Kanker Kolorektal Bisa Dicegah, Ahli Soroti Pola Hidup Sehat dan Skrining Dini
Ahli kesehatan menegaskan kanker kolorektal dapat dicegah dengan pola hidup sehat dan skrining dini. Temukan cara efektif melindungi diri dari penyakit mematikan ini.
Kanker kolorektal, salah satu jenis kanker yang menyerang usus besar dan rektum, dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Hal ini disampaikan oleh Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI), Prof. Ari Fahrial Syam, dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada Sabtu (30/5). Pencegahan ini melibatkan perubahan gaya hidup signifikan yang dapat mengurangi risiko penyakit tersebut.
Prof. Ari menekankan bahwa penyakit ini sebenarnya bisa dihindari dengan langkah-langkah proaktif. Masyarakat diimbau untuk mengurangi konsumsi daging, memperbanyak asupan sayur dan buah, serta memastikan kecukupan cairan tubuh. Selain itu, aktivitas fisik teratur juga menjadi kunci penting dalam upaya pencegahan.
Selain pola makan dan aktivitas fisik, faktor lain seperti pengelolaan stres, pencegahan obesitas, serta menghindari rokok dan minuman beralkohol juga sangat berperan. Langkah-langkah komprehensif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan tubuh yang lebih sehat dan mengurangi peluang berkembangnya sel kanker. Pentingnya skrining dini juga disoroti sebagai bagian integral dari strategi pencegahan dan penanganan.
Pola Hidup Sehat sebagai Benteng Utama Kanker Kolorektal
Pencegahan kanker kolorektal sangat bergantung pada adopsi gaya hidup sehat secara menyeluruh. Prof. Ari Fahrial Syam menjelaskan bahwa mengurangi asupan daging-dagingan merupakan salah satu langkah krusial. Sebaliknya, konsumsi sayur dan buah secara rutin sangat dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan serat harian tubuh.
Selain diet, hidrasi yang cukup dengan banyak minum air juga penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Aktivitas fisik yang teratur, seperti berolahraga, membantu menjaga berat badan ideal dan meningkatkan metabolisme tubuh. Kombinasi ini secara signifikan dapat menurunkan risiko terjadinya kanker kolorektal.
Prof. Ari juga menyarankan masyarakat untuk mengelola stres dengan baik, karena stres kronis dapat berdampak negatif pada kesehatan secara keseluruhan. Pencegahan dan penanganan obesitas juga menjadi perhatian utama, mengingat obesitas merupakan faktor risiko banyak penyakit, termasuk kanker. Menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol adalah langkah fundamental lainnya dalam menjaga kesehatan usus.
Pentingnya Skrining Dini dan Pelajaran dari Taiwan
Skrining atau pemeriksaan awal kanker kolorektal memegang peranan vital dalam penanganan penyakit ini. Prof. Ari Fahrial Syam menyoroti bahwa deteksi gejala awal memungkinkan pengobatan dan tindakan yang lebih tepat. Keberhasilan penanganan ini dapat meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan.
Contoh nyata keberhasilan skrining terlihat di Taiwan, yang mampu menekan angka kematian akibat kanker hingga 30 persen. Selain itu, jumlah individu dengan stadium lanjut yang ditemukan juga berkurang menjadi sekitar 30 persen. Ini menunjukkan bahwa deteksi dini berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kepala Human Cancer Research Centre (HCRC) Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI), Prof. Murdani Abdullah, menambahkan bahwa skrining kanker kolorektal lebih menguntungkan dibandingkan tanpa skrining. Manfaatnya tidak hanya terkait biaya pengobatan yang lebih rendah, tetapi juga mampu menjaga produktivitas individu. Skrining juga efektif menekan jumlah kematian yang disebabkan oleh kanker ini.
Skrining Gratis dan Manfaat Deteksi Tahap Awal oleh Kementerian Kesehatan
Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa skrining awal kanker mempermudah proses pengobatan. Terutama bagi individu yang terdeteksi menderita kanker pada tahap awal, intervensi medis bisa lebih ringan. Pengobatan mungkin hanya memerlukan operasi tanpa kemoterapi atau radiasi.
Biaya pengobatan dan kebutuhan obat pendukung juga akan berkurang secara drastis jika kanker terdeteksi dini. Hal ini meringankan beban finansial pasien dan sistem kesehatan. Deteksi pada stadium awal memberikan harapan kesembuhan yang lebih tinggi.
Nadia menginformasikan bahwa masyarakat dapat melakukan skrining kanker kolorektal melalui program pemerintah yang dikenal sebagai Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini memfasilitasi akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan penting. Ia kembali menyerukan agar masyarakat Indonesia memperbanyak konsumsi sayur dan buah lokal. Hal ini penting untuk memenuhi kebutuhan serat harian guna mencegah kanker kolorektal.
Sumber: AntaraNews