Timnas Iran Resmi Mundur dari Piala Dunia 2026
Timnas Iran menolak berpartisipasi di Piala Dunia 2026 merespons serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Teheran hingga menewaskan pemimpin tertinggi Iran.
Tim nasional Iran menyatakan mundur dari Piala Dunia 2026. Timnas Iran menolak berpartisipasi di Piala Dunia 2026 merespons serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Teheran hingga menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pekan lalu.
Keputusan itu disampaikan Menteri Olahraga Iran Ahmad Doyanmali. "Dengan mempertimbangkan bahwa rezim yang korup ini [Amerika Serikat] telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” kata Doyanmali kepada televisi pemerintah pada Rabu (11/3) waktu setempat, seperti dilansir dari situs Aljazeera, Kamis (12/3).
Pertimbangan Keselamatan Tim
Selain merespons atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menurut Doyanmali, keputusan timnas mengundurkan diri dari Piala Dunia 2026 mempertimbangkan keselamatan dari tim.
“Anak-anak kami tidak aman dan, pada dasarnya, kondisi untuk berpartisipasi tidak ada,” kata Donyamali.
Diketahui, Piala Dunia 2026 digelar di tiga negara yakni Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Akan tetapi semua pertandingan babak grup Iran dijadwalkan di kota-kota Amerika, termasuk Los Angeles dan Seattle.
“Mengingat tindakan jahat yang telah mereka lakukan terhadap Iran, mereka memaksa kami menghadapi dua perang selama delapan atau sembilan bulan dan telah membunuh serta memartirkan ribuan rakyat kami. Oleh karena itu, kami tentu tidak bisa hadir," imbuh Donyamali.
PSSI-nya Iran Ragu Timnas Tampil di Piala Dunia 2026
Pengumuman timnas Iran mundur dari Piala Dunia 2026 disampaikan Donyamali menjadikannya perdana seorang pejabat pemerintah berbicara mengenai partisipasi negara itu di turnamen global sejak serangan AS dan Israel pada 28 Februari.
Sebelumnya, Kepala Federasi Sepak Bola Iran pekan lalu meragukan partisipasi timnya, tetapi tidak menyatakan bahwa tim akan memboikot turnamen.
“Setelah serangan ini [terhadap Iran], kami tidak bisa diharapkan untuk menantikan Piala Dunia dengan penuh harapan,” kata Mehdi Taj, presiden Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI), pada 1 Maret.
“Jika Piala Dunia seperti ini, siapa yang waras yang mau mengirim tim nasionalnya ke tempat seperti ini?” kata Taj di televisi pemerintah Iran.
Bujuk Rayu Presiden FIFA
Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan bahwa partisipasi Iran di Piala Dunia akan disambut oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang ditemuinya untuk membahas turnamen mendatang di tengah konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Infantino mengatakan pada hari Rabu (11/3) bahwa Trump “menegaskan kembali bahwa tim Iran dipersilakan untuk bertanding di turnamen ini”, yang akan menjadi tuan rumah bersama oleh AS, Meksiko, dan Kanada pada Juni dan Juli.
Dalam sebuah pertemuan untuk membahas persiapan kompetisi, “kami juga membicarakan situasi terkini di Iran,” tulis Infantino, kepala badan pengatur sepak bola dunia, di Instagram.
“Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran, tentu saja, dipersilakan untuk ikut bertanding di turnamen di Amerika Serikat,” tulisnya.
Iran adalah negara pertama yang memastikan lolos ke Piala Dunia, yang akan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli.
Perang AS dan Israel terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari, telah menewaskan 1.255 orang dan melukai lebih dari 12.000 orang.
Teheran menanggapi dengan meluncurkan gelombang misil dan drone ke Israel, beberapa pangkalan militer di Timur Tengah tempat pasukan AS beroperasi, serta infrastruktur di kawasan tersebut.