Jangan Keliru! Ini Beda Stres dan Anxiety yang Perlu Kamu Tahu
Stres dan anxiety sering dianggap sama, padahal beda! Artikel ini membahas perbedaan stres dan anxiety, termasuk sumber, durasi, gejala, dan cara mengatasinya.
Stres dan kecemasan (anxiety) adalah dua kondisi yang seringkali dianggap sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, meskipun sama-sama dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental. Lalu, apa saja perbedaan antara stres dan anxiety? Bagaimana cara membedakannya? Dan kapan kita perlu mencari bantuan profesional?
Dilansir dari Women Healths, menurut Elizabeth Hoge, M.D., Direktur Program Penelitian Gangguan Kecemasan di Georgetown University Medical Center, banyak orang mengalami tekanan batin dan tidak tahu bagaimana mengungkapkannya dengan kata-kata. Stres atau kecemasan yang terus-menerus bukanlah kondisi alami bagi manusia.
Namun, banyak orang bergumul dengan kondisi ini. Polling kesehatan mental dari American Psychiatric Association pada tahun 2024 menunjukkan bahwa 43% orang dewasa merasa lebih cemas dibandingkan tahun sebelumnya, dan 53% mengatakan bahwa stres memengaruhi kesehatan mental mereka. Faktor-faktor seperti kesehatan pribadi, peristiwa terkini (politik, ekonomi, kekerasan senjata, dan perubahan iklim) menjadi penyebab utama.
Sumber dan Durasi: Beda Stres dan Anxiety
Perbedaan utama antara stres dan anxiety terletak pada sumber dan durasinya. Stres umumnya dipicu oleh faktor eksternal, seperti tekanan pekerjaan, masalah keuangan, atau konflik dengan orang lain. Meskipun pikiran negatif, pesimisme, atau perfeksionisme dapat memicu stres, sumber utamanya tetap berasal dari luar diri individu.
Anxiety, di sisi lain, lebih sering berasal dari faktor internal, berupa kekhawatiran dan ketakutan yang berkelanjutan, bahkan tanpa pemicu yang jelas. Ini merupakan reaksi atau respons yang berlebihan terhadap situasi tertentu, atau bahkan tanpa situasi tertentu sama sekali.
Durasi juga menjadi pembeda penting. Stres biasanya bersifat sementara. Setelah situasi yang memicunya teratasi, stres akan mereda. Sementara itu, anxiety cenderung bertahan lebih lama dan dapat menjadi kronis, bahkan setelah situasi pemicu telah berlalu. Anxiety yang berkepanjangan dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan (anxiety disorder).
Gejala Fisik dan Psikologis
Baik stres maupun anxiety dapat menimbulkan gejala fisik seperti pusing, sakit kepala, ketegangan otot, masalah pencernaan, peningkatan denyut jantung, keringat dingin, dan susah tidur. Namun, anxiety seringkali disertai gejala tambahan seperti perasaan takut akan hal buruk yang akan datang, kesemutan atau mati rasa, dan "kabut otak" (kesulitan berkonsentrasi).
Secara psikologis, stres ditandai dengan perasaan kewalahan, mudah marah, dan gelisah. Sementara itu, anxiety ditandai dengan rasa takut, khawatir, dan gelisah yang berlebihan dan terus-menerus.
Menurut National Institute of Mental Health, stres dan anxiety dapat menyebabkan masalah tidur, kekhawatiran, ketegangan, dan tekanan darah tinggi. Penting untuk mengenali gejala-gejala ini agar dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya.
Anxiety Sebagai Diagnosis Medis
Perbedaan penting lainnya adalah bahwa anxiety dapat menjadi kondisi yang dapat didiagnosis, sedangkan stres tidak. Gangguan kecemasan, termasuk gangguan panik, gangguan kecemasan sosial, atau gangguan kecemasan umum, didefinisikan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Edisi Kelima (DSM-5).
Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter mempertimbangkan tingkat keparahan, intensitas, dan dampaknya terhadap fungsi sehari-hari. Dengan kata lain, anxiety seringkali tidak hilang dan memengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang.
Lily Brown, Ph.D., direktur di Center for the Treatment and Study of Anxiety at the University of Pennsylvania, menjelaskan bahwa setiap orang dapat mengalami anxiety. Namun, ketika anxiety disertai dengan gangguan fungsional, maka seseorang mungkin mengalami gangguan kecemasan. Sebaliknya, tidak ada diagnosis yang diberikan kepada seseorang hanya berdasarkan stres.
Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?
Ketika kamu merasa khawatir, kesal, atau kewalahan, mungkin tidak terlalu penting untuk membedakan antara stres dan anxiety. Namun, penting untuk memperhatikan bagaimana kondisi tersebut memengaruhi hidupmu.
Jika stres atau anxiety memengaruhi pekerjaan, fungsi di rumah, mengganggu tidur, atau menyebabkan masalah hubungan, sebaiknya bicarakan dengan terapis atau dokter. Mereka dapat membantu membuat perbedaan, memberikan diagnosis anxiety jika diperlukan, dan merekomendasikan perawatan yang tepat.
Elizabeth Hoge menekankan bahwa tidak semua stres atau anxiety itu buruk. Manusia dirancang untuk menangani tingkat tertentu dari keduanya. Misalnya, jika kamu diberi pekerjaan tambahan yang kamu rasa mampu menanganinya, itu mungkin membuat stres, tetapi itu adalah stres yang baik yang dapat membantumu mencapai tujuan. Stres tersebut juga mungkin akan hilang ketika kamu menyelesaikan proyek tersebut.
Cara Mengatasi Stres dan Anxiety
Stres dan anxiety kronis telah dikaitkan dengan beberapa kondisi kesehatan, termasuk insomnia, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyalahgunaan zat, dan banyak lagi. Oleh karena itu, belajar cara mengatasinya sangat penting. Berikut adalah beberapa tips:
- Bangun Kesadaran: Cobalah untuk mengidentifikasi dan mengurangi hal-hal yang menyebabkan stres dan anxiety. Namun, itu tidak selalu memungkinkan.
- Tetap Aktif: Olahraga memicu pelepasan endorfin, yang membantu meringankan suasana hati. Ini juga dapat membantu kamu tidur, yang akan membantu mengurangi stres dan anxiety.
- Cari Perawatan: Tidak ada jangka waktu tertentu untuk berapa lama kamu harus mencoba mengatasi stres atau anxiety sendiri sebelum mencari perawatan. Lakukan itu kapan pun itu menjadi beban atau memengaruhi kemampuan kamu untuk berfungsi secara normal.
Lily Brown menyarankan untuk membangun kesadaran seputar perilaku yang bergantung pada suasana hati. Ini adalah ketika kamu mulai memperhatikan tindakan apa yang biasanya kamu ambil berdasarkan emosi kamu untuk menghilangkan anxiety. Perilaku tersebut mungkin membuat kamu merasa lebih baik untuk sementara waktu, tetapi dapat membuat kamu merasa lebih buruk dalam jangka panjang.
Beberapa penelitian secara khusus mengaitkan aktivitas fisik dengan penurunan stres dan anxiety. Penelitian lain menemukan bahwa orang yang lebih sering berolahraga memiliki tingkat stres psikologis yang lebih rendah, dan olahraga membantu mengurangi stres.
Perawatan standar emas untuk gangguan terkait anxiety adalah terapi perilaku kognitif (CBT). CBT membantu mendukung seseorang dalam mendekati hal-hal yang membuat mereka cemas dan menekankan perubahan pikiran dan pola perilaku yang berbahaya.
Brown juga menambahkan, "Saya selalu mendorong orang untuk mendekati terapi sebagai kesempatan untuk peningkatan diri, daripada melihatnya sebagai tanda kelemahan."
Pentingnya Memahami Perbedaan
Memahami perbedaan antara stres dan anxiety sangat penting untuk mengelola kesehatan mental secara efektif. Dengan mengenali pemicu, gejala, dan durasi masing-masing kondisi, kita dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya.
Jika kamu merasa stres atau anxiety mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Terapis atau dokter dapat membantu memberikan diagnosis yang tepat dan merekomendasikan perawatan yang sesuai.
Ingatlah bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Dengan memahami perbedaan antara stres dan anxiety, kita dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk meningkatkan kesejahteraan diri.