Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Tanda Kanker Usus yang Tak Boleh Diabaikan, Segera Cari Perawatan
<b>Tanda Kanker Usus yang Tak Boleh Diabaikan, Segera Cari Perawatan</b>

Tanda Kanker Usus yang Tak Boleh Diabaikan, Segera Cari Perawatan

Jangan abaikan jika Anda mengalami tanda-tanda ini. Segera periksakan untuk mendapatkan diagnosis yang pasti.

Kesehatan usus memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan tubuh.

Oleh karena itu, memahami bagaimana tubuh memberikan sinyal adanya masalah pada usus dapat menjadi langkah awal yang kritis dalam pencegahan dan deteksi dini kanker usus

merdeka.com

Kanker usus, meskipun sering kali tidak terlihat secara langsung, merupakan salah satu ancaman kesehatan yang dapat memengaruhi siapa pun tanpa memandang usia atau jenis kelamin.

Kehadirannya seringkali sulit untuk dideteksi pada tahap awal, sehingga memerlukan pemahaman yang lebih baik tentang tanda-tanda dan gejala yang mungkin muncul.

Artikel ini bertujuan untuk membahas secara mendalam mengenai tanda-tanda kanker usus yang tidak boleh diabaikan.

Tanda Kanker Usus

  • Perubahan pola buang air besar (BAB). Ini bisa berupa diare, sembelit, atau perasaan BAB tidak tuntas yang terjadi secara terus-menerus. Perubahan ini bisa disebabkan oleh tumor yang menghalangi atau mengubah bentuk usus besar.

  • Darah pada tinja atau BAB berdarah. Ini bisa menunjukkan adanya pendarahan di usus besar akibat tumor. Darah pada tinja bisa berwarna merah segar, merah kehitaman, atau hitam.

  • Perubahan bentuk dan warna tinja. Tinja bisa menjadi lebih tipis, lebih lembek, atau lebih keras dari biasanya. Warna tinja juga bisa berubah menjadi gelap, kehijauan, atau keabu-abuan.

  • Sakit perut, kembung, atau kram. Ini bisa disebabkan oleh tumor yang menekan atau meradang usus besar. Sakit perut bisa terasa di bagian bawah perut atau di seluruh perut.

  • Kelelahan, lemas, atau anemia. Ini bisa disebabkan oleh kehilangan darah akibat pendarahan di usus besar. Anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah rendah, sehingga tubuh kekurangan oksigen.

  • Berat badan turun drastis tanpa sebab jelas. Ini bisa disebabkan oleh tumor yang mengganggu penyerapan nutrisi di usus besar atau mengeluarkan zat yang merusak sel-sel tubuh. Penurunan berat badan bisa mencapai 10 persen atau lebih dari berat badan normal.

  • Kulit dan area putih mata berwarna kekuningan. Ini bisa disebabkan oleh tumor yang menyebar ke hati dan menyebabkan penyumbatan saluran empedu. Kondisi ini disebut sebagai ikterus atau sakit kuning.

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa tanda kanker usus di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Tanda Kanker Usus yang Tak Boleh Diabaikan, Segera Cari Perawatan

Penyebab Kanker Usus

Penyebab kanker usus, baik kanker usus halus maupun kanker usus besar, belum diketahui secara pasti.

Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker usus, antara lain:

  • Usia. Kanker usus lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun.

  • Riwayat polip atau kanker usus dalam keluarga. Polip adalah benjolan jinak yang bisa berkembang menjadi kanker jika tidak diangkat. Orang yang memiliki keluarga dengan riwayat kanker usus juga memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita penyakit yang sama.

  • Obesitas. Orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas cenderung memiliki kadar insulin dan IGF-1 yang tinggi dalam darah. Zat-zat ini bisa merangsang pertumbuhan sel kanker di usus.

  • Kebiasaan merokok. Rokok mengandung zat karsinogenik yang bisa merusak DNA sel dan menyebabkan kanker di berbagai organ tubuh, termasuk usus.

  • Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Minuman beralkohol juga mengandung zat karsinogenik yang bisa meningkatkan risiko kanker usus. Alkohol juga bisa mengganggu penyerapan folat, yaitu vitamin yang penting untuk menjaga kesehatan sel.

  • Pola makan kurang serat. Serat bisa membantu membersihkan usus dari sisa makanan yang bisa menjadi sumber toksin. Orang yang jarang makan serat cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker usus.

  • Terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan lemak. Daging merah dan lemak mengandung zat karsinogenik yang bisa merusak DNA sel dan menyebabkan kanker. Daging merah juga bisa meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh, yang bisa merangsang pertumbuhan sel kanker.

  • Jarang berolahraga. Olahraga bisa membantu menjaga berat badan ideal, meningkatkan metabolisme, dan mengurangi peradangan di usus. Olahraga juga bisa merangsang gerakan usus, sehingga mencegah penumpukan sisa makanan di usus.

  • Terapi radiasi di bagian perut. Radiasi bisa merusak DNA sel dan menyebabkan kanker di usus atau organ lain yang terpapar.

  • Menderita penyakit radang usus. Penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn, bisa menyebabkan peradangan kronis di usus yang bisa meningkatkan risiko kanker usus.

  • Menderita kelainan genetik. Ada beberapa sindrom genetik yang bisa meningkatkan risiko kanker usus, seperti familial adenomatous polyposis (FAP) atau sindrom Lynch.

Demikianlah beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko kanker usus.

Cara Mencegah Kanker Usus

Cara mencegah kanker usus adalah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dan melakukan pemeriksaan usus secara berkala.

 Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kanker usus:

  • Perbanyak konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Makanan-makanan ini kaya akan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang bisa membantu melindungi usus dari kerusakan sel dan peradangan. Serat juga bisa membantu membersihkan usus dari sisa makanan yang bisa menjadi sumber toksin.
  • Batasi konsumsi daging merah, daging olahan, dan makanan yang dibakar. Makanan-makanan ini mengandung zat karsinogenik, yaitu zat yang bisa merusak DNA sel dan menyebabkan kanker. Daging merah juga bisa meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh, yang bisa merangsang pertumbuhan sel kanker.

  • Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol. Rokok dan alkohol juga mengandung zat karsinogenik yang bisa meningkatkan risiko kanker usus. Alkohol juga bisa mengganggu penyerapan folat, yaitu vitamin yang penting untuk menjaga kesehatan sel.

  • Berolahraga secara rutin. Olahraga bisa membantu menjaga berat badan ideal, meningkatkan metabolisme, dan mengurangi peradangan di usus. Olahraga juga bisa merangsang gerakan usus, sehingga mencegah penumpukan sisa makanan di usus.

  • Jalani skrining kanker usus secara berkala. Skrining kanker usus adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya polip atau tumor di usus besar.

    Polip adalah benjolan yang bisa menjadi kanker jika tidak diangkat. Skrining kanker usus bisa dilakukan dengan kolonoskopi, sigmoidoskopi, tes darah samar, atau tes DNA tinja.

    Skrining kanker usus disarankan bagi orang yang berusia di atas 50 tahun atau memiliki faktor risiko lain, seperti riwayat keluarga, penyakit radang usus, atau sindrom genetik.

  • Hati-hati saat menggunakan obat NSAID. Obat NSAID, seperti aspirin, bisa digunakan untuk mengurangi peradangan dan nyeri, tetapi juga bisa menyebabkan perdarahan dan bisul di usus.

    Jika Anda memiliki faktor risiko kanker usus, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat NSAID.

Arti Kedutan Mata Kiri Atas, Tanda Baik atau Buruk?
Arti Kedutan Mata Kiri Atas, Tanda Baik atau Buruk?

Kedutan mata kiri atas adalah hal yang sering dialami oleh banyak orang. Namun tidak sedikit orang yang menghubungkan kondisi ini dengan nasib di masa depan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Cara Mengatasi Kanker Pankreas, Lengkap Beserta Gejala dan Penyebabnya
Cara Mengatasi Kanker Pankreas, Lengkap Beserta Gejala dan Penyebabnya

Kanker pankreas adalah gangguan kesehatan berupa adanya pertumbuhan sel yang tidak terkendali pada jaringan pankreas.

Baca Selengkapnya icon-hand
Tertulis dalam Naskah Sunda Kuno, Deretan Tanaman Ini Jadi Obat Andalan Berbagai Penyakit
Tertulis dalam Naskah Sunda Kuno, Deretan Tanaman Ini Jadi Obat Andalan Berbagai Penyakit

Khasiatnya pun tidak main-main, penyakit jantung sampai kanker disebut bisa sembuh

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Penyebab Kanker Mulut dan Gejalanya, Waspadai Kebiasaan Pemicunya
Penyebab Kanker Mulut dan Gejalanya, Waspadai Kebiasaan Pemicunya

Kanker mulut adalah gangguan kesehatan berbahaya yang perlu diwaspadai.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kenali Kondisi Kesehatanmu dari 5 Rasa Aneh yang Muncul di Mulut
Kenali Kondisi Kesehatanmu dari 5 Rasa Aneh yang Muncul di Mulut

Sejumlah kondisi dan rasa yang terjadi di mulut bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kebiasaan Pemicu Kanker Paru-paru, Cegah Sejak Dini
Kebiasaan Pemicu Kanker Paru-paru, Cegah Sejak Dini

Kanker paru-paru adalah kanker yang terbentuk di dalam paru-paru. Kanker ini dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satunya oleh kebiasaan kita sehari-hari.

Baca Selengkapnya icon-hand
10 Tanda Gula Darah Terlalu Rendah dan Dampaknya pada Kesehatan Tubuh
10 Tanda Gula Darah Terlalu Rendah dan Dampaknya pada Kesehatan Tubuh

Kesadaran akan gejala dan penyebab gula darah terlalu rendah dapat membantu mencegah kondisi yang dapat membahayakan kesehatan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kondisi Terbaru Nunung Melawan Kanker Payudara, Bakal Jalani Kemoterapi Terakhir
Kondisi Terbaru Nunung Melawan Kanker Payudara, Bakal Jalani Kemoterapi Terakhir

Nunung kini tengah melawan penyakit kanker payudara. Kondisinya semakin membaik pasca operasi.

Baca Selengkapnya icon-hand
Gejala Awal Kanker yang Jarang Disadari, Perlu Diwaspadai
Gejala Awal Kanker yang Jarang Disadari, Perlu Diwaspadai

Mengetahui gejala awal kanker bisa segera mengambil tindakan untuk mengobatinya.

Baca Selengkapnya icon-hand