Komut KAI: Palang Pintu Sebidang Tanggung Jawab Pemerintah Daerah
Said Aqil menjelaskan, kewenangan mengenai palang pintu berada pada pemerintah daerah dengan koordinasi kementerian terkait.
Komisaris Utama (Komut) PT Kereta Api Indonesia (KAI) Said Aqil Siradj mengatakan, pembangunan palang pintu perlintasan sebidang bukan merupakan kewenangan KAI, melainkan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah (Pemda). Hal ini disampaikan Said Aqil merespons terkait kecelakaan kereta dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
"Yang jelas, palang pintu sebidang itu bukan kewajiban KAI. Ini banyak orang yang tidak tahu, membikin palang pintu bukan kewajiban KAI, bukan,” kata Said Aqil usai menjenguk korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).
Said Aqil menjelaskan, kewenangan mengenai palang pintu berada pada pemerintah daerah dengan koordinasi kementerian terkait.
“Pemerintah daerah, pemerintah setempat. Dinas Kemenhub berkoordinasi dengan kepala daerah, Kemendagri juga. Itu bukan kewajiban KAI,” ujar dia.
Peran KAI
Dia menilai masih banyak masyarakat yang keliru memahami peran KAI dalam pengelolaan perlintasan sebidang. Dia juga mengaku sebelum menjabat Komut KAI juga memiliki anggapan serupa terkait tanggung jawab pembangunan palang pintu perlintasan sebidang kereta.
“Saya sendiri sebelum jadi Komut nggak paham, saya kira palang itu kewajiban KAI, bukan,” kata Said Aqil.
Menurutnya, peran KAI terbatas pada operasional kereta api bukan dalam kewenangan mengatur palang pintu.
“KAI itu kewajibannya cuma menjalankan kereta api, narik tiket, udah aja,” ujar dia.
Kolaborasi Lintas Pemerintah Terkait Perlintasan Sebidang
Meski begitu, Said Aqil tetap mendorong adanya kolaborasi lintas pemerintah untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Dia mencontohkan upaya koordinasi yang pernah dilakukan dengan pemerintah daerah di sejumlah wilayah.
“Waktu di Jawa Timur semua kumpul, bupati-bupati yang ada seberang sebidang itu. Waktu itu oke, kolaborasi ya, tapi ya belum dilaksanakan,” kata dia.
Said Aqil juga menyinggung soal tingginya biaya pembangunan palang pintu sebagai salah satu kendala. “Bikin palang yang bagus itu Rp3 miliar satu, ya bukan barang murah,” tandasnya.