Senator AS Desak Penyelidikan Menyeluruh atas Serangan Sekolah Iran yang Diduga Libatkan Pasukan AS
Sejumlah senator Partai Demokrat AS menuntut penyelidikan mendalam terhadap insiden serangan ke sekolah perempuan di Minab, Iran, yang diduga dilakukan oleh pasukan AS, memicu pertanyaan serius tentang penggunaan kekuatan dan akuntabilitas.
Sejumlah senator dari Partai Demokrat Amerika Serikat pada Senin (9/3) menyerukan penyelidikan menyeluruh terhadap insiden serangan yang menimpa sebuah sekolah perempuan di kota Minab, Iran. Mereka menduga serangan tersebut mungkin dilakukan oleh pasukan AS dan menuntut Pentagon untuk melakukan investigasi komprehensif. Seruan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan bersama yang dipublikasikan melalui akun media sosial Senator Brian Schatz menegaskan bahwa analisis independen secara kredibel menunjukkan keterlibatan pasukan AS dalam serangan itu. Para senator menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam insiden yang menimbulkan banyak korban sipil ini. Insiden tersebut menjadi sorotan utama di kancah politik internasional.
Desakan ini secara khusus ditujukan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth agar memastikan investigasi Departemen Pertahanan berjalan menyeluruh. Para senator juga meminta penjelasan jelas kepada publik dan Kongres mengenai kondisi yang melatarbelakangi insiden tragis tersebut. Mereka berupaya mencari kebenaran di balik peristiwa yang mengguncang komunitas internasional.
Desakan Senator dan Kekhawatiran Terhadap Kebijakan Pertahanan
Para senator yang menandatangani pernyataan tersebut mendesak Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk memastikan apakah ada keputusan kebijakan yang berkontribusi pada terjadinya serangan. Mereka juga menuntut keterangan yang transparan kepada publik dan Kongres mengenai kondisi insiden tersebut. Kredibilitas militer AS dipertaruhkan dalam kasus ini.
Kekhawatiran serius muncul mengingat pendekatan Menteri Hegseth yang dinilai sembrono dalam penggunaan kekuatan. Pernyataan Hegseth sebelumnya yang menyebut serangan AS di Iran tidak akan terikat oleh “aturan keterlibatan yang bodoh” menjadi sorotan utama. Pernyataan ini memperkuat dugaan adanya kebijakan yang kurang hati-hati.
Pernyataan bersama tersebut ditandatangani oleh tokoh-tokoh penting seperti anggota senior Komite Hubungan Luar Negeri Senat Jeanne Shaheen dan anggota utama Partai Demokrat di Komite Angkatan Bersenjata Senat Jack Reed. Senator Patty Murray, Mark Warner, Chris Coons, dan Brian Schatz juga turut membubuhkan tanda tangan mereka. Keterlibatan para senator senior menunjukkan keseriusan masalah ini.
Tragedi di Minab dan Konteks Konflik Regional
Pada hari pertama konflik, sebuah sekolah perempuan di kota Minab, Iran selatan, menjadi sasaran serangan. Insiden ini menyebabkan sedikitnya 171 siswi tewas, menurut pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyerukan pertanggungjawaban atas serangan mematikan tersebut.
Serangan ini terjadi setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari, termasuk di Teheran. Operasi tersebut menyebabkan kerusakan signifikan dan menimbulkan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah, meningkatkan eskalasi konflik.
Awalnya, AS dan Israel menyatakan serangan “pendahuluan” itu diperlukan untuk menghadapi ancaman program nuklir Iran. Namun, retorika mereka kemudian bergeser menjadi keinginan untuk melihat perubahan kekuasaan di Iran. Pergeseran tujuan ini menambah kompleksitas situasi politik.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur pada hari pertama operasi militer AS dan rezim Zionis tersebut. Iran kemudian menetapkan masa berkabung selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan. Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional.
Sumber: AntaraNews