Waspada! Kesehatan Mata Terancam Akibat Gadget, Ini 5 Cara Menjaganya
Kesehatan mata kita dapat terancam akibat penggunaan perangkat digital yang berlebihan.
Menjaga kesehatan mata di era digital sangat penting. Menurut dokter spesialis mata, Willibrordus Tantri Winaksa dari RS EMC Cibitung dan Cikarang, terdapat lima tips yang dapat diterapkan, yaitu: Terapkan Aturan 20-20-20.
Setiap kali Anda menatap layar selama 20 menit, alihkan pandangan Anda ke objek yang berjarak 20 kaki (6 meter) selama 20 detik untuk mengurangi ketegangan pada mata.
Perhatikan Posisi dan Pencahayaan. Pastikan layar komputer berada sejajar atau sedikit di bawah garis pandang mata, dengan jarak sekitar 50-70 cm. Gunakan pencahayaan yang cukup di ruangan dan hindari pantulan cahaya yang langsung mengenai layar.
Berkedip Secara Sadar juga penting. Biasakan untuk berkedip lebih sering agar permukaan mata tetap lembap dan terhindar dari kekeringan.
Batasi Penggunaan Gawai pada Anak. Penggunaan gawai yang berlebihan pada anak dapat meningkatkan risiko gangguan refraksi seperti rabun jauh (miopia). Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk mengatur waktu layar dan mendorong anak-anak melakukan aktivitas di luar ruangan.
Selain itu, Lakukan Pemeriksaan Mata Rutin secara berkala sangat penting, terutama bagi mereka yang bekerja di depan layar lebih dari 6 jam sehari.
Willibrordus menyarankan agar segera berkonsultasi dengan dokter mata jika keluhan berikut tidak kunjung membaik meskipun sudah mengurangi penggunaan layar:
- Mata terasa perih atau nyeri
- Penglihatan buram yang menetap
- Mata merah berkepanjangan
- Sering sakit kepala setelah menggunakan layar.
"Dokter mata akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan penyebab keluhan dan memberikan terapi yang sesuai, mulai dari pemberian obat tetes mata, koreksi kacamata, hingga edukasi kebiasaan visual yang lebih sehat," kata Willibrordus, mengutip laman EMC, Sabtu (31/1/2026).
Di zaman digital
Willibrordus menjelaskan bahwa di zaman digital saat ini, perangkat elektronik seperti ponsel, komputer, dan tablet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, belajar, hingga bersantai, hampir selalu melibatkan penggunaan layar digital. Namun, tanpa disadari, kebiasaan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mata jika tidak diimbangi dengan cara penggunaan yang bijak. Menatap layar dalam waktu yang lama dapat menimbulkan berbagai keluhan yang dikenal sebagai Digital Eye Strain atau Computer Vision Syndrome.
Beberapa gejala yang sering dialami akibat kondisi ini antara lain:
- Mata lelah dan terasa berat
- Mata kering atau berair
- Pandangan kabur atau sulit fokus
- Sakit kepala
- Nyeri pada leher dan bahu
Keluhan ini dapat dialami oleh siapa saja, termasuk orang dewasa, remaja, dan anak-anak, terutama dengan meningkatnya penggunaan gawai untuk keperluan bekerja dan belajar secara daring.
Mata menjadi cepat lelah ketika melihat layar
Ketika seseorang melihat layar digital, frekuensi kedipan mata mereka biasanya berkurang hingga 50 persen. Hal ini menyebabkan mata menjadi lebih cepat kering dan lelah.
Selain itu, paparan cahaya biru (blue light) yang berasal dari layar dapat meningkatkan ketegangan pada mata, terutama jika digunakan dalam waktu yang lama tanpa jeda.
"Posisi layar yang tidak ergonomis, pencahayaan ruangan yang kurang optimal, serta penggunaan kacamata yang tidak sesuai juga dapat memperburuk kondisi mata," ujarnya.
Penting untuk memperhatikan kesehatan mata saat menggunakan perangkat digital. Mengatur posisi layar agar lebih ergonomis dan memastikan pencahayaan yang cukup di ruangan dapat membantu mengurangi ketegangan mata.
Selain itu, disarankan untuk menggunakan kacamata yang sesuai untuk menghindari masalah penglihatan yang lebih serius. Dengan melakukan langkah-langkah ini, kita dapat menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko kelelahan akibat penggunaan layar yang berkepanjangan.