Prabowo Ingatkan Pertamina Bersih dari Korupsi, Soroti Praktik Tidak Sehat
Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan Pertamina bersih dari praktik korupsi, mengingatkan direksi agar tidak mencari kekayaan dari jabatan strategis tersebut.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan tekadnya untuk membersihkan perusahaan minyak dan gas bumi milik negara, Pertamina, dari segala bentuk praktik korupsi. Penegasan ini disampaikan dalam sebuah acara peresmian infrastruktur energi terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo secara khusus mengingatkan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, beserta jajaran direksi lainnya. Ia menekankan pentingnya amanah dan integritas dalam mengemban jabatan strategis ini.
Prabowo menyoroti adanya "permainan tidak sehat" yang telah berlangsung bertahun-tahun dalam tubuh Pertamina, termasuk manipulasi harga dalam praktik impor minyak. Hal ini menjadi fokus utama dalam upaya pembenahan yang akan dilakukan.
Komitmen Presiden Prabowo untuk Pertamina Bersih
Presiden Prabowo Subianto menyatakan tekad kuatnya untuk memberantas korupsi di Pertamina, sebuah langkah yang ia sebut sebagai prioritas utama masa kepemimpinannya. Ia menunjuk Simon Aloysius Mantiri bersama beberapa anak muda untuk memimpin perubahan ini. Pesan tegas disampaikan: "Jangan korupsi! Jangan kau cari kaya di atas kepercayaan ini," kepada Simon.
Prabowo menyoroti bahwa selama bertahun-tahun, sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) di Indonesia diwarnai oleh "permainan tidak sehat". Salah satu contoh yang paling mencolok adalah manipulasi harga dalam praktik impor minyak. Praktik-praktik semacam ini merugikan negara dan rakyat secara signifikan.
Dengan penunjukan Simon Aloysius Mantiri sebagai Direktur Utama, Prabowo berharap Pertamina dapat kembali pada jalur yang benar. Ia menekankan bahwa jabatan Direktur Utama Pertamina sangat strategis dan memiliki tanggung jawab besar. Perusahaan ini memiliki nilai aset mencapai 100 miliar dolar AS, sehingga pengelolaan yang bersih adalah mutlak.
Tanggung Jawab Strategis dan Otoritas Penuh Direksi Pertamina
Presiden Prabowo menyadari bahwa godaan yang akan dihadapi oleh Simon dan jajaran direksi Pertamina akan sangat besar. Namun, ia menekankan pentingnya keteguhan dan integritas dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Kepercayaan yang diberikan harus dijaga dengan sebaik-baiknya demi kepentingan bangsa.
Untuk mendukung upaya pembersihan, Presiden Prabowo memberikan wewenang seluas-luasnya kepada Simon Aloysius Mantiri. "Siapa yang Anda nilai tidak bagus, pecat! Jangan ragu-ragu! Demi bangsa dan rakyat, harus tega!" tegas Prabowo. Ia menambahkan bahwa demi bangsa dan rakyat, pemimpin harus berani bertindak tegas.
Prabowo juga meyakini bahwa banyak anak muda hebat yang siap berkontribusi jika ada kekosongan jabatan. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk mencari talenta terbaik yang memiliki semangat patriotik dan integritas. Pemimpin harus menjadi teladan, bukan sebaliknya.
Pertamina sebagai National Champion dan Semangat Perwira
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo kembali menekankan peran strategis Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) unggulan Indonesia. Ia menyebut Pertamina sebagai national champion Indonesia, mengingat posisinya sebagai satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Fortune 500.
Dengan nilai perusahaan mencapai 100 miliar dolar AS, Pertamina diharapkan dapat menghasilkan kontribusi yang lebih baik lagi bagi negara dan bangsa. Tekad untuk "bersih" harus menjadi keinginan bersama seluruh jajaran Pertamina. Ini adalah kunci untuk mengelola sumber kekayaan bangsa dengan amanah.
Prabowo juga memuji istilah "Perwira" atau Pertamina Wira, yang disampaikan oleh Simon saat memberikan laporan. Menurut Prabowo, istilah ini mencerminkan semangat yang harus dimiliki oleh seluruh jajaran Pertamina. Semangat patriotik dan cinta tanah air harus mendorong setiap individu di perusahaan.
Presiden Prabowo menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan yang berintegritas, mengutip filosofi "Ing Ngarso Sung Tulodo" atau memberi contoh. "Kalau pemimpinnya maling, anak buahnya tidak semangat," ujarnya. Ini menunjukkan bahwa integritas pemimpin adalah fondasi utama keberhasilan organisasi.
Sumber: AntaraNews