Isu Motor Listrik Tesla Dibantah Elon Musk
CEO Tesla, Elon Musk, kembali mengklarifikasi bahwa kabar mengenai perusahaan yang berencana memproduksi sepeda motor listrik tidak benar.
Elon Musk, CEO Tesla, kembali menegaskan bahwa rumor mengenai produksi sepeda motor listrik, terutama roda dua untuk jalan raya, tidak akan pernah menjadi kenyataan.
Dalam sebuah cuitan terbaru di platform X, Musk menanggapi spekulasi yang muncul setelah beredarnya video palsu (yang dihasilkan oleh AI) yang mengklaim sebagai motor Tesla.
"Kami tidak akan membuat sepeda motor jalan raya, karena terlalu berbahaya. Saya pernah tertabrak truk dan hampir tewas saat berusia 17 tahun," tulis Musk, seperti yang dikutip dari Visordown pada Senin (8/12/2025).
Walaupun menegaskan bahwa Tesla tidak akan memasuki segmen sepeda motor listrik, Musk menyiratkan bahwa perusahaan asal Amerika Serikat ini akan memperluas kategori produk di segmen ATV.
Dia juga menyatakan bahwa kendaraan listrik tipe side-by-side bisa menjadi ide yang menarik. Penegasan bahwa Tesla tidak akan memproduksi sepeda motor listrik sebenarnya telah disampaikan sejak tahun 2019.
Musk, yang merupakan orang terkaya di dunia, menyebut rumor tentang sepeda motor listrik Tesla sebagai tanpa dasar, karena spekulasi tersebut muncul setelah peluncuran Cybertruck dan ATV pendampingnya.
"Tidak akan pernah terjadi, karena kita tidak bisa membuat sepeda motor aman," tegas Musk.
7 Kecelakaan Beruntun Robotaxi Tesla
Dunia otomotif dan teknologi tengah dihebohkan oleh berita mengejutkan dari Amerika Serikat. Proyek ambisius Robotaxi yang dikembangkan oleh Tesla kini menghadapi tantangan serius setelah tujuh insiden tabrakan dilaporkan terjadi di Austin, Texas.
Kejadian ini langsung memicu kekhawatiran di kalangan regulator keselamatan dan pengamat teknologi di seluruh dunia.
Layanan ini seharusnya menjadi harapan Elon Musk untuk merevolusi industri taksi global, namun kenyataannya menunjukkan bahwa perjalanan menuju kendaraan otonom yang aman masih penuh rintangan.
Menurut laporan dari arenaev, tujuh insiden yang tercatat sejak peluncuran layanan ini menunjukkan bahwa frekuensi kecelakaan yang dialami Tesla jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pengemudi manusia.
Tujuh kecelakaan dalam waktu singkat ini jelas merusak reputasi keandalan yang selama ini dipromosikan oleh Tesla.
Laporan terbaru juga mengungkapkan bahwa tiga kecelakaan tambahan terjadi hanya dalam bulan September 2025, yang semakin memperpanjang daftar masalah pada sistem otonom ini.
Salah satu insiden bahkan melibatkan seorang pesepeda, sebuah situasi yang sangat sensitif yang memerlukan deteksi objek yang sangat akurat di lingkungan perkotaan yang padat dan penuh ketidakpastian.