5 Makanan Minuman Wajib Dihindari untuk Cegah Kanker Usus Besar
Fakta mengejutkan! Ketahui 5 makanan minuman wajib dihindari yang terbukti meningkatkan risiko kanker usus besar, demi menjaga kesehatan pencernaan Anda.
Kanker kolorektal, atau yang lebih dikenal sebagai kanker usus besar, merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang kolon dan rektum. Penyakit ini menjadi perhatian serius di dunia kesehatan global karena prevalensinya yang terus meningkat. Memahami faktor risiko adalah langkah awal pencegahan yang krusial.
Peran pola makan dan minum sangat krusial dalam menentukan risiko seseorang terhadap kondisi ini, serta memengaruhi kesehatan usus secara keseluruhan. Pilihan nutrisi sehari-hari memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan sel-sel dalam tubuh. Ini adalah aspek penting yang sering terabaikan dalam gaya hidup modern.
Menurut ahli gizi senior Grace Yanti dari Mount Elizabeth Hospital, Singapura, serta Alefia Vasanwala, beberapa jenis makanan dan minuman wajib dihindari untuk meminimalkan risiko kanker usus besar. Mengenali dan membatasi konsumsi item-item ini dapat menjadi strategi efektif dalam menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah penyakit.
Daging Merah dan Daging Olahan
Daging merah dan produk olahannya telah lama menjadi sorotan dalam penelitian kanker. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan daging olahan sebagai Karsinogen Grup 1. Ini berarti ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa konsumsi daging olahan dapat menyebabkan kanker.
Daging merah sendiri dikategorikan sebagai Grup 2A, yang berarti kemungkinan karsinogenik bagi manusia. Analisis dari 10 penelitian menunjukkan bahwa setiap konsumsi 50 gram daging olahan setiap hari dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal sekitar 18%. Senyawa haem dalam daging merah juga mempromosikan pembentukan senyawa N-nitroso yang berpotensi karsinogenik.
Selain itu, saat daging merah dimasak pada suhu tinggi, senyawa karsinogenik seperti amina heterosiklik (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) dapat terbentuk. Senyawa ini berisiko menyebabkan kanker usus besar, terutama pada individu dengan kecenderungan genetik. Oleh karena itu, membatasi konsumsi daging merah hingga 12-18 ons per minggu dan daging olahan sesedikit mungkin sangat disarankan.
Minuman Manis Berpemanis
Minuman manis berpemanis juga menjadi salah satu item yang wajib dihindari untuk cegah kanker usus besar. Penelitian praklinis menunjukkan bahwa asupan minuman manis, bahkan dalam jumlah sedang, secara langsung memicu pertumbuhan tumor pada kanker kolorektal stadium awal. Efek ini terjadi terlepas dari kondisi obesitas seseorang.
Konsumsi minuman manis dikaitkan dengan peningkatan insiden kanker kolon proksimal secara signifikan. Bahan tambahan makanan dan pemanis buatan dalam minuman ini dapat mengubah mikrobioma usus. Perubahan ini kemudian dapat memicu peradangan yang berujung pada kanker usus besar.
Studi lain mengungkapkan bahwa wanita yang mengonsumsi dua atau lebih porsi minuman manis per hari memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi. Risiko ini berlaku untuk pengembangan kanker kolorektal onset dini dibandingkan mereka yang minum kurang dari satu porsi per minggu. Ini menunjukkan dampak serius dari kebiasaan minum manis yang perlu diwaspadai.
Alkohol
Alkohol dikenal sebagai karsinogen yang secara langsung meningkatkan risiko kanker usus besar. Semua jenis alkohol, baik bir, anggur, maupun minuman keras, mengandung etanol yang dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh. Etanol juga berpotensi merusak DNA, yang merupakan pemicu utama perkembangan sel kanker.
Tingkat konsumsi alkohol yang lebih tinggi secara spesifik meningkatkan risiko kanker kolorektal onset dini. Risiko ini terutama terjadi pada kanker kolon distal dan rektum. Kerusakan DNA dan stres oksidatif akibat alkohol memengaruhi cara tubuh menyerap nutrisi penting untuk kesehatan sel.
Untuk mengurangi risiko, disarankan untuk membatasi konsumsi alkohol. Batas yang direkomendasikan adalah tidak lebih dari satu minuman per hari untuk wanita dan dua minuman per hari untuk pria. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan konsumsi moderat mungkin tidak berdampak signifikan, Alefia Vasanwala menyarankan untuk membatasi atau bahkan menghindari alkohol sama sekali.
Makanan Olahan dan Ultra-olahan
Makanan olahan dan ultra-olahan, seperti hot dog, soda, dan kentang goreng, juga berkontribusi pada peningkatan risiko kanker usus besar. Makanan ini seringkali mengandung bahan-bahan buatan, perasa, pewarna, atau aditif lainnya. Zat-zat ini dapat mengubah mikrobioma usus, memicu peradangan, dan pada akhirnya meningkatkan risiko kanker.
Sebuah studi menemukan bahwa pria yang mengonsumsi lebih dari sembilan porsi makanan ultra-olahan sehari memiliki risiko kanker kolorektal 29% lebih besar. Angka ini dibandingkan dengan pria yang hanya mengonsumsi tiga porsi sehari. Ini menunjukkan dampak signifikan dari frekuensi konsumsi makanan jenis ini.
Diet tinggi lemak jenuh dan rendah serat, yang sering ditemukan pada makanan ultra-olahan, juga menempatkan individu pada peningkatan risiko kanker usus besar. Oleh karena itu, mengurangi asupan makanan jenis ini merupakan langkah penting. Pemilihan makanan segar dan minim olahan adalah kunci pencegahan yang efektif.
Makanan Gorengan dan Tinggi Lemak
Makanan gorengan dan yang tinggi lemak juga termasuk dalam daftar yang wajib dihindari untuk cegah kanker usus besar. Makanan yang digoreng dapat mengandung hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH). Senyawa ini terbentuk ketika minyak terpapar suhu tinggi dalam waktu lama, terutama jika minyak tidak diganti secara teratur.
Konsumsi makanan gorengan secara teratur menyebabkan akumulasi bahan kimia penyebab kanker dalam tubuh. Akumulasi ini dapat memicu perubahan seluler yang tidak sehat. Proses ini berpotensi meningkatkan risiko perkembangan kanker usus besar dari waktu ke waktu.
Diet tinggi lemak secara umum dapat memicu serangkaian perubahan molekuler yang berujung pada kanker usus dan kolon. Menghindari daging berlemak seperti sosis, bacon, dan kulit ayam sangat disarankan. Produk susu tinggi lemak seperti es krim, keju, mentega, serta makanan yang digoreng dengan minyak hewani juga sebaiknya dibatasi untuk kesehatan optimal.