Kepadatan penumpang yang meningkat selama periode mudik Lebaran 2026 membawa berkah tersendiri bagi para pedagang di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta. Mereka mengalami lonjakan keuntungan hingga berkali-kali lipat dibanding hari biasa. Peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran ini menjadi pendorong utama ekonomi lokal di sekitar terminal.
Para pedagang, mulai dari penjual makanan hingga asongan, merasakan dampak positif dari ramainya pemudik. Mereka berhasil meraup omzet dan laba bersih yang jauh melampaui pendapatan harian normal. Fenomena ini menunjukkan bagaimana musim mudik tidak hanya berdampak pada transportasi, tetapi juga pada sektor usaha kecil.
Lonjakan pendapatan ini terjadi seiring dengan peningkatan jumlah pemudik yang singgah di Terminal Kampung Rambutan. Banyak pemudik memanfaatkan waktu tunggu atau sebelum keberangkatan untuk membeli makanan dan minuman. Hal ini menciptakan peluang emas bagi para pelaku usaha di sekitar area terminal.
Advertisement
Advertisement
Jalal, salah satu pedagang nasi Padang yang ditemui di terminal, mengaku meraup omzet lebih dari Rp8 juta per hari selama musim mudik. Angka ini jauh melampaui pendapatan hariannya yang biasanya hanya mencapai sekitar Rp1 juta. Kepadatan pemudik sejak H-5 Lebaran menjadi pemicu utama peningkatan ini.
“Sejak H-5 Lebaran, warung saya sudah ramai terus. Banyak pemudik yang mampir makan sebelum melakukan perjalanan,” ujar Jalal. Peningkatan ini menunjukkan dampak positif dari musim mudik bagi usaha kuliner di Terminal Kampung Rambutan.
Tak hanya Jalal, pedagang warung makan lainnya, Rian, juga merasakan peningkatan serupa. Pada puncak arus mudik H-3 dan H-2 Lebaran, warungnya bahkan meraup laba bersih hingga Rp4 juta dalam sehari. Ini kontras dengan pendapatan normalnya yang hanya sekitar Rp500 ribu per hari.
Advertisement
“Lebaran tahun ini alhamdulillah, sehari bisa (mendapat keuntungan) Rp4 juta, bersih, (berjualan) dari pagi jam 06:00 WIB sampai jam 22:00 WIB,” kata Rian sumringah. Puncak keramaian terjadi sejak Rabu (18/3) dan Kamis (19/3), di mana pembeli datang tanpa henti.
Advertisement
Tidak hanya pedagang makanan, pedagang asongan di area Terminal Kampung Rambutan pun ikut menikmati lonjakan pendapatan. Rusdi, salah satu pedagang minuman dan makanan ringan, menyebutkan bahwa keuntungannya meningkat hingga 70 persen.
“Biasanya kalau hari biasa (pendapatan) sekitar Rp500 ribu, di masa mudik ini bisa sampai Rp900 ribu sehari,” terang Rusdi. Peningkatan ini menunjukkan dampak positif mudik Lebaran bagi berbagai sektor usaha kecil di terminal.
Ramainya arus mudik di Terminal Kampung Rambutan tidak hanya mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran. Ini juga menjadi momentum penting bagi para pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan. Para pedagang berharap tren positif ini dapat terus berlanjut hingga arus balik nanti.
Advertisement
Advertisement
Suasana arus mudik pada Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, terpantau relatif sepi pada H-1 Lebaran 2026, Jumat. Kondisi ini menandakan penurunan signifikan setelah puncak arus mudik yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Penurunan ini sudah terlihat sejak H-2 Lebaran, Kamis (19/3).
Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, menjelaskan bahwa tren penurunan ini sudah terlihat. “Memang hari ini sudah terjadi penurunan. Kemungkinan akan terus menurun,” kata Revi. Ia menambahkan, saat ini terminal didominasi pemudik dengan tujuan jarak dekat.
Mayoritas pemudik pada H-1 Lebaran ini melakukan perjalanan ke wilayah Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, hingga Lampung. Berdasarkan pantauan ANTARA, sejak pukul 09:00 WIB hingga 11:00 WIB suasana terminal masih sepi pemudik. Jumlah penumpang yang berangkat dari pukul 00:00 WIB hingga 09:00 WIB tercatat 325 orang, dengan total 28 bus yang berangkat.
Advertisement
Pada Kamis (19/3), jumlah penumpang turun menjadi 3.464 orang dari puncaknya 5.336 penumpang pada Rabu (18/3). Data ini menunjukkan pergeseran waktu puncak keberangkatan pemudik. Meskipun demikian, momentum mudik tetap memberikan dorongan ekonomi yang signifikan bagi pedagang lokal.
Sumber: AntaraNews