Curhatan Pilu Ibu Argo Mahasiswa UGM yang Tewas Ditabrak BMW: Sekarang Saya Harus Apa Allah?
Berikut curhatan pilu Ibu Argo mahasiswa UGM yang tewas di tabrak BMW.
Kecelakaan tragis yang menimpa mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Argo Ericko Achfandi mengundang duka mendalam. Terlebih bagi sang Ibu, Melina.
Meski berat, Ia kini harus mencoba menerima takdir dan berusaha untuk tegar. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ibu Argo dalam video yang beredar luas di media sosial.
Lantas bagaimana curhatan pilu Ibu Argo mahasiswa UGM yang tewas di tabrak BMW? Melansir dari akun Instagram nyinyir_update_official, Rabu (28/5), simak ulasan informasinya berikut ini.
Titipan Allah Sudah Diambil
Duka mendalam dirasakan oleh keluarga mendiang Argo Ericko Achfandi, mahasiswa UGM yang tewas di tabrak mobil BMW pada Sabtu (24/5) dini hari. Sang ibu, yang kini merupakan orang tua satu-satunya Argo pun terlihat begitu terpukul.
Meski berat, Ia mencoba untuk tegar dan memahami takdir yang diberikan oleh Allah SWT. Dengan linangan air mata, Ibunda Argo, Melina mengatakan bahwa titipan Allah telah diambil darinya.
"Karena titipan Allah sudah diambil, saya sudah kembalikan di 19 tahun ini. Sebenarnya dengan saya diamanahkan anak yatim ini adalah bentuk tanggung jawab saya ke Allah sih Pak, lebih ke situ," ujar Ibu Argo tak kuasa menahan tangisan.
"Argo ternyata sampai di 19 tahun. Sebenarnya saya lebih ke pertanggungjawab ke Maha Pemilik," ujarnya mencoba tegar.
Jauh Lebih Berat Karena Darah Daging
Ribuan kata sabar telah disampaikan kepada Ibu Argo dari para pelayat. Akan tetapi, Ia tetap merasa berat untuk bersabar.
Ia mengungkapkan bahwa rasa sabar kali ini terasa lebih berat dibanding kehilangan suami beberapa tahun lalu. Sebab, kali ini adalah darah dagingnya yang meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.
"Saya sekarang harus apa ya Allah? Beda Pak, maaf ya Pak, memang iya sabar, saya tahu. Tetapi yang ini jauh lebih berat Pak. Karena (ini) darah daging, berbeda dengan suami, ini kan hanya orang lain dengan ikatan perkawinan saja," ungkap ibu Argo.
11 Tahun Hidup Tanpa Figur Ayah
Melina mengatakan Argo telah hidup tanpa figur sang ayah selama 11 tahun.
"Benar semua bahwa anak pertama saya ini sebelas tahun hidup tanpa figur ayah. Dan sayalah ibunya yang mendidik hingga saat ini," kata Melina dalam Zoom saat ribuan mahasiswa FH UGM menyampaikan rasa dukanya di selasar patung Dewi Keadilan di FH UGM.
Lebih lanjut, Ia mengungkap sosok Argo selama ini. Ia pun bersaksi bahwa anak pertamanya itu merupakan anak yang baik, hebat dan memiliki kasih yang tinggi.
"Saya bersaksi sebagai ibunya, bahwa Argo adalah anak yang baik, anak yang hebat, dan anak yang memiliki kasih tinggi. Dia semangat, terutama dalam kuliah," jelasnya.
"Saya tahu dia orang yang pendiam dan irit bicara, tapi dia mengharumkan dunianya dengan semua kebaikan kepada orang sekitarnya, bahkan banyak orang," lanjut Melina.
Keadilan Harus Tetap Ditegakkan
Walaupun telah merelakan Argo, Ia menegaskan keadilan tetap harus ditegakkan. Melina juga berjanji akan terus memperjuangkan kebenaran atas kecelakaan tragis yang menimpa anak pertamanya itu.
"Mari kita sama-sama lakukan yang terbaik untuk anak semua. Kita ikhtiarkan maksimal, hasilnya kita serahkan kepada Allah. Apapun hasilnya, tetap kita berikhtiar. Kalau keadilan harus dijalankan, maka kita jalankan," kata Ibu Argo.
"Tolong bantu saya dan doakan anak saya. Doakan agar kasus ini dimudahkan dan dilancarkan yang terbaik. Tunggu saya, saya harus perjuangkan. Keadilan harus ditegakkan," tutupnya.
Kecelakaan Mahasiswa UGM
Kecelakaan tragis menimpa mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Argo Ericko Achfandi. Mendiang ditabrak oleh mobil BMW yang dikendarai oleh Christiano Pengarapenta Pengindahan Tarigan yang juga merupakan mahasiswa UGM.
Kejadian tragis ini terjadi pada Sabtu (24/5) dini hari. Saat itu, korban sedang mengendarai sepeda motor Vario dari arah selatan ke utara. Kala itu, AR ingin putar balik kendaraan tepatnya di Simpang Tiga Sedan Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.
Namun dari arah belakang mobil BMW yang dikendarai inisial CP melintas hingga menyebabkan kecelakaan.
"Pada saat bersamaan dari arah yang sama dari selatan juga ada kendaraan mobil BMW itu karena jarak yang sudah terlalu dekat sehingga tidak memungkinkan (ngerem) sehingga terjadi kecelakaan," ucap Kasat Lantas Polresta Sleman, AKP Mulyanto
Sontak pengendara motor itu langsung terpental, sementara mobil BMW oleng ke kanan dan kembali menabrak mobil Honda CR-V yang sedang terparkir di tepi timur jalan.
Akibatnya pengendara motor mengalami luka cedera kepala berat, bibir atas sobek, paha kiri memar, lecet tangan kiri. Lalu dua mobil yang terlibat hanya mengalami kerusakan pada bodi kendaraan.
Nahas, nyawa AR tidak terselamatkan meskipun sudah dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY.
Ditetapkan Tersangka
Polisi kini telah menetapkan pengemudi BMW, Christiano Pengarapenta Pengindahan Tarigan, yang menabrak sepeda motor Argo Ericko Achfandi hingga tewas, sebagai tersangka. Kabid Humas Polda DIY Kombes Ihsan mengatakan pihaknya telah melakukan gelar perkara terkait kecelakaan tersebut.
"Penyelidik dari Polresta Sleman siang tadi melakukan gelar perkara terkait kasus itu. Penyidik sudah menaikkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan dan dilanjutkan dengan penetapan tersangka," ucap Ihsan, Selasa (27/5) di Mapolda DIY.
"Tersangka pengemudi dari mobil BMW berinisial CPP. Statusnya masih mahasiswa. Kampusnya sama dengan korban," sambung Ihsan.
Meski telah menetapkan Christiano sebagai tersangka namun polisi belum menahan mahasiswa FEB UGM ini. Ihsan menjelaskan penyidik baru akan memanggil Christiano untuk pemeriksaan tersangka setelahnya baru dilakukan penahanan.
"Kita akan lakukan pemanggilan dulu (kepada Christiano)," ucap Ihsan.