Trivia: Mengapa Kepercayaan Masyarakat Pertamina Menurun? Dirut Akui PR Terbesar Pasca Kasus Oplosan
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengakui **kepercayaan masyarakat Pertamina** menjadi PR terbesar usai kasus BBM oplosan, berjanji perbaikan tata kelola demi layanan terbaik.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, secara terbuka mengakui tantangan terbesar yang dihadapi perusahaannya saat ini. Ia menyatakan bahwa mengembalikan kepercayaan masyarakat merupakan pekerjaan rumah utama bagi Pertamina. Pengakuan ini disampaikan setelah serangkaian kasus yang melibatkan anak perusahaan Pertamina.
Pernyataan tersebut disampaikan Simon kepada awak media di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Jumat (19/9). Kehadirannya di Istana adalah untuk mengikuti rapat terbatas dan melaporkan kinerja Pertamina kepada Presiden. Momen ini menjadi kesempatan bagi Simon untuk menyampaikan komitmen perbaikan.
Penurunan kepercayaan publik diakui Simon sebagai dampak langsung dari kasus BBM oplosan yang mencuat baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa Pertamina akan bekerja keras untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kualitas layanan. Langkah strategis ini diharapkan dapat memulihkan citra perusahaan di mata konsumen.
Transparansi dan Tata Kelola sebagai Kunci Pemulihan
Simon Aloysius Mantiri menekankan pentingnya perbaikan tata kelola perusahaan secara menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa langkah-langkah perbaikan sedang dilakukan untuk meninjau kembali sistem yang ada. Tujuannya adalah menutup celah-celah yang dapat dimanfaatkan untuk praktik kecurangan.
"Kita harus jujur ya, terbuka, apa adanya," ujar Simon, mengutip langsung pernyataannya. Ia menambahkan bahwa persoalan hukum dan tata kelola yang sedang berlangsung menjadi keprihatinan bersama. Pertamina berkomitmen untuk menjadi lebih transparan dalam setiap operasionalnya.
Dengan tata kelola yang semakin baik dan transparan, Pertamina berharap masyarakat dapat melihat upaya serius perusahaan. Upaya perbaikan ini diharapkan dapat memulihkan **kepercayaan masyarakat Pertamina**. Hal ini menjadi fundamental dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada konsumen.
Menyikapi Pilihan Konsumen dan Komitmen Kualitas
Menanggapi fenomena konsumen yang beralih ke SPBU swasta, Simon menyatakan bahwa hal tersebut adalah pilihan masyarakat. Pertamina tidak dapat melarang preferensi konsumen dalam memilih penyedia BBM. "Itu adalah pilihan juga dari masyarakat," kata Simon.
Meskipun demikian, Pertamina tidak tinggal diam dan terus berupaya meningkatkan daya saingnya. Simon berjanji bahwa Pertamina akan terus bekerja keras untuk menghasilkan produk yang lebih berkualitas. Ini adalah bagian dari strategi untuk kembali merebut hati konsumen.
Peningkatan kualitas layanan dan produk menjadi prioritas utama bagi Pertamina. Simon berharap, dengan perbaikan berkelanjutan, Pertamina dapat kembali mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat. Komitmen ini sangat penting untuk membangun kembali **kepercayaan masyarakat Pertamina**.
Laporan Kinerja Langsung kepada Presiden Prabowo
Kehadiran Simon Aloysius Mantiri di Istana Kepresidenan bukan tanpa alasan. Ia melaporkan langsung kinerja Pertamina kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah rapat terbatas. Pertemuan penting ini berlangsung hingga Jumat malam.
Rapat tersebut diselenggarakan sebelum Presiden Prabowo bertolak dari Istana menuju Base Ops Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma. Presiden kemudian memulai rangkaian lawatan luar negerinya ke Jepang dan Amerika Serikat. Momen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memantau kinerja BUMN strategis seperti Pertamina.
Laporan langsung kepada kepala negara menggarisbawahi urgensi pemulihan citra dan kinerja Pertamina. Dengan dukungan dari tingkat tertinggi, upaya mengembalikan **kepercayaan masyarakat Pertamina** diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Pertamina bertekad untuk terus berbenah demi kepentingan nasional.
Sumber: AntaraNews