Trump Kecam Elon Musk atas Pembentukan Partai Baru, Sebut Langkah Tersebut “Konyol”
Trump menyebut inisiatif tersebut sebagai langkah yang “konyol”.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap langkah Elon Musk yang mengumumkan pembentukan partai politik baru bernama Partai Amerika. Trump menyebut inisiatif tersebut sebagai langkah yang “konyol” dan memperingatkan bahwa kehadiran partai ketiga hanya akan memperkeruh sistem politik dua partai yang telah lama menjadi tradisi di AS.
“Saya pikir itu konyol untuk memulai partai ketiga. Ini selalu menjadi sistem dua partai, dan saya pikir memulai partai ketiga hanya menambah kebingungan. Partai ketiga tidak pernah berhasil,” kata Trump dalam pernyataan yang dikutip South China Morning Post, Minggu (6/7).
Komentar Trump disampaikan sehari setelah Musk secara terbuka menyatakan pendirian Partai Amerika melalui platform media sosial miliknya, X. Dalam pernyataannya, Musk menyebut sistem politik AS saat ini sebagai “satu partai” yang gagal mengendalikan pengeluaran negara, dan menyalahkan baik Partai Demokrat maupun Partai Republik atas membengkaknya anggaran.
“Ketika datang untuk membangkrutkan negara kita dengan limbah dan korupsi, kita hidup dalam sistem satu partai, bukan demokrasi,” tulis Musk.
Ia juga mengkritik kebijakan belanja besar-besaran yang didorong oleh pemerintahan Trump, yang menurutnya turut memperburuk defisit dan utang negara. Musk menyatakan akan menentang anggota parlemen yang mendukung anggaran tidak berkelanjutan, tanpa memandang afiliasi politik.
Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai pendaftaran Partai Amerika ke otoritas pemilu AS.
Hubungan Trump Vs Musk
Ketegangan antara Trump dan Musk mencerminkan memburuknya hubungan keduanya. Sebelumnya, Musk pernah mendukung Trump dan bahkan sempat ditunjuk memimpin inisiatif efisiensi pemerintahan. Namun, hubungan tersebut merenggang usai pengesahan RUU pengeluaran besar yang memangkas subsidi kendaraan listrik, sektor utama bisnis Musk melalui Tesla.
Trump kembali melontarkan serangan terhadap Musk melalui platform Truth Social, menyebutnya sebagai “train wreck” atau kegagalan besar. Ia menuding pendirian partai baru oleh Musk bertujuan menciptakan “disrupsi dan kekacauan total”.
Dalam pernyataannya, Trump juga menyinggung bahwa sikap kritis Musk muncul setelah pemerintah memotong subsidi mobil listrik. Sementara itu, Musk menyatakan bahwa keputusannya lebih didorong oleh kekhawatiran atas lonjakan utang nasional.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, turut mengomentari langkah Musk. Ia menyampaikan bahwa dewan direksi di berbagai perusahaan Musk kemungkinan besar menginginkan agar sang CEO kembali fokus pada dunia bisnis.
“Saya percaya dewan-dewan di perusahaannya ingin dia kembali dan menjalankan perusahaan-perusahaan itu, yang dia kuasai lebih baik dari siapa pun,” ujar Bessent kepada CNN.
Diketahui, Musk telah meninggalkan perannya di proyek kripto Doge sejak Mei lalu untuk kembali fokus ke perusahaannya. Namun keterlibatannya dalam politik sempat disebut memengaruhi reputasi Tesla.
Trump dan Musk sebelumnya memiliki hubungan baik. Trump bahkan pernah memberikan penghargaan simbolik berupa “kunci emas” kepada Musk dalam sebuah seremoni di Gedung Putih. Namun, hubungan keduanya memburuk tak lama setelah Musk mengkritik kebijakan pengeluaran Trump, dan keduanya saling sindir di media sosial. Trump menolak berkomentar saat ditanya apakah ia akan meminta Musk mengembalikan kunci emas tersebut.