Respons Elon Musk saat Ada Analis Kritik Tesla: Tutup Mulutmu!
Analisis saham yang sebetulnya pro Tesla, tiba-tiba dibentak Elon Musk. Ada apa?
Di tengah performa saham Tesla yang sedang menurun, Elon Musk kembali menjadi sorotan setelah melontarkan hinaan langsung ke salah satu analis saham yang selama ini dikenal sebagai pendukung Tesla. Kali ini, sasarannya adalah Dan Ives dari Wedbush Securities.
Awalnya, Dan Ives menulis di X (sebelumnya Twitter) dengan sejumlah saran lugas agar Tesla tetap menarik bagi investor di tengah situasi sulit.
Saran tersebut meliputi pembaruan paket kompensasi Musk, kemungkinan merger dengan xAI, serta pengawasan lebih ketat terhadap berapa banyak waktu yang Musk habiskan untuk Tesla dibanding kegiatan politik pribadinya.
Lantas, bagaimana respons Elon? Responsnya sangat begitu singkat, namun menghujam jantung:
“Tutup Mulutmu, Dan,” kata Elon dikutip dari Futurism, Jumat (11/7).
Meskipun tidak jelas bagian mana yang paling membuat Musk tersinggung, banyak pengamat menduga Musk sangat tidak suka dengan ide adanya pengawasan eksternal terhadap aktivitas politiknya. Belakangan ini Musk memang semakin vokal secara politik.
Ives sendiri tak menulis tentang detail politik Musk dalam posting awalnya, tapi dalam catatan investor hari Minggu ia menyinggung rencana Musk mendirikan "America Party", sebuah gerakan politik protes yang ditujukan menyaingi Donald Trump dan rancangan undang-undang andalan Trump, “Big Beautiful Bill”.
Menurut Ives, langkah Musk yang makin dalam terjun ke politik adalah kebalikan dari yang diinginkan para investor Tesla pada saat krusial seperti sekarang.
"Pendukung Musk garis keras akan selalu mendukung apa pun yang ia lakukan, tapi ada kelelahan yang nyata di kalangan investor Tesla atas kebiasaan Musk terjun ke politik," tulis Ives seperti dikutip CNBC.
Kritik Ives bukan tanpa dasar. Saham Tesla tercatat anjlok usai Musk mengumumkan rencana "America Party", dan hingga kini belum pulih ke posisi sebelumnya.
Ironisnya, Ives adalah salah satu analis yang selama bertahun-tahun tetap merekomendasikan saham Tesla, meskipun kepribadian Musk kerap dianggap problematis oleh sebagian investor.
Dengan semakin panasnya debat seputar fokus Musk, muncul kekhawatiran di kalangan pemegang saham tentang apakah Tesla bisa kembali menempatkan perhatian penuh pada bisnis kendaraan listrik yang tengah menghadapi tekanan persaingan global.