Meta Bikin Aplikasi AI Tersendiri, Tantang Dominasi OpenAI dan Google
Meta tak ingin menjadi penonton persaingan aplikasi AI antara OpenAI dengan Google.
Meta Platforms resmi merilis aplikasi kecerdasan buatan (AI) mandiri yang akan menjadi rival langsung dari ChatGPT milik OpenAI.
Aplikasi baru ini menggunakan model Llama buatan Meta dan dirancang untuk menyajikan asisten digital yang lebih cerdas dan personal.
Dalam pengumuman pada Selasa (30/4), Meta menyebutkan aplikasi ini dilengkapi dengan fitur “Discover feed” yang memungkinkan pengguna melihat bagaimana orang lain berinteraksi dengan AI serta memberikan berbagai saran prompt yang bisa dicoba.
Langkah ini menegaskan laporan eksklusif CNBC pada Februari lalu, yang menyebut Meta sedang menyiapkan peluncuran aplikasi AI tersendiri guna memperkuat posisi dalam persaingan AI global.
Mengutip CNBC, Rabu (30/4), aplikasi ini akan bersaing dengan produk sejenis seperti Gemini dari Google, Claude milik Anthropic, serta Grok dari xAI milik Elon Musk.
Sejak September 2023, Meta telah meluncurkan chatbot berbasis generative AI yang terintegrasi dalam berbagai aplikasinya, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger.
Pada April 2024, Meta memperluas peran AI tersebut dengan mengganti fitur pencarian di aplikasi-aplikasi tersebut menggunakan Meta AI.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, bahkan menyebut 2025 akan menjadi tahun di mana asisten AI cerdas dan personal menjangkau lebih dari satu miliar pengguna.
“Saya yakin Meta AI akan menjadi asisten AI terdepan,” katanya pada Januari lalu.
Hingga Januari 2025, Meta AI telah digunakan secara aktif oleh sekitar 700 juta pengguna per bulan, naik dari 600 juta pada Desember 2024, menurut Chief Financial Officer Meta, Susan Li.
Peluncuran aplikasi mandiri Meta AI ini mengikuti jejak langkah Google dan xAI yang sebelumnya juga merilis aplikasi terpisah untuk layanan digital assistant mereka, Gemini dan Grok.
Pengumuman Meta disampaikan bertepatan dengan gelaran perdana LlamaCon, konferensi pengembang AI Meta yang berlangsung di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California. Acara ini difokuskan pada pengembangan keluarga model AI Llama.
Investor saat ini sedang menantikan bukti nyata bahwa investasi besar-besaran Meta di sektor AI sudah mulai menunjukkan dampak langsung terhadap bisnis. Meta diketahui akan menggelontorkan dana hingga $65 miliar (sekitar Rp1.050 triliun) pada 2025 untuk memperluas infrastruktur AI miliknya.
Perusahaan dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan kuartal pertama tahun ini pada Rabu malam waktu setempat.