Elon Musk Disebut Sudah Lelah dengan Politik
Elon musk dikabarkan sudah lelah berpolitik lantaran beragam tekanan yang menimpanya.
Elon Musk dikabarkan akan mundur dari jabatannya sebagai Kepala Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) di pemerintahan Amerika Serikat, menyusul tekanan politik dan turunnya pengaruh di lingkaran kabinet.
Menurut laporan The Washington Post yang dikutip dari The Independent, Selasa (22/4), Musk telah menyampaikan kelelahan atas "serangan tidak etis dan penuh kebencian" dari pihak kiri politik, serta merasa perannya kini tak lagi relevan dalam struktur pemerintahan saat ini.
Masa tugas Musk sebagai pejabat pemerintah khusus dijadwalkan berakhir pada akhir bulan depan. Sumber yang dekat dengan Musk mengatakan bahwa ia percaya program DOGE akan terus berjalan karena sudah memiliki jaringan staf lintas lembaga yang berfungsi secara independen.
Kabar ini muncul tak lama setelah The New York Times melaporkan ketegangan antara Musk dan Menteri Keuangan Scott Bessent terkait penunjukan Komisaris IRS.
Bessent menolak calon pilihan Musk, memicu spekulasi bahwa Musk kehilangan pijakan dalam kabinet. Sejumlah laporan juga menyebut bahwa beberapa anggota kabinet mulai terganggu dengan gaya kepemimpinan Musk, termasuk kebijakan pemangkasan anggaran tanpa konsultasi.
Di sektor swasta, analis Wedbush Securities Dan Ives menilai bahwa Musk harus segera meninggalkan peran pemerintah dan kembali fokus penuh ke Tesla, yang saat ini disebutnya dalam kondisi “code red.”
Dalam laporan kepada kliennya, Ives menulis, “Musk perlu mundur dari pemerintahan, mengambil jarak dari DOGE, dan kembali menjadi CEO Tesla sepenuhnya. Tesla adalah Musk dan Musk adalah Tesla.”
Ives memperingatkan bahwa citra Tesla yang kini identik dengan pemerintahan Trump dan DOGE dapat menyebabkan penurunan permintaan mobil Tesla hingga 20 persen secara global.
“Citra merek adalah segalanya, dan saat ini, kerusakan yang terjadi tidak bisa dianggap remeh,” katanya.
Musk sebelumnya menuai kontroversi karena mewajibkan pegawai federal di bawah DOGE mengirim email mingguan yang merinci lima tugas yang telah diselesaikan.
Namun, Kantor Manajemen Personalia AS (OPM) segera menanggapi dengan menyatakan bahwa kebijakan itu bersifat sukarela dan tidak dapat dijadikan dasar pemecatan atau pengunduran diri otomatis.
Belum ada tanggal pasti terkait pengunduran dirinya, namun dengan masa tugas yang hampir berakhir dan desakan dari berbagai pihak, kepergian Elon Musk dari DOGE tampaknya hanya tinggal menunggu waktu.
Sementara itu, masa depan inisiatif reformasi birokrasi yang digagasnya masih menjadi tanda tanya di tengah ketidakhadirannya yang semakin nyata.