besar dari mereka sudah tiada," ungkap Trump.
Seorang pejabat dari Israel juga menginformasikan kepada Axios bahwa berdasarkan hasil penilaian intelijen, Khamenei dipastikan telah meninggal dan jasadnya ditemukan di kediamannya yang hancur akibat serangan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran yang membenarkan atau membantah informasi ini. Khamenei telah memimpin Iran selama 35 tahun dan dikenal sebagai salah satu pemimpin dengan masa jabatan terpanjang di dunia. Jika informasi ini terbukti benar, kematiannya akan menjadi tamparan berat bagi struktur kekuasaan Iran, mengingat ia memegang kekuasaan tertinggi atas lembaga peradilan, media negara, dan semua aparat keamanan, termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Serangan yang sama juga dilaporkan menargetkan sejumlah pejabat tinggi Iran. Pejabat Israel menyebutkan bahwa Menteri Pertahanan Iran dan Komandan IRGC termasuk di antara mereka yang diperkirakan tewas dalam serangan yang terjadi pada Sabtu pagi waktu Iran. Menurut konstitusi Iran, jika pemimpin tertinggi meninggal dunia, sebuah dewan ulama akan bertugas memilih penggantinya.
Namun, dengan adanya laporan bahwa sejumlah tokoh penting juga menjadi sasaran, proses suksesi bisa menghadapi berbagai hambatan dan memicu ketidakpastian politik di negara tersebut. Israel juga dilaporkan menargetkan anak-anak Khamenei, tetapi hasil penilaian intelijen menunjukkan bahwa mereka selamat. Salah satu putranya, Mojtaba Khamenei, sebelumnya dianggap sebagai kandidat potensial untuk menggantikan ayahnya.