Pilu Ibunda Kenang Sosok Argo, Pemuda Mandiri Tak Neko-Neko Masuk UGM Jalur Beasiswa
Argo adalah anak sulung dari dua bersadara. Adiknya adalah Keefa Satria Achfandi yang duduk di bangku kelas XI SMAN 2 Depok. Argo anak yatim.
Suasana duka masih menyelimuti keluarga Argo Ericko Achfando (19) mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tewas dalam kecelakaan di Jalan Palagan Tentara, Sleman, Yogyakarta pada 24 Mei 2025. Meiliana, ibu Argo masih terlihat bersedih menerima kenyataan pahit anak sulungnya telah tiada.
Argo adalah anak sulung dari dua bersadara. Adiknya adalah Keefa Satria Achfandi yang duduk di bangku kelas XI SMAN 2 Depok. Argo anak yatim. Ayahnya wafat 11 tahun lalu. Saat ini keluarga Argo tinggal di daerah Depok, Jawa Barat.
Ditemui di rumahnya, Meiliana mengaku masih berduka atas wafatnya Argo sebagai harapan tulang punggungnya. Dia sangat terpukul anaknya pergi begitu cepat dan dalam kondisi mengenyam pendidikan tinggi di luar kota.
Rasa sedih Meiliana bukan tanpa alasan. Sebab, Argo lah yang diharapkan menjadi pengganti tulang punggunya bagi keluarga. Sang ibu berharap Argo nantinya dapat menjadi pengganti ayahnya bagi keluarga.
"Jelas harapan saya pastinya pupus, karena almarhum Argo ini adalah anak sulung dari 2 bersaudara. Harapan besar saya, dia adalah pengganti ayahnya, sebagai tulang punggung untuk saya dan adiknya, yang akhirnya dengan adanya kejadian ini pupus semua harapan saya selaku ibu yang membesarkan almarhum 11 tahun tanpa ayahnya," katanya, Sabtu (31/5).
Meiliana sudah mengikhlaskan kepergian Argo. Menurutnya ini adalah takdir dari Sang Maha Kuasa. Namun dia mengatakan proses hukum tetap berjalan.
"Kalau masalah kepergian Argo saya sudah ikhlas karena ini merupakan takdir dari yang di atas," ujarnya.
Meiliana menuturkan, anaknya memiliki banyak teman. Namun dia tidak tahu siapa teman dekatnya di kampus. Dia hanya tahu ada tiga temannya yang sering berkomunikasi dalam enam bulan terakhir. Dia pun tidak tahu kepada siapa anaknya sering bercerita mengenai hari-harinya.
"Sejauh ini saya kurang tahu, karena temannya juga ada baru tiga orang itu, baru enam bulan terakhir. Yang saya tahu sih Argo itu anaknya lebih banyak diam ya. Kayaknya dia anak yang kuat dan taat," ungkapnya.
Dagang Kue Cukupi Kebutuhan Keluarga
Anaknya tidak pernah menceritakan hal-hal yang membuatnya akan merasa khawatir. Almarhum kerap menyelesaikan masalah yang dihadapi seorang diri.
"Terlepas ini sih dia tidak pernah menceritakan yang bagaimana-bagaimana. Mungkin karena anak itu memang dari kecil sudah terbentuk kuat, kemungkinan dia mencoba menyelesaikan sendiri," ungkapnya.
Sebagai orang tua tunggal atau single parent, Meiliana berusaha memenuhi kebutuhan kedua anaknya. Dia membuat usaha kue yang dibantu oleh adik Argo.
Meiliana menuturkan, secara langsung Argo memang tidak membantunya berjualan, namun almarhum membantunya di bidang akademik hingga akhirnya berhasil diterima di UGM melalui jalur beasiswa.
"Ya, saya pribadi memang profesi saya usaha kue, hanya pesanan, saat ini membantu adalah adiknya berjualan. Tapi, Argo itu adalah membantu secara akademik, dia maksimalkan akademiknya, akhirnya dia mendapatkan beasiswa, akhirnya dia ikut lomba-lomba dan karena Argo itu lebih dia ke adiknya. Dia membantu saya juga tapi secara akademik itu dengan dia. Nah kalau untuk jualan itu adiknya, saat ini masih berlangsung. Dia buat sistem PO, seminggu dua kali adiknya yang muncul," pungkasnya.