Usai Tersingkir, Timnas Iran Dilepas Pendukung Meksiko
Walaupun Iran tidak berhasil melanjutkan ke Piala Dunia, mereka tetap mendapatkan dukungan yang kuat dari para penggemar di Meksiko.
Perjalanan Tim Nasional Iran dalam Piala Dunia FIFA 2026 berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Meskipun tidak berhasil melaju ke babak gugur, Tim Melli meninggalkan Meksiko dengan kenangan manis karena mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat Tijuana yang menjadi markas mereka selama turnamen.
Iran dipastikan tersingkir pada Sabtu (28/6/2026) setelah hasil imbang antara Austria dan Aljazair membuat mereka gagal menjadi salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik yang berhak lolos ke fase gugur.
Sebelumnya, Iran bermain imbang 1-1 melawan Mesir dalam laga yang berlangsung dramatis. Tim Melli sempat mencetak gol pada menit-menit akhir, tetapi gol tersebut dianulir setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR) menyatakan terjadi offside.
Di luar lapangan, perjalanan Iran di Piala Dunia juga diwarnai dengan berbagai tantangan besar. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran memengaruhi pengaturan logistik tim selama turnamen berlangsung, seperti yang dikutip dari laman Al Jazeera pada Kamis (2/7).
Menjelang Piala Dunia, Iran memindahkan markas mereka dari Arizona, Amerika Serikat, ke Tijuana, Meksiko, karena khawatir menghadapi kendala visa.
Tim juga harus bolak-balik melintasi perbatasan untuk menjalani pertandingan di AS, meskipun sebelumnya mereka meminta agar laga mereka dipindahkan ke negara lain. Namun, sambutan yang diterima di Meksiko menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi skuad Iran.
Sejak tiba di Tijuana, para suporter setempat memenuhi area hotel tim untuk menyambut para pemain, meminta tanda tangan, hingga berfoto bersama.
Melalui media sosial, delegasi Iran menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Meksiko atas dukungan yang mereka berikan selama turnamen.
Dalam pesan yang turut diunggah oleh Kedutaan Besar Iran di Meksiko, delegasi Iran mengucapkan terima kasih kepada media dan masyarakat Meksiko atas profesionalisme, dukungan, serta keramahan yang mereka tunjukkan.
Pengalaman ini menjadi salah satu kenangan terindah bagi Tim Melli meskipun mereka tidak berhasil melanjutkan ke babak selanjutnya.
Rumah Kedua Bagi Iran
Delegasi Iran juga menyebut warga Tijuana telah membuat mereka merasa seperti berada di rumah sendiri.
"Bagi kami semua, meninggalkan Tijuana sungguh sulit. Kenangan yang kami bangun di sini, persahabatan yang kami jalin, dan kasih sayang yang kami terima akan selalu kami kenang. Terima kasih, dan semoga jalan kita bertemu lagi," demikian isi pernyataan tersebut.
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan para pemain Iran melayani permintaan foto bersama, menandatangani bola Piala Dunia dan album stiker, serta berinteraksi dengan para pendukung.
Duta Besar Iran untuk Meksiko Abolfazl Pasandideh dan Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) Hedayat Mombeini juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Meksiko atas sambutan yang diberikan kepada tim nasional mereka.
Sementara itu, Kedutaan Besar Iran di Sarajevo turut memuji Meksiko sebagai tuan rumah yang ramah, sekaligus mengkritik perlakuan yang diterima delegasi Iran selama berada di Amerika Serikat. Kedutaan juga meminta FIFA lebih mempertimbangkan aspek kemanusiaan dalam penentuan tuan rumah turnamen internasional di masa mendatang.
Momen perpisahan di Tijuana berlangsung emosional. Sejumlah suporter menunggu keberangkatan skuad Iran di depan hotel sambil membawa pesan dukungan, termasuk topi bertuliskan, "Iran, saudaraku, sekarang kamu adalah orang Meksiko," sebagai simbol persahabatan yang terjalin selama Piala Dunia 2026.
Kenangan indah ini akan terus terukir dalam ingatan para pemain dan pendukung, menandakan hubungan yang kuat antara kedua negara.