Produksi Minyak Sumur Rakyat Ngiyono Blora Capai 5.000 Liter Per Hari, Dukung Ketahanan Energi Nasional
Produksi Minyak Sumur Rakyat di Desa Ngiyono, Blora, mencapai 5.000 liter per hari, berkontribusi signifikan pada pasokan energi nasional dan ekonomi lokal.
Desa Ngiyono, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menunjukkan potensi besar dalam Produksi Minyak Sumur Rakyat. Wilayah ini mampu menghasilkan hingga 5.000 liter minyak mentah setiap harinya. Produksi ini menjadi tulang punggung pasokan energi nasional melalui pengiriman rutin ke PT Pertamina.
Ketua Paguyuban Penambang Minyak Sumur Masyarakat Megenan Ngiyono, Susilo, mengungkapkan bahwa dari 87 lokasi sumur rakyat, 21 di antaranya masih aktif beroperasi. Sebanyak 15 sumur tersebut bahkan menunjukkan produksi yang sangat lancar dan stabil. Kedalaman sumur-sumur ini bervariasi antara 150 hingga 160 meter.
Minyak mentah yang dihasilkan dari sumur-sumur ini tidak hanya mendukung kebutuhan energi, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian lokal. Keberadaan sumur rakyat telah menciptakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar. Pengelolaan yang terstruktur menjamin keberlanjutan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Peningkatan Produksi dan Kontribusi Energi Nasional
Produksi harian minyak mentah dari sumur rakyat di Desa Ngiyono mencapai kisaran 4.000 hingga 5.000 liter setiap hari. Angka ini menunjukkan kapasitas produksi yang signifikan dari sumur-sumur yang dikelola oleh masyarakat. Seluruh hasil produksi ini kemudian dikirimkan secara teratur ke PT Pertamina.
Pengiriman minyak mentah dilakukan menggunakan dua unit truk tangki milik PT Blora Migas Energi (BME). Setiap truk tangki memiliki kapasitas angkut sebesar 5.000 liter, memastikan proses distribusi berjalan efisien. Kontribusi ini secara langsung mendukung target peningkatan lifting minyak nasional.
Koperasi Blora Migas Energi (BME) berperan penting dalam memfasilitasi pengiriman minyak mentah dari sumur rakyat ke Pertamina. Sebelum diterima, seluruh minyak mentah harus melalui proses pengujian kualitas ketat oleh Pertamina. Salah satu syarat utama adalah kandungan air maksimal 0,5 persen sesuai perjanjian kerja sama.
Dampak Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal
Keberadaan sumur rakyat di Ngiyono tidak hanya berdampak pada pasokan energi, tetapi juga membuka banyak lapangan pekerjaan bagi warga setempat. Susilo menjelaskan bahwa tercatat ada 30 tenaga rengkek yang bekerja secara bergilir. Kebutuhan harian tenaga rengkek mencapai sekitar 10 hingga 12 orang.
Selain tenaga rengkek, sumur rakyat juga menyerap 30 operator sumur yang bertanggung jawab atas operasional harian. Empat petugas penjaga pangkalan turut berkontribusi dalam menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas. Empat tenaga loading juga dipekerjakan untuk membantu proses pemuatan minyak.
Pengelolaan sumur rakyat memberikan manfaat ekonomi signifikan bagi desa melalui skema bagi hasil yang telah disepakati. Ketua BUMDes Sumber Rejeki Desa Ngiyono, Sutrisno, menyatakan bahwa BUMDes menerima bagian sebesar 15 persen dari penghasilan bersih paguyuban. Pendapatan ini diperoleh setelah dikurangi biaya operasional, pajak, dan kewajiban lainnya.
Regulasi dan Harapan Masa Depan
Sutrisno menambahkan bahwa kepastian regulasi terkait sumur rakyat telah membawa rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Selama dua tahun terakhir, aktivitas produksi minyak dapat berjalan lebih tenang. Hal ini menunjukkan pentingnya kerangka hukum yang jelas untuk mendukung kegiatan ekonomi rakyat.
Saat ini, terdapat sekitar 1.600 lokasi sumur rakyat yang berada di bawah pembinaan Koperasi BME. Sumur-sumur ini tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Blora, termasuk Desa Plantungan, Desa Talokwohmojo, Karangtengah, Plosorejo, Botoreco, dan Ngiyono. Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kepatuhan terhadap standar.
Pengelolaan sumur rakyat yang semakin tertata diharapkan dapat terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Blora. Selain itu, upaya ini juga diharapkan mampu mendukung target produksi minyak nasional secara berkelanjutan. Sinergi antara masyarakat, BUMDes, dan Koperasi BME menjadi kunci keberhasilan.
Sumber: AntaraNews