Omzet Pedagang Makanan di Terminal Pulo Gebang Melonjak 50 Persen Jelang Arus Mudik Lebaran
Jelang arus mudik Lebaran, omzet pedagang makanan di Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur melonjak hingga 50 persen, memberikan berkah Ramadhan bagi para penjual.
Omzet penjualan pedagang makanan di Terminal Terpadu Pulo Gebang (TTPG), Jakarta Timur, mengalami peningkatan signifikan hingga 50 persen menjelang Lebaran tahun ini. Lonjakan ini terjadi terutama dalam 10 hari terakhir bulan Ramadhan, jauh berbeda dibandingkan kondisi awal puasa yang cenderung sepi. Peningkatan ini menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha di area terminal.
Salah satu pedagang rumah makan khas Padang, Nur Aida, mengungkapkan bahwa peningkatan penjualan mencapai sekitar 150 porsi per hari, dari sebelumnya hanya sekitar 100 porsi. Pembeli didominasi oleh calon penumpang atau pemudik yang akan berangkat pada malam hari. Mereka banyak membeli makanan untuk disantap di tempat atau dibungkus sebagai bekal perjalanan.
Kondisi serupa juga dirasakan oleh Rina Suharsih, pedagang makanan lain di TTPG, yang bersyukur dagangannya laris manis menjelang Lebaran. Peningkatan aktivitas di terminal ini sejalan dengan perkiraan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jakarta. Dishub memprediksi hari Rabu, 18 Maret, sebagai puncak arus mudik di Terminal Pulo Gebang tahun ini.
Berkah Ramadhan bagi Pedagang Makanan di TTPG
Nur Aida, seorang pedagang rumah makan Padang, menceritakan bahwa omzetnya melonjak drastis hingga 50 persen. Peningkatan ini terasa signifikan dalam sepuluh hari terakhir Ramadhan, berbeda dengan awal puasa yang masih normal. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan daya beli dan kebutuhan makanan di kalangan pemudik.
Ia menambahkan, jumlah porsi yang terjual bisa mencapai 150-an, meningkat dari rata-rata 100 porsi sebelumnya. Mayoritas pembeli adalah calon penumpang yang menunggu jadwal keberangkatan pada malam hari. Mereka kerap membeli makanan untuk disantap langsung atau dibawa sebagai bekal perjalanan.
Sebelumnya, Nur Aida bahkan berjualan hingga waktu sahur di awal Ramadhan. Namun, dengan lonjakan penjualan ini, ia kini hanya beroperasi dari siang hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Perubahan jam operasional ini menyesuaikan dengan pola pembelian yang didominasi pada sore hingga menjelang berbuka puasa.
Makanan Favorit Pemudik dan Peningkatan Penjualan
Rina Suharsih, pedagang lainnya, juga mengungkapkan rasa syukurnya atas peningkatan penjualan menjelang Lebaran. Meskipun enggan merinci total pendapatan, ia mengonfirmasi bahwa banyak pembeli datang dari sore hingga waktu berbuka puasa. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan makanan siap saji sangat tinggi di kalangan pemudik.
Menurut Rina, makanan atau lauk-pauk yang paling diminati adalah nasi campur dengan pilihan ikan, ayam, dan telur. Menu-menu ini menjadi favorit karena praktis dan mengenyangkan untuk perjalanan. Ketersediaan makanan yang beragam turut menarik minat calon penumpang.
Rina berencana untuk terus berjualan hingga malam tanggal 19 Maret, memanfaatkan momentum puncak arus mudik. Peningkatan jumlah pembeli ini menjadi indikator positif bagi perputaran ekonomi di sekitar Terminal Pulo Gebang.
Puncak Arus Mudik Dorong Aktivitas Ekonomi
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jakarta sebelumnya telah memperkirakan bahwa hari Rabu, 18 Maret, akan menjadi puncak arus mudik tahun ini di Terminal Terpadu Pulo Gebang. Prediksi ini terbukti dengan kepadatan calon penumpang yang mulai terasa sejak pagi hingga malam hari setelah berbuka puasa. Kepadatan ini secara langsung berkorelasi dengan peningkatan omzet pedagang.
Arus mudik Lebaran selalu menjadi momen penting bagi sektor transportasi dan ekonomi lokal di sekitar terminal. Lonjakan penumpang tidak hanya berdampak pada penjualan tiket, tetapi juga pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) seperti pedagang makanan. Mereka mendapatkan keuntungan dari kebutuhan dasar para pelancong.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana pergerakan masyarakat dalam skala besar, seperti mudik, dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pedagang di TTPG berhasil memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan pendapatan mereka secara substansial.
Sumber: AntaraNews