Prabowo Kirim Surat Belasungkawa atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei
Presiden Prabowo menyampaikan surat belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan militer.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Ucapan duka tersebut disampaikan melalui surat resmi yang ditujukan kepada pemerintah Iran.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan surat tersebut dibuat menjelang prosesi pemakaman Khamenei yang direncanakan berlangsung di kota suci Mashhad, Iran.
"Menjelang pemakaman pemimpin tertinggi Iran yang direncanakan di Mashhad yang merupakan kota suci dan kota terbesar kedua di Iran dalam waktu dekat ini. Presiden Prabowo Subianto menulis surat duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan militer pada awal Maret 2026," kata Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, Rabu (4/3/2026).
Surat tersebut disampaikan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian melalui Menteri Luar Negeri RI Sugiono. Penyerahan surat dilakukan kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Jakarta.
"Surat resmi yang berisi belasungkawa mendalam atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei tersebut ditujukkan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono kepada Dubes Iran di Jakarta," jelas Teddy.
Pemakaman Direncanakan di Kota Mashhad
Sebelumnya, kantor berita Fars melaporkan bahwa Ayatollah Ali Khamenei akan dimakamkan di kota suci Mashhad. Kota tersebut merupakan kota terbesar kedua di Iran sekaligus tempat asal Khamenei.
Khamenei yang memimpin Iran selama 36 tahun meninggal dunia pada usia 86 tahun. Ia dilaporkan tewas dalam gelombang serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).
Di Mashhad juga terdapat Kompleks Makam Imam Reza yang menjadi lokasi pemakaman ayah Khamenei.
Sebelum pemakaman berlangsung, Korps Garda Revolusi Iran menyatakan akan menggelar upacara penghormatan terakhir di Teheran. Informasi tersebut disampaikan melalui akun Telegram resmi mereka.
Setelah wafatnya Khamenei, pemerintahan Iran untuk sementara dijalankan oleh dewan interim yang terdiri dari tiga orang.
Dewan tersebut meliputi presiden, kepala lembaga peradilan, serta seorang ahli hukum dari Dewan Penjaga yang memiliki tugas mengawasi legislasi dan memverifikasi kandidat dalam pemilihan umum.