Komunikasi Terakhir Sang Ibu dengan Argo: Jangan Lupa Salat Subuh
Meiliana, ibu dari Argo mengatakan sebelum kejadian dia sempat mengirim pesan melalui whatsapp (WA).
Argo Ericko Achfando (19) mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tewas dalam kecelakaan di Jalan Palagan Tentara, Sleman, Yogyakarta sempat berkomunikasi dengan ibunya melalui ponsel. Diketahui bahwa Argo tewas tertabrak mobil BMW yang dikendarai Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM pada Sabtu 24 Mei 2025.
Meiliana, ibu dari Argo mengatakan sebelum kejadian dia sempat mengirim pesan melalui whatsapp (WA). Saat itu sang ibu mengingatkan anaknya untuk menunaikan salat subuh.
"Jumat jam 20.40 masih WA, ternyata beliau sedang yang organisasi itu di Jumat kejadiannya jam 1. Paginya saya membangunkan salat subuh sudah kesiangan,” katanya, Sabtu (31/5).
Meiliana sempat bertemu secara langsung dengan anaknya sebanyak dua kali yaitu ketika Argo ulang tahun dan Lebaran. Argo ulang tahun pada 22 Mei atau dua hari sebelum meninggal.
"Ulang tahun itu Lebaran adalah ketemu pertemuan saya terakhir. (ulang tahun) 22 Mei kemarin hari Kamis. Dua hari sebelum meninggal," ucapnya.
Meiliana mengungkap bahwa dirinyalah yang lebih sering menanyakan kabar anaknya. Walaupun tidak fast respon, namun Argo selalu menjawab pesan yang dikirim ibunya.
"Saya yang aktif. Saya aktif setiap hari. Beliau pun mau meninggal, pagi saya membangunkan sholat subuh," kenangnya.
Biasanya Meiliana mengirim pesan pagi dan baru dijawab siang atau malam oleh Argo. Dia memaklumi karena anaknya banyak kegiatan.
"Agak slow respon, karena ternyata saya baru tahu kenapa sampai se-slow respon itu, pagi saya WA kadang malam baru itu pun sedikit. Ternyata dengan begitu banyak kesibukan beliau, dan dia satu, anak itu sangat bertanggung jawab. Jadi kalau dia sudah di amanahkan satu amanah, dia akan kerjakan sampai benar-benar selesai,” ujarnya.
Dalam merespon, Argo kerap menjawab singkat. Biasanya Argo selalu menjawab dengan kata ‘aman’ ketika ditanya ibunya. Namun sebagai seorang ibu, dirinya merasa kata ‘aman’ yang dijawab anaknya adalah untuk membuat dirinya merasa tenang.
“Memang anak itu identik dengan kata ‘aman’ karena dia itu anak yang kuat. Amannya kata-kata dia belum tentu aman buat dia, tapi dia mengamankan untuk saya selaku ibunya. Karena dia tahu saya masih ada dan dia selalu menenangkan saya. Terlepas itu apa yang dihadapi, dia bisa,” katanya.
Meiliana bercerita, ketika Argo pulang ke rumah biasanya mereka berkumpul walaupun tidak lama. Karena Argo memiliki banyak kesibukan dengan teman dan organisasinya. Namun dipastikan Argo dan ibunya serta adiknya kerap berkumpul bersama.
"Sangat sibuk ketemu dengan teman-temannya. Quality time dengan saya disaat dia kembali hanya satu pasti ada kita bertiga. Terlepas itu dia lebih banyak dengan teman-teman organisasi di SMA. Kita ngobrol, keluar, gimana kuliah kamu, gimana begini," pungkasnya.