Ditolak Spanyol, Kapal Perang Israel Malah Diberi Karpet Merah di Negara Muslim ini
Negara muslim ini diprotes warganya karena menerima kapal perang negeri zionis yang kini sedang membunuhi warga Gaza.
Negara muslim ini diprotes warganya karena menerima kapal perang negeri zionis yang kini sedang membunuhi warga Gaza Palestina.
Ditolak Spanyol, Kapal Perang Israel Malah Diberi Karpet Merah di Negara Muslim ini
Kapal perang Israel mendapat karpet merah dari pemerintah Maroko di bawah kepemimpinan Raja Muhammad VI saat berlabuh di pelabuhan Tangier.Kapal yang berlayar dari Amerika Serikat (AS) itu diperbolehkan mengisi bahan bakar dan persediaan makanan usai ditolak oleh pemerintah Spanyol.
Sebuah situs berita online Israel melaporkan bahwa INS Komemiyut tiba di Israel dari AS setelah singgah di Maroko untuk mendapatkan pasokan.
Adapun keterbukaan Maroko terhadap Israel tak lain sebagai bagian dari kerja sama pertahanan antara kedua negara.
“Ini memperdalam kerja sama pertahanan antara Israel dan Maroko,” tambah situs tersebut.
Setelah kebijakan tersebut, beragam aksi demonstrasi dilakukan oleh rakyat Maroko yang tergabung dalam Kelompok Aksi Nasional untuk Palestina.
Perwakilan aksi menyebut bahwa keputusan untuk mengizinkan kapal perang Israel menggunakan fasilitas pelabuhan Maroko sangat menyakiti hati perasaan warga Maroko.
“Tidak menghormati dan menghina perasaan warga Maroko; (itu) merupakan pelanggaran mencolok terhadap konstitusi, dan serangan terang-terangan terhadap budaya dan warisan Maroko,” ucap salah seorang demonstran.
Massa pendukung Palestina menyayangkan sikap pemerintah Maroko yang tak setegas Yaman dan Spanyol karena berani lantang menolak kapal-kapal perang pemasok senjata ke Israel.
"Dengan perjuangan rakyat dan tentara Yaman untuk mencegah kapal-kapal Zionis melewati Bab Al-Mandab dan Laut Merah guna membatasi atau mengurangi korban pembantaian Zionis."
"Hal ini juga bertepatan dengan pencegahan Spanyol terhadap kapal-kapal genosida untuk berlabuh di pelabuhannya, yang mengikuti konvensi internasional dan keputusan pengadilan.” ucap kelompok tersebut.
Aksi unjuk rasa dan demonstrasi yang berlangsung di banyak kota di Maroko pada pekan lalu sebagai bentuk solidaritas terhadap Gaza termasuk slogan-slogan yang mengecam penggunaan pelabuhan di Tangier oleh kapal Israel.
"Kapal zionis yang tiba, Spanyol menolaknya dan Maroko menyambutnya."
"Betapa memalukannya, Arab macam apa Anda?" ucap para demonstran.
Ditolak Pemerintah Spanyol
Sebelumnya kapal perang Israel yang akan bersandar di Spanyol mendapat penolakan dari pemerintah Spanyol.Mengutip laporan Reuters, Minggu (30/6) Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares Spanyol tidak akan mengizinkan kapal yang membawa senjata bagi Israel untuk singgah di pelabuhan tenggara Cartagena.
“Ini adalah pertama kalinya kami melakukan ini karena ini adalah pertama kalinya kami melihat sebuah kapal yang membawa kiriman senjata ke Israel dan ingin berlabuh di pelabuhan Spanyol,” kata Albares pada konferensi pers di Brussels, Jumat (28/6).
Albares menjelaskan alasan negaranya menentukan sikap demikian. Menurutnya Timur Tengah tidak membutuhkan lebih banyak senjata, namun membutuhkan lebih banyak perdamaian.
Albares menunjukkan bahwa kapal tersebut adalah kapal pertama yang dilarang berlabuh di pelabuhan Spanyol.
Secara konsisten dengan keputusan pemerintah untuk tidak memberikan izin mengekspor senjata ke Israel sejak 7 Oktober karena Spanyol tidak ingin berkontribusi dalam perang.
Spanyol menjadi salah satu negara Eropa paling vokal dan gigih menentang genosida Israel terhadap rakyat Gaza Palestina.
Pemerintah Spanyol, Selasa (28/5/2024) lalu secara resmi telah mengakui negara Palestina, dalam sebuah keputusan yang disetujui oleh kabinetnya. Keputusan ini sejalan dengan langkah serupa yang dilakukan Irlandia dan Norwegia.