Ini Reaksi Jokowi Ditanya Kasus Mega Korupsi Pertamina
Jokowi mengatakan, seluruh produk Pertamina telah melalui proses verifikasi, pengecekan dan diberi kelayakan untuk di jual oleh Lemigas.
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) buka suara soal mega korupsi terkait tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero). Ia meminta siapapun para pelakunya agar diproses sesuai hukum yang ada.
"Kalau sekarang ada masalah, tahun 2018-2023, ya diproses saja sesuai hukum yang ada. Siapapun," ujar Jokowi saat ditemui wartawan di rumahnya, Jalan Kutai Utara No 1, Sumber, Solo, Kamis (5/3).
Dia mengatakan, seluruh produk Pertamina telah melalui proses verifikasi, pengecekan dan diberi kelayakan untuk di jual oleh Lemigas.
"Jadi semuanya ada proses, produknya juga ditest, dicek, semuanya. Tapi apa-pun yang namanya penyelewengan itu bisa saja terjadi," ungkapnya.
Jokowi Kecolongan?
Jokowi mengaku tidak ada kecurigaan dalam kurun waktu pemeritahanya (2018-2023). Ia memastikan akan menindak tegas jika telah mengetahuinya saat itu.
"Ya kalau ada sudah digebuk dulu,” tandasnya.
Saat disinggung apakah merasa kecolongan, ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak menjawab secara tegas. Menurutnya, di tubuh Pertamina ada sebuah manajemen besar.
"Ya sekali lagi ini manajemen besar ya, manajemen besar. Saya kira manajemen kontrol oleh komisaris manajemen kontrol oleh direksi, harus detail," tandasnya.
Lebih lanjut Jokowi mengatakan, Pertamina merupakan BUMN yang besar dan kuat. Sehingga harus memiliki manajemen yang kuat dalam mengelola semua proses yang ada.
"Manajemen itu ada yang namanya direksi, dirut dan direksi, kemudian ada juga yang namanya komisaris untuk pengawasan. Semuanya itu dipilih lewat proses, yang namanya proses TPA. Dilihat oleh Menteri BUMN, oleh Menteri ESDM, kemudian lewat TPA, baru masuk ke saya. Jadi semua lewat proses. Tidak bisa secara ujuk-ujuk (mendadak). Karena sekali lagi, ini menyangkut pengelolaan aset yang sangat besar sekali," tutupnya.